PROSENEWS.ID – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pohuwato, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pohuwato, dengan tegas menyatakan sikap, menolak politik uang (Money Politics) serta kampanye hitam (Black Campaign).
Ketegasan itu diiringi deklarasi tolak politik uang dan kampanye hitam yang dilangsungkan di Pantai Pohon Cinta, dengan melibatkan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Hijau Hitam Bumi Panua tersebut. Minggu, (29/11/2020).
“Untuk menciptakan iklim demokrasi yang sehat dan berkualitas, tentunya perlu ada peran serta pemuda, dalam mengawal serta mensukseskan Pilkada di Daerah ini nanti,” kata Hasbulloh, selaku Ketua HMI Cabang Pohuwato.
Dijelaskannya, alasan pihaknya menolak politik uang atau money politics ini, karena sangat berbahaya bagi demokrasi itu sendiri. Selain itu, menurutnya hanya akan menghasilkan pemimpin dengan kualitas rendah. Money politics, akan melemahkan politisi dan institusi demokrasi Indonesia.
“Kami berharap kepada masing-masing Paslon Kepala Daerah, untuk mendorong Timsesnya masing-masing, untuk lebih memberi edukasi ke masyarakat, agar kemudian menolak praktik politik uang dan kampaye hitam ini,” pintanya menegaskan.
Begitu pun dengan Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu kata Hasbulloh, diharapkan agar jangan lengah mengawasi praktek kampanye hitam. Tidak hanya di dunia nyata, namun juga di media sosial, agar kiranya lebih efektif melaksanakan pemantauan.
Sebelumnya kata Hasbulloh, deklarasi tersebut, murni merupakan inisiasi HMI Pohuwato, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19, pihaknya bekerjasama dengan sejumlah Instansi terkait, seperti Bawaslu, KPU, Polres, Serta, masing-masing perwakilan, dari empat Pasangan Calon (Paslon).
Kegiatannya juga diisi dengan aksi orasi, pertunjukan teatrikal, dan dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepakatan yang melibatkan pihak Bawaslu dan KPU, beserta Ketua-ketua milenial dari masing masing 4 Paslon, sebagai wujud ketegasan menolak politik uang dan kampanye hitam. (Iskandar Badu)












