
PROSESNEWS.ID – Upaya mempercepat pembangunan dan meningkatkan kemakmuran masyarakat Provinsi Gorontalo menjadi fokus utama dalam Seminar Nasional bertema “Akselerasi Pembangunan dan Kemakmuran Gorontalo” yang digelar di Gedung Grand Palace Convention Center (GPCC), Senin (15/12/2025).
Dalam sambutannya, tokoh nasional Rahmat Gobel menegaskan pentingnya penguatan ketahanan pangan sebagai fondasi ekonomi kerakyatan. Ia menyerukan gerakan menanam secara masif dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang dimiliki Gorontalo.
“Mulai tahun ini dari Kabupaten Gorontalo, kita berikan bantuan dan mulai gerakan menanam pohon kakao, kelapa, dan gula aren,” ujar RG.
Menurutnya, program ketahanan pangan nasional harus berjalan seiring dengan penguatan kelembagaan ekonomi desa.
Karena itu, Rahmat Gobel menargetkan pembentukan koperasi desa sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo.
“Saya akan coba sampai tahun 2029 ada 10 koperasi desa” jelasnya saat sambutan pembukaan.
Sementara itu, ekonom dan tokoh profesional Sunarsip yang juga menjabat sebagai Chief Economist Lembaga Riset Ekonomi The Indonesia Economic Intelligence (IEI), menilai percepatan penurunan angka kemiskinan di Gorontalo harus dilakukan melalui pendekatan industrialisasi.
“Jadi kalau kita kepengen mempercepat penurunan angka kemiskinan di Gorontalo, maka solusinya cuman satu. Percepat Industrialisasi,” jelasnya saat diwawancarai wartawan.
Sunarsip menekankan, industrialisasi yang dimaksud harus berbasis pada keunggulan komoditas lokal Gorontalo, seperti jagung, tuna, dan kelapa. Industrialisasi, lanjutnya, bukan semata membangun pabrik, melainkan membentuk rantai nilai yang saling terhubung antara sektor hulu dan hilir.
“Maka yang perlu di kembangkan untuk provinsi Gorontalo yakni Industrialisasi pada sektor Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan. Karena tujuannya industrialisasi tidak hanya sekedar membangun pabrik. Tapi ada Link and match dari keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh daerah itu,” tuturnya.
Ia mencontohkan sektor perikanan Gorontalo yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan hingga pasar ekspor melalui industri pengolahan.
“Contohnya Di Gorontalo ini kan Kaya Ikan, maka industri yang perlu dikembangkan. Yaitu industri pengolahan ikan, dan olahannya bisa di eskpor,” jelas Sunarsip.
Seminar nasional ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari politisi, akademisi, hingga lembaga terkait lainnya. Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan strategis dan kolaborasi nyata guna mempercepat pembangunan serta memperkuat fondasi ekonomi Gorontalo ke depan.
Reporter: Sandri Mooduto












