
PROSESNEWS.ID – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti aula SMA Negeri 3 Gorontalo. Anggota MPR RI, Jasin U. Dilo, kembali ke sekolah pilihannya bukan hanya sebagai pejabat negara, melainkan sebagai seorang alumni yang rindu akan almamaternya.
Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI kali ini terasa istimewa karena dirangkaikan dengan momen silaturahmi bersama para rekan sejawatnya dari Alumni Angkatan 1990 SMA Negeri 3 Gorontalo.
Kembali ke Rumah: Silaturahmi Lintas Generasi
Dalam sambutannya, Jasin Dilo tidak mampu menyembunyikan rasa haru saat melihat wajah-wajah guru senior, pensiunan, serta teman seangkatannya yang hadir. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan sejatinya telah ditanamkan sejak mereka masih duduk di bangku sekolah.
“Hari ini saya merasa seperti kembali ke rumah. Di hadapan guru-guru kami dan rekan-rekan Angkatan ’90, saya ingin menyampaikan bahwa tanggung jawab menjaga 4 Pilar ini adalah hutang budi kita kepada bangsa yang dimulai dari pendidikan di SMA 3 ini,” ujar Jasin.
Kutipan Menggugah: Dari Guru hingga Rekan Seangkatan
Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog yang sarat makna antara perwakilan peserta dari berbagai generasi.
Seorang rekan alumni Angkatan ’90 menyampaikan kebanggaannya atas kiprah Jasin Dilo.
“Melihat sahabat kami, Pak Jasin, berdiri di depan memberikan ilmu, adalah kebanggaan bagi kami angkatan ’90. Ini bukan sekadar acara formal, tapi bukti bahwa persaudaraan alumni bisa menjadi motor penggerak untuk menyebarkan nilai toleransi dan gotong royong di Gorontalo.”
Sementara itu, seorang guru senior yang telah pensiun turut menyampaikan pesan penuh haru.
“Rasanya baru kemarin Jasin dan teman-temannya duduk di bangku kelas. Melihat mereka sekarang peduli pada kemajuan bangsa dan tetap ingat pada guru-gurunya yang sudah pensiun, itu adalah implementasi nyata dari karakter Pancasila yang kami ajarkan dulu.”
Tak kalah antusias, seorang siswa aktif SMA Negeri 3 Gorontalo mengaku terinspirasi dengan kekompakan para alumni.
“Kami terinspirasi melihat kakak-kakak alumni angkatan ’90 yang masih sangat kompak. Sosialisasi ini jadi tidak membosankan karena Pak Jasin membawakannya dengan cerita-cerita seru masa sekolah dulu yang tetap disisipkan pesan persatuan.”
Mempererat Simpul Kebangsaan
Kehadiran orang tua siswa dan para pensiunan guru semakin menegaskan bahwa edukasi mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika memerlukan kolaborasi lintas generasi. Bagi Angkatan ’90 yang kini banyak memegang peran strategis di berbagai sektor, momen tersebut menjadi pengingat untuk terus berkontribusi bagi daerah dan bangsa.
Acara diakhiri dengan sesi ramah tamah yang hangat. Jasin Dilo tampak berbincang akrab dengan para pensiunan guru serta berfoto bersama dalam suasana “reuni tipis-tipis” bersama teman-teman seangkatannya.










