
PROSESNEWS.ID – Manajemen RSUD Toto Kabila membenarkan adanya insiden keluhan pelayanan terhadap pasien yang terekam dalam video viral di jagat maya. Direktur RSUD Toto Kabila, Thaib Saleh, mengonfirmasi peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 05.00 WITA.
Thaib menjelaskan, keterlambatan penanganan dipicu oleh kondisi di pos jaga (nurse station). Saat keluarga pasien mencari petugas, satu perawat sedang menangani pasien lain, sementara dua perawat lainnya berada di kamar istirahat dan terlambat merespons panggilan.
“Memang ada tiga perawat yang piket. Satu bekerja, dua istirahat di kamar dan agak lama keluar saat diketuk. Jadi tidak benar jika disebut kosong, namun responnya memang tertunda,” jelas Thaib, Selasa (10/2/2026).
Sebelumnya, sebuah video berdurasi singkat yang diunggah ke media sosial memperlihatkan suasana rumah sakit pada waktu subuh. Perekam video mengungkapkan kekecewaannya karena pasien disebut telah berada di rumah sakit sejak sekitar pukul 02.00 WITA hingga mendekati pukul 05.00 WITA, namun belum mendapatkan penanganan yang diharapkan.
Merespons hal tersebut, Thaib menyatakan video tersebut menjadi tamparan keras sekaligus bahan evaluasi bagi manajemen.
“Kami melihat masih ada hal yang perlu dibenahi, termasuk soal pelayanan dan distribusi obat. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” terangnya.
Menindaklanjuti insiden tersebut, pihaknya telah menggelar rapat darurat bersama Pemerintah Daerah Bone Bolango guna membenahi kualitas layanan.
Fokus perbaikan tidak hanya pada kedisiplinan tenaga medis, tetapi juga pada ketersediaan serta distribusi obat-obatan yang turut dikeluhkan warga.














