
PROSESNEWS.ID – Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, mencatatkan sejumlah capaian kinerja strategis sepanjang tahun 2025. Capaian tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam pembinaan, pengembangan, dan pelindungan bahasa serta sastra di Provinsi Gorontalo.
Di bidang perhelatan karya kreatif literasi, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo menyelenggarakan empat kegiatan utama, yakni Diseminasi Bulan Bahasa, Pembinaan dan Pemilihan Duta Bahasa, Bengkel Sastra Musikalisasi Puisi, serta Festival Musically Puisi. Kegiatan-kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus penguatan apresiasi bahasa dan sastra, khususnya bagi generasi muda.
Dalam aspek peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia, sebanyak 275 penutur bahasa berhasil dibina melalui program Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia (PKBI) bagi pendidik dan tenaga profesional. Peserta program ini terdiri atas guru SD, SMP, SMA, serta tenaga profesional dari berbagai latar belakang. Selain itu, sebanyak 1.257 penutur bahasa telah mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif sebagai bentuk pengujian standar kompetensi berbahasa.
Program literasi pemuda juga menjadi salah satu fokus utama. Sepanjang 2025, tercatat 600 generasi muda yang terdiri atas siswa SD, SMP, dan SMA sederajat telah dibina melalui program literasi pemuda. Program ini bertujuan menumbuhkan budaya literasi sekaligus memperkuat sikap positif terhadap bahasa Indonesia dan bahasa daerah.
Di bidang pengembangan produk kebahasaan, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo menghasilkan sejumlah produk penting, antara lain Kamus Bergambar Gorontalo–Indonesia dan Kamus Gorontalo–Indonesia bagi Pelajar. Selain itu, terdapat 64 produk penerjemahan berupa buku cerita anak yang diterjemahkan untuk memperluas akses bacaan ramah anak.
Dalam upaya pelestarian bahasa dan sastra daerah, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo menyelenggarakan satu perhelatan karya kreatif pelestarian bahasa dan sastra daerah. Program pelindungan bahasa daerah juga berhasil mengafiliasi 223 penutur bahasa daerah dalam berbagai kegiatan pelindungan.
Pada tahun 2025, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo juga menyelesaikan satu peta kebinekaan bahasa dan sastra yang mencakup lima titik pengamatan pemetaan bahasa. Pengumpulan data pemetaan telah dilakukan melalui metode wawancara di sejumlah wilayah, antara lain Dulamayo Utara, Lamu, Alo, Masiaga, dan Olimeyala. Kegiatan ini menghasilkan 1.191 entri kosakata dasar dan kosakata budaya dasar yang terhimpun sesuai kriteria dan petunjuk teknis pemetaan bahasa.
Selain itu, tercatat sebanyak 50 komunitas menjadi komunitas binaan Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, yang berperan aktif dalam penguatan literasi dan pelestarian bahasa di tingkat akar rumput.
Sebagai bentuk inovasi layanan, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo mengembangkan inovasi bertajuk JEMPOL (Jemput Bola Pengoptimalan Pemanfaatan Layanan). Inovasi ini mencakup penjangkauan langsung ke instansi, penguatan kolaborasi melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS), keterbukaan dan kemutakhiran informasi, pengembangan layanan Rumah Disabilitas Rungu, serta penyebarluasan informasi layanan kebahasaan kepada masyarakat luas.
Dengan berbagai capaian tersebut, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas layanan, demi terwujudnya pembinaan, pengembangan, dan pelindungan bahasa serta sastra yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Gorontalo.












