PROSESNEWS.ID – Untuk mencapai tujuan imunisasi yang maksimal, perlu ditunjang dengan pengelolaan dan ketersediaan vaksin dalam jumlah yang cukup, berkualitas serta tepat waktu.
Untuk itu kata Kepala Seksi Tata Kelola Obat dan Pelayanan Kefarmasian Dikes Provinsi Gorontalo Farid Adam, petugas farmasi penting untuk memahami pelaksanaan program imunisasi, indikator dan target IDL.
Farid menjelaskan, tak cuma itu, petugas farmasi juga dapat mengidentifikasi produk vaksin beserta spesifikasinya, mampu mempraktekkan pengelolaan vaksin dan penanganan cold chain, serta menghasilkan rumusan kebijakan dan tindak lanjut pengelolaan vaksin di Puskesmas.
“Pengelolaan vaksin tidak hanya diberikan kepada petugas imunisasi, tetapi juga petugas farmasi terkait program imunisasi dengan pemberian pembekalan,”paparnya saat membuka kegiatan peningkatan kapasitas SDM pengelolaan vaksin di Kabupaten/Kota, Jum’at (7/2/2020).
Dia berharap, pengelolaan vaksin harus dilakukan mulai dari pengecekan suhu rutin 2 kali sehari, kontrol kualitas vaksin, pemeliharaan dan penanganan rantai dingin vaksin.
“Sehingga mutu, stabilitas, dan khasiatnya tetap terjaga,” tandasnya. (Ads)














