
PROSESNEWS.ID – Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo, kini tak mampu lagi menampung pasien Covid-19 di Gorontalo. Hal itu terjadi, setelah membludaknya pasien positif covid-19, dengan kasus baru yang diumumkan Juru bicara gugus tugas Provinsi Gorontalo dr. Triyanto Bialangi, baru-baru ini.
Mau tidak mau, gugus tugas harus mempersiapkan tempat selain RSAS. Dengan begitu gugus tugas Provinsi Gorontalo, berkoordinasi dengan gugus tugas kabupaten/kota untuk menyediakan lokasi karantina untuk pasien tanpa gejala.
Sepertihanya, Kabupaten Gorontalo memilih Wisma Atlet yang berada di Kecamatan Limboto, untuk merawat 2 pasien positif covid-19 tanpa gejala. Sementara Kota Gorontalo, memilih Asrama Haji menjadi tempat merawat 14 pasien positif tanpa gejala.
Dengan keterbatasan ruangan yang dimiliki RSAS Kota Gorontalo, sebagai rumah sakit rujukan penanganan pasien Covid-19 itu, diakui Juru bicara gugus tugas Gorontalo.
Dijelaskan dr. Triyanto, akibat melonjaknya kasus baru covid-19 di Gorontalo. RSAS Kota Gorontalo tak mampu lagi menampung pasien covid-19. Sehingga, alternatif tempat lain yang digunakan untuk penanganan pasien positif covid-19.
“Semua pasien postif covid-19 tanpa gejala di Kota Gorontalo, akan kita rujuk ke Mess Haji Gorontalo. Sementara di Kabupaten Gorontalo akan menggunakan gedung Wisma Alet, dan dua pasien akan di rawat di tempat itu,” ujarnya.
Namun, berbeda lagi jika ada pasien yang membutuhkan dukungan fasilitas medis, kemudian ada gejalah yang berpotensi, sudah pasti akan di rujuk ke Rumah Sakit Aloei Saboe. (Usman)













