
PROSESNEWS.ID – Katarak menjadi salah satu penyebab utama kebutaan yang dapat menyerang berbagai kalangan. Kondisi ini terjadi ketika lensa mata mengalami kekeruhan sehingga cahaya tidak dapat masuk secara optimal ke retina.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes melitus memiliki risiko yang jauh lebih tinggi mengalami katarak, bahkan mencapai lima kali lipat dibandingkan dengan individu tanpa diabetes.
Katarak umumnya dikenal sebagai penyakit yang berkaitan dengan proses penuaan. Namun, selain faktor usia, kondisi kesehatan tertentu juga berperan dalam mempercepat terjadinya gangguan ini, salah satunya adalah diabetes melitus.
Ketika lensa mata mengalami kekeruhan, kemampuan penglihatan seseorang akan menurun. Dampaknya tidak hanya dirasakan dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat memengaruhi aspek sosial, ekonomi, hingga psikologis penderita.
Penelitian yang dilakukan di Gorontalo turut menguatkan hubungan antara diabetes dan katarak. Studi tersebut melibatkan peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG), yakni Putri Sally Ufairah, Naning Suleman, Sitti Rahma, Cecy Rahma Karim, dan Muh. Nur Syukriani Yusuf.
Hasil penelitian mereka dipublikasikan dalam Jambura Axon Journal Vol. 2 No. 1 Januari 2025 dengan judul “Hubungan DM Tipe 2 dengan Katarak pada Pasien Rawat Jalan di RSUD Aloei Saboe.”
Temuan ini menegaskan bahwa diabetes merupakan salah satu faktor risiko penting dalam perkembangan katarak, sehingga diperlukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit untuk mengurangi dampak gangguan penglihatan di masyarakat.














