Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Penelitian FK UNG Ungkap Dampak Gelombang Panas terhadap Kesehatan Jantung

Editor by Editor
4 Feb 2026 00:08
in Universitas Negeri Gorontalo

PROSESNEWS.ID – Kenaikan suhu global yang memicu gelombang panas ekstrem, seperti yang terjadi di Provinsi Gorontalo, kini menjelma menjadi ancaman nyata bagi kesehatan manusia, khususnya kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kajian ilmiah terbaru dari peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengungkap fakta yang semakin mendesak: perubahan iklim secara langsung mengancam sistem kardiovaskular manusia.

Penelitian yang dipimpin Nayla Prima Dyta bersama tim menunjukkan bahwa heat stroke akibat gelombang panas ekstrem bukan sekadar kondisi kepanasan biasa. Fenomena ini merupakan krisis kardiovaskular akut yang dapat berujung pada kegagalan multi-organ hanya dalam hitungan jam.

Berdasarkan data epidemiologis, penelitian tersebut menemukan korelasi signifikan antara peningkatan suhu lingkungan dan risiko kematian akibat penyakit jantung. Setiap kenaikan suhu sebesar 1°C di atas ambang batas lokal diketahui meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 2,1 persen.

Salah satu temuan penting yang perlu diwaspadai adalah adanya “efek jeda” (lag effect). Kematian akibat panas ekstrem tidak selalu terjadi saat suhu mencapai puncaknya, melainkan beberapa hari setelah paparan panas. Kondisi ini menjelaskan mengapa lonjakan kasus serangan jantung mendadak dan gangguan irama jantung di berbagai belahan dunia, termasuk wilayah tropis, kerap terlambat dikaitkan dengan cuaca ekstrem. Kelompok paling rentan meliputi lanjut usia, penderita penyakit jantung, pekerja luar ruang, serta masyarakat perkotaan yang tinggal di wilayah padat dengan minim ruang hijau.

Badai Biologis: Saat Jantung Dipaksa Bekerja di Luar Batas

Secara fisiologis, tubuh akan merespons panas dengan berkeringat dan melebarkan pembuluh darah kulit untuk menurunkan suhu. Namun, pada kondisi panas ekstrem, mekanisme ini justru memaksa jantung bekerja secara berlebihan.

Penelitian ini mengidentifikasi fenomena myocardial stunning, yakni kondisi ketika jantung mengalami penurunan fungsi sementara akibat stres berat. Pada fase awal heat stroke, jantung bekerja secara hiperaktif. Namun, dalam 24–48 jam berikutnya, fungsi pompa jantung dapat menurun drastis akibat stres panas dan peradangan sistemik. Dampaknya adalah penurunan tekanan darah dan kegagalan fungsi organ vital lainnya. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk individu tanpa riwayat penyakit jantung.

Bahaya Tersembunyi dalam Aliran Darah

Temuan penting lainnya adalah peran biomarker jantung dan peradangan sebagai indikator dini bahaya heat stroke. Lebih dari 70 persen pasien heat stroke menunjukkan peningkatan kadar troponin, penanda kerusakan otot jantung, sementara lebih dari separuh mengalami peningkatan BNP yang mengindikasikan gagal jantung. Selain itu, peningkatan kadar IL-6 dan D-dimer menandakan peradangan berat serta gangguan pembekuan darah yang sering mendahului kegagalan multi-organ. Temuan ini menegaskan bahwa heat stroke merupakan “badai biologis”, bukan sekadar peningkatan suhu tubuh.

Tantangan Diagnosis Heat Stroke

Penelitian ini juga mengungkap tantangan serius dalam diagnosis heat stroke, yakni kesalahan pengukuran suhu tubuh. Ditemukan kasus heat stroke berat dengan suhu ketiak yang tampak normal, padahal suhu inti tubuh pasien telah melampaui 40°C. Kondisi tersebut terjadi akibat kegagalan sirkulasi darah yang membuat kulit terasa lebih dingin, sehingga pengukuran suhu permukaan menjadi tidak akurat.

Akibat keterlambatan diagnosis, pasien sering terlambat mendapatkan pendinginan agresif, padahal tindakan tersebut merupakan langkah paling krusial dalam menyelamatkan nyawa. Temuan ini menegaskan pentingnya pengukuran suhu inti tubuh dalam kondisi darurat akibat panas ekstrem.

Heat Stroke, Darurat Kesehatan di Era Perubahan Iklim

Kajian ini memperkuat pandangan bahwa perubahan iklim telah membawa dampaknya hingga ke ruang gawat darurat rumah sakit. Heat stroke perlu dipahami sebagai penyakit kardiovaskular akut yang dipicu faktor lingkungan, bukan sekadar gangguan cuaca.

Penanganan heat stroke menuntut pendekatan lintas sektor, mulai dari sistem peringatan dini gelombang panas, perlindungan bagi pekerja luar ruang, pembangunan infrastruktur kota yang ramah iklim, hingga kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dengan protokol pendinginan cepat dan pemantauan jantung yang optimal.

Tanpa adaptasi kebijakan kesehatan yang serius, beban penyakit jantung akibat panas ekstrem diperkirakan akan terus meningkat, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia.

Menjaga Denyut Jantung di Tengah Iklim yang Memanas

Penelitian ini menyampaikan pesan tegas bahwa pemanasan global merupakan ujian baru bagi ketahanan jantung manusia. Melindungi masyarakat dari dampak heat stroke tidak cukup hanya dengan imbauan untuk minum air atau berteduh. Diperlukan sistem kesehatan yang tangguh dan adaptif terhadap krisis iklim. Pada akhirnya, perubahan iklim bukan semata persoalan suhu bumi, melainkan juga tentang denyut jantung manusia yang semakin terancam.

Tags: dampak suhu ekstremFakultas Kedokteran UNGgelombang panasheat strokeiklim tropiskesehatan jantungKesehatan Masyarakatpenelitian FK UNGpenyakit kardiovaskularPerubahan Iklim
ShareTweetSendSharePin

Berita Terkait

Peringati HKN ke-61, UNG Jadi Tuan Rumah Lomba Orasi Kesehatan Remaja

by Editor
14 Nov 2025
0

PROSESNEWS.ID - Dua dosen dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo dipercaya menjadi Dewan...

Oplus_131072

Mahasiswa FK UNG Raih Juara 3 Nasional di Ajang Celebes Physiology Quiz 2025

by Editor
10 Nov 2025
0

PROSESNEWS.ID – Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Celebes...

Pelantikan IDI, Sofyan Puhi Harap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

by Editor
25 Mei 2025
0

PROSESNEWS.ID – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, berharap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Gorontalo dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah...

UNG Lantik 19 Dokter Baru, Cetak Sejarah dalam Dunia Pendidikan Kedokteran Gorontalo

by Editor
7 Mei 2025
0

PROSESNEWS.ID - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menorehkan pencapaian bersejarah dalam perjalanannya sebagai institusi pendidikan tinggi. Sebanyak 19 dokter baru...

Eduart Ngopi Bareng di FK, Perkuat Komunikasi dengan Civitas Akademika

by Editor
28 Agu 2024
0

PROSESNEWS.ID – Dalam upaya mempererat komunikasi dan silaturahmi dengan civitas akademika, Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart...

Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Gorontalo

Puskesmas Limboto Fasilitasi Cek Kesehatan Gratis pada Donor Darah HPN ke-80

by Editor
3 Feb 2026
0

PROSESNEWS.ID – Puskesmas Limboto turut ambil bagian dalam kegiatan donor darah yang digelar dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN)...

Bersama Forkopimda, Wali Kota Kotamobagu Hadiri Rakornas di Bogor.

2 Feb 2026
Kunjungan Pemerintah Kotamobagu ke Kementrian Pariwisata Republik Indonesia. Foto Humas kominfo

Kembangkan Sektor Pariwisata, Pemkot Kotamobagu Kunjungi Kementrian Pariwisata RI

3 Feb 2026

Kasus Perundungan Kembali Coreng Institusi Pendidikan di Gorontalo, Ibu Korban Ungkap Kronologi

26 Jan 2026

Perusahaan, Pemda & DPRD Gorontalo Utara, Jangan Sampai Darah Tumpah di Jalan Kita

3 Feb 2026

Investasi Gorontalo Tembus Rp1,49 Triliun, Naik 32 Persen

24 Okt 2025

TERBARU

UNG Kukuhkan 5 Guru Besar dari Berbagai Disiplin Ilmu

4 Feb 2026

Penelitian FK UNG Ungkap Dampak Gelombang Panas terhadap Kesehatan Jantung

4 Feb 2026

Rektor UNG Titipkan Pesan Peran Sosial dan Pentingnya Belajar Sepanjang Hayat

3 Feb 2026

Suasana Khidmat Warnai Wisuda ke-59 Universitas Negeri Gorontalo

3 Feb 2026
Kunjungan Pemerintah Kotamobagu ke Kementrian Pariwisata Republik Indonesia. Foto Humas kominfo

Kembangkan Sektor Pariwisata, Pemkot Kotamobagu Kunjungi Kementrian Pariwisata RI

3 Feb 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.