
PROSESNEWS.ID – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Gorontalo mencatat capaian positif pada Desember 2025. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik, Gorontalo menempati posisi tertinggi di kawasan Indonesia Timur dengan angka NTP sebesar 120,89.
Capaian tersebut menjadi indikator penting meningkatnya kesejahteraan petani di daerah, sekaligus menunjukkan menguatnya kemampuan daya beli petani terhadap kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun sarana produksi pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljadi Mario, menjelaskan bahwa NTP merupakan gambaran langsung kondisi ekonomi petani.
“Semakin tinggi nilai NTP, semakin besar kemampuan petani dalam membeli barang konsumsi dan sarana produksi dengan pendapatan yang diperoleh dari hasil pertanian,” ujar Muljadi dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).
Ia menambahkan, secara konseptual NTP yang berada di atas angka 100 menandakan adanya peningkatan pendapatan petani. Hal ini terjadi karena harga hasil pertanian tumbuh lebih cepat dibandingkan harga barang dan jasa yang harus dibeli petani.
“Di angka 120,89 maka ini bisa diartikan bahwa ini merupakan cerminan dari tingkat kesejahteraan petani Gorontalo yang terus meningkat, dan ini artinya keseriusan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk program Agromaritim mulai menunjukkan sudah on the track. Karena data ini dari BPS sendiri,” tambahnya.
Pemerintah daerah menjadikan NTP sebagai salah satu indikator utama dalam penyusunan dan evaluasi kebijakan sektor pertanian. Tingginya NTP Gorontalo menunjukkan bahwa berbagai kebijakan yang berpihak pada petani—mulai dari pengendalian harga, peningkatan produksi, hingga penyediaan sarana dan prasarana pertanian—dinilai berjalan efektif.
Ke depan, pemerintah berharap tren positif ini dapat terus dijaga dan ditingkatkan agar kesejahteraan petani di Provinsi Gorontalo semakin berkelanjutan serta mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah.














