PROSESNEWS.ID – Penambahan lima Guru Besar baru di Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tidak hanya dipandang sebagai capaian akademik individual, tetapi juga sebagai amanah besar untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Rektor UNG Prof. Eduart Wolok saat penyerahan SK Guru Besar dalam peringatan Dies Natalis ke-33 UNG, Senin (19/1).
Menurut Rektor, gelar Profesor mengandung tanggung jawab moral dan akademik untuk melahirkan inovasi yang solutif, khususnya bagi masyarakat Gorontalo dan kawasan strategis Teluk Tomini.
“Kami sangat menantikan kontribusi nyata dari para Guru Besar baru melalui kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. Guru besar merupakan ujung tombak dalam mengembangkan riset yang berdampak dan pengabdian yang memberikan solusi bagi masyarakat,” tambahnya dengan nada optimis.
Rektor menilai, keberadaan Guru Besar menjadi elemen penting dalam mendorong kualitas riset unggulan serta memperkuat posisi UNG di tingkat nasional dan internasional. Oleh karena itu, para profesor baru diharapkan aktif terlibat dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Dengan pengukuhan lima Guru Besar dari lintas bidang keilmuan tersebut, UNG semakin mantap memosisikan diri sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan di Kawasan Timur Indonesia. Universitas ini diharapkan mampu menjawab tantangan masa depan melalui pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdampak luas bagi masyarakat.















