
PROSESNEWS.ID — Suasana tenang pada Minggu pagi (15/2/2026) mendadak berubah menjadi kepanikan bagi Linda Nurkamiden. Warga Desa Kaliyoso, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, ini dibangunkan oleh sang anak yang mengabarkan bahwa bagian samping rumah mereka telah dilalap si jago merah dan api merambat dengan cepat.
Melihat kobaran api yang mulai membesar, Linda segera berteriak meminta pertolongan. Ia meminta bantuan tetangganya, Ibu Eci, yang saat itu berada di sekitar lokasi, untuk segera menghubungi layanan darurat Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gorontalo.
Setelah menerima laporan, petugas piket Damkar tiba di lokasi kejadian pada pukul 07.05 WITA. Satu armada pemadam beserta tujuh personel dari Regu Jaya langsung diterjunkan ke tempat kejadian kebakaran (TKK).
Di bawah komando Kepala UPTD Damkar, Farid Taha, tim tiba di lokasi dalam waktu sembilan menit, tepatnya pukul 07.14 WITA.
“Setibanya di lokasi, petugas kami langsung bergegas melakukan penanganan dan pemadaman. Proses dilanjutkan hingga tahap pendinginan dan melokalisir area untuk memastikan tidak ada lagi sumber api yang tersisa,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gorontalo, Udin M.N. Pango, dalam keterangannya.
Proses penanganan kebakaran tidak dilakukan sendiri. Damkar Kabupaten Gorontalo turut dibantu unsur TNI/Polri, petugas PLN yang mengamankan jalur listrik, serta gotong royong masyarakat setempat.
Petugas menghabiskan sekitar 4.000 liter air untuk memadamkan api. Pada pukul 08.36 WITA, situasi dinyatakan aman dan terkendali, selanjutnya armada ditarik kembali ke markas komando (Mako).
Meski tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, rumah milik Linda Nurkamiden beserta seluruh isinya ludes terbakar. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.













