
PROSESNEWS.ID — Pemerintah Kabupaten Gorontalo secara resmi melepas 149 penyuluh pertanian dan peternakan yang beralih status kepegawaian menjadi aparatur di bawah naungan Kementerian Pertanian.
Prosesi penyerahan surat keputusan (SK) peralihan status tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, bersama Wakil Bupati Tonny Junus.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 yang menargetkan percepatan swasembada pangan nasional. Dalam penyerahan simbolis tersebut, tercatat sebanyak 130 penyuluh pertanian dan 19 penyuluh peternakan resmi beralih status administrasi menjadi pegawai pemerintah pusat.
Meski secara struktural kini berada di bawah kementerian, Bupati Sofyan Puhi menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah tetap menjadi prioritas.
Menurutnya, para penyuluh tersebut tetap berperan sebagai ujung tombak di lapangan yang bekerja di wilayah Kabupaten Gorontalo untuk membimbing petani serta menjaga keberlanjutan dan kesejahteraan sektor pertanian lokal.
Bupati Sofyan berharap peralihan status ini menjadi dorongan motivasi bagi para penyuluh dalam memberikan pendampingan teknis kepada petani, khususnya dalam menghadapi tantangan pertanian modern.
“Ini bukan sekedar administrasi saja tetapi pemerintah daerah tetap menjalin sinergitas dan kolaborasi dengan Kementerian Pertanian, meskipun meraka para penyuluh di bawah naungan Kementerian Pertanian. Mereka bekerja di Kabupaten Gorontalo untuk mendukung kesejahteraan para petani” jelasnya.
Dengan status baru tersebut, jalur komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat diyakini akan semakin singkat dan efisien.
Kehadiran perwakilan pusat di tingkat lapangan diharapkan mampu mempercepat penyaluran bantuan, inovasi riset, hingga program modernisasi pertanian yang saat ini tengah digencarkan secara nasional.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Badan Riset dan Modernisasi Pertanian, Sumarni, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Darwan Usman dan Kepala Dinas Peternakan Efendi Manyoe.
Momentum ini menandai babak baru koordinasi sektor pertanian di Gorontalo. Para penyuluh kini diharapkan mampu menjalankan peran ganda, yakni sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam membawa visi nasional, sekaligus sebagai pendamping petani lokal yang memahami kondisi dan kebutuhan riil di lapangan.













