<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita alternatif es batu pengawetan ikan Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<atom:link href="https://prosesnews.id/tag/alternatif-es-batu-pengawetan-ikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prosesnews.id/tag/alternatif-es-batu-pengawetan-ikan/</link>
	<description>Konsisten, Aktual, Independen</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 May 2026 07:07:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/01/icon-prosesnews-75x75.png</url>
	<title>Berita alternatif es batu pengawetan ikan Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<link>https://prosesnews.id/tag/alternatif-es-batu-pengawetan-ikan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kunyit Jadi Alternatif Pengawet Ikan Ramah Lingkungan</title>
		<link>https://prosesnews.id/kunyit-jadi-alternatif-pengawet-ikan-ramah-lingkungan/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/kunyit-jadi-alternatif-pengawet-ikan-ramah-lingkungan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 07:07:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[alternatif es batu pengawetan ikan]]></category>
		<category><![CDATA[cara menjaga kesegaran ikan tanpa es]]></category>
		<category><![CDATA[Curcuma domestica Val pengawet ikan]]></category>
		<category><![CDATA[ikan beloso pengawetan alami]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi pengawetan ikan ramah lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[kunyit pengawet ikan]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat kunyit untuk ikan]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[pengawet ikan alami]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi pengolahan hasil perikanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=71948</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; PROSESNEWS.ID &#8211; Selama ini, es batu menjadi cara paling umum untuk menjaga kesegaran ikan....</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/kunyit-jadi-alternatif-pengawet-ikan-ramah-lingkungan/">Kunyit Jadi Alternatif Pengawet Ikan Ramah Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-71952" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/05/1f9f0286-bdf5-41ac-899f-eabccb4ec637-1.png" alt="" width="1537" height="887" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/05/1f9f0286-bdf5-41ac-899f-eabccb4ec637-1.png 1537w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/05/1f9f0286-bdf5-41ac-899f-eabccb4ec637-1-300x173.png 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/05/1f9f0286-bdf5-41ac-899f-eabccb4ec637-1-1024x591.png 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/05/1f9f0286-bdf5-41ac-899f-eabccb4ec637-1-768x443.png 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/05/1f9f0286-bdf5-41ac-899f-eabccb4ec637-1-750x433.png 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/05/1f9f0286-bdf5-41ac-899f-eabccb4ec637-1-1140x658.png 1140w" sizes="(max-width: 1537px) 100vw, 1537px" /></p>
<p><strong>PROSESNEWS.ID</strong> &#8211; Selama ini, es batu menjadi cara paling umum untuk menjaga kesegaran ikan. Namun, metode tersebut tidak selalu praktis, terutama dalam proses distribusi dan penyimpanan di daerah dengan keterbatasan fasilitas pendingin.</p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo menghadirkan solusi yang lebih sederhana dan ramah lingkungan, yakni pemanfaatan kunyit sebagai bahan pengawet alami.</p>
<p>Penelitian yang dilakukan Rita Marsuci Harmain bersama timnya menemukan bahwa larutan kunyit (<em>Curcuma domestica</em> Val.) mampu mempertahankan mutu ikan beloso (<em>Glossogobius</em> sp.) secara efektif. Temuan ini membuka peluang baru dalam pengolahan hasil perikanan berbasis bahan alami.</p>
<h4>Ikan Rentan Mengalami Pembusukan</h4>
<p>Ikan merupakan bahan pangan yang mudah mengalami kerusakan. Setelah ditangkap, aktivitas mikroorganisme serta reaksi kimia dalam tubuh ikan tetap berlangsung.</p>
<p>Tanpa penanganan yang tepat, kualitas ikan akan cepat menurun, baik dari segi tekstur, bau, maupun keamanan untuk dikonsumsi. Kondisi ini mendorong para peneliti mencari metode pengawetan yang efektif, aman, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.</p>
<h4>Uji Coba Larutan Kunyit</h4>
<p>Dalam penelitian tersebut, larutan kunyit diuji dengan berbagai konsentrasi, yakni 10 persen, 20 persen, hingga 30 persen, serta variasi waktu perendaman mulai dari beberapa jam hingga 48 jam.</p>
<p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi dan waktu perendaman sangat memengaruhi kualitas ikan. Kondisi optimal diperoleh pada larutan kunyit 30 persen dengan waktu perendaman selama 24 jam.</p>
<p>Pada kondisi tersebut, ikan masih berada dalam kualitas baik dengan nilai pH 5,72 serta jumlah bakteri (Angka Lempeng Total/ALT) sebesar 3,2×10 koloni per gram. Nilai ini masih memenuhi standar mutu ikan segar.</p>
<h4>Kandungan Antibakteri Kunyit</h4>
<p>Penurunan nilai pH selama proses perendaman menjadi indikator penting dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan.</p>
<p>Selain itu, kunyit mengandung senyawa aktif seperti fenol yang bersifat antibakteri. Senyawa ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri, sehingga memperlambat proses kerusakan ikan.</p>
<p>Meski demikian, penggunaan kunyit harus dilakukan secara tepat. Perendaman yang terlalu lama justru dapat meningkatkan jumlah bakteri setelah melewati batas optimal. Oleh karena itu, ketepatan konsentrasi dan waktu menjadi faktor kunci dalam metode ini.</p>
<h4>Potensi untuk Masyarakat</h4>
<p>Temuan ini tidak hanya relevan di tingkat laboratorium, tetapi juga berpotensi diterapkan secara luas oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha perikanan skala kecil.</p>
<p>Selain mudah diperoleh, kunyit juga lebih aman karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Penggunaannya turut mendukung konsep pengolahan pangan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.</p>
<h4>Rekomendasi Penelitian Lanjutan</h4>
<p>Untuk memperkuat hasil penelitian, tim peneliti merekomendasikan kajian lanjutan dengan menambahkan parameter lain, seperti Total Volatile Base (TVB), yang berkaitan dengan tingkat kesegaran ikan secara kimiawi.</p>
<p>Meski demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak besar. Kunyit, yang selama ini dikenal sebagai bumbu dapur, memiliki potensi sebagai alternatif pengawet alami yang efektif.</p>
<p>Ke depan, inovasi semacam ini diharapkan dapat mendukung sistem pengolahan hasil perikanan yang lebih aman, berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/kunyit-jadi-alternatif-pengawet-ikan-ramah-lingkungan/">Kunyit Jadi Alternatif Pengawet Ikan Ramah Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/kunyit-jadi-alternatif-pengawet-ikan-ramah-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
