<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berobat &#8211; Prosesnews.id</title>
	<atom:link href="https://prosesnews.id/tag/berobat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prosesnews.id</link>
	<description>Konsisten, Aktual, Independen</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 May 2021 13:09:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/01/icon-prosesnews-75x75.png</url>
	<title>Berobat &#8211; Prosesnews.id</title>
	<link>https://prosesnews.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Anak Mengidap Penyakit Gizi Buruk, Orang Tua Tidak Mampu Berobat</title>
		<link>https://prosesnews.id/anak-mengidap-penyakit-gizi-buruk-orang-tua-tidak-mampu-berobat/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/anak-mengidap-penyakit-gizi-buruk-orang-tua-tidak-mampu-berobat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arfandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 May 2021 13:09:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Berobat]]></category>
		<category><![CDATA[Gizi Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kabgor]]></category>
		<category><![CDATA[Limboto]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Susah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=27758</guid>

					<description><![CDATA[PROSESNEWS.ID &#8211; Sepasang suami istri di Desa Hunggaluwa Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo (Kabgor) terpaksa harus...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_27759" aria-describedby="caption-attachment-27759" style="width: 782px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-27759" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-05-at-15.15.36-300x239.jpeg" alt="" width="782" height="623" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-05-at-15.15.36-300x239.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-05-at-15.15.36-250x199.jpeg 250w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/05/WhatsApp-Image-2021-05-05-at-15.15.36.jpeg 719w" sizes="(max-width: 782px) 100vw, 782px" /><figcaption id="caption-attachment-27759" class="wp-caption-text">Anak Mengidap Penyakit Gizi Buruk, Orang Tua Tidak Mampu Berobat</figcaption></figure>
<p><strong>PROSESNEWS.ID &#8211;</strong> Sepasang suami istri di Desa Hunggaluwa Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo (Kabgor) terpaksa harus merawat merawat anak mereka di rumah. Hal Ini diakibatkan karena keterbatasan ekonomi untuk pergi berobat.</p>
<p>Diketahui, saat di diagnosa anak kesayangan mereka yang bernama Mohammad Fikran Hutoti (14) mengidap penyakit gizi buruk dan harus berobat dengan biaya yang tidak sedikit.</p>
<p>Saat ini, kedua orang tua hanya mampu memberikan obat obatan tradisional kepada sang anak. Mahalnya harga obat serta perawatan membuat mereka mengurungkan niatnya untuk berobat</p>
<p>&#8220;Jangankan membeli obat, untuk makan sehari-hari kami tak punya,&#8221; kata Widyawati Kadir, ibu dari sang anak pengidap penyakit gizi buruk.</p>
<p>Lebih menyedihkan lagi, keluarga ini hanya mengandalkan bantuan dari tetangga sebagai penghidupan sehari-hari. Sebab, diketahui sang ayah hanya bekerja serabutan.</p>
<p>&#8220;Abd Rahman mendapatkan upah hanya dengan memberikan jasa kepada orang lain. Itupun jika ada orang yang membutuhkan jasanya&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kepada awak media <strong>Prosesnews.id</strong> keluarga menceritakan  anak tersebur sering berteriak kesakitan akibat dari penyakit yang dideritanya. Bahkan, sekarang anak tersebut sudah kelihatan kurus kering.</p>
<pre>
Reporter : Abd Kadir Djauhari</pre>
<p><strong>Untuk donasi bisa di transfer melalui</strong><br />
<strong>Rek BRI  202301026504501 a.n Yuniar Katili.</strong><br />
<strong>Konfirmasi CP 085396091069, Aldin Kuuna</strong><br />
<strong>bisa Juga diantar langsung langsung kepada pihak keluarga.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/anak-mengidap-penyakit-gizi-buruk-orang-tua-tidak-mampu-berobat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
