<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Hari Kesaktian Pancasila Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<atom:link href="https://prosesnews.id/tag/hari-kesaktian-pancasila/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prosesnews.id/tag/hari-kesaktian-pancasila/</link>
	<description>Konsisten, Aktual, Independen</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Oct 2026 05:50:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/01/icon-prosesnews-75x75.png</url>
	<title>Berita Hari Kesaktian Pancasila Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<link>https://prosesnews.id/tag/hari-kesaktian-pancasila/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Incar Promo Hari Pertama, Pendaftar GHM 2026 Tembus 300 Peserta</title>
		<link>https://prosesnews.id/incar-promo-hari-pertama-pendaftar-ghm-2026-tembus-300-peserta/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/incar-promo-hari-pertama-pendaftar-ghm-2026-tembus-300-peserta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2026 05:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pemprov Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[event Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[GHM 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo Half Marathon]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo Half Marathon 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Gusnar Ismail]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kesaktian Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Idah Syahidah Rusli Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[lari Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[sport tourism Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Sultan Kalupe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=75057</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID — Antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2026 terus menunjukkan perkembangan positif....</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/incar-promo-hari-pertama-pendaftar-ghm-2026-tembus-300-peserta/">Incar Promo Hari Pertama, Pendaftar GHM 2026 Tembus 300 Peserta</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-75058" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-02-at-12.42.39.jpeg" alt="" width="1600" height="991" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-02-at-12.42.39.jpeg 1600w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-02-at-12.42.39-300x186.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-02-at-12.42.39-1024x634.jpeg 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-02-at-12.42.39-768x476.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-02-at-12.42.39-1536x951.jpeg 1536w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-02-at-12.42.39-750x465.jpeg 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-02-at-12.42.39-1140x706.jpeg 1140w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p><strong>PROSESNEWS.ID</strong> — Antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Gorontalo Half Marathon (GHM) 2026 terus menunjukkan perkembangan positif. Pada hari pertama promo pendaftaran, tercatat sebanyak 300 peserta telah mendaftar untuk mengikuti ajang lari yang menjadi bagian dari pengembangan sport tourism di Provinsi Gorontalo.</p>
<p>Seiring dengan promo pendaftaran, panitia GHM 2026 juga terus menggencarkan sosialisasi melalui program Road to Gorontalo Half Marathon 2026 dengan menyasar sejumlah sekolah dan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.</p>
<p>Sosialisasi tersebut bertujuan memperluas informasi mengenai pelaksanaan GHM 2026 sekaligus mengajak pelajar, aparatur sipil negara (ASN), dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam event tersebut.</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menyampaikan bahwa capaian 300 pendaftar pada hari pertama promo menjadi awal yang positif dalam membangun antusiasme masyarakat.</p>
<p>“Alhamdulillah, pada hari pertama promo sudah tercatat 300 peserta yang mendaftar. Kami berharap antusiasme ini terus meningkat. Karena itu, selain menghadirkan promo pendaftaran, kami juga aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan OPD agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan ikut ambil bagian dalam Gorontalo Half Marathon 2026,” ujar Sultan.</p>
<p>Menurutnya, GHM 2026 tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mendorong budaya hidup sehat, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memperkenalkan potensi pariwisata daerah melalui konsep sport tourism.</p>
<p>Pelaksanaan GHM 2026 juga sejalan dengan program Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dalam mendorong pengembangan pariwisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan kegiatan berbasis potensi daerah.</p>
<p>Panitia mengajak masyarakat memanfaatkan promo pendaftaran dalam rangka Hari Kesaktian Pancasila yang berlangsung pada 1–5 Oktober 2026 dan menjadi bagian dari kemeriahan Gorontalo Half Marathon 2026.</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/incar-promo-hari-pertama-pendaftar-ghm-2026-tembus-300-peserta/">Incar Promo Hari Pertama, Pendaftar GHM 2026 Tembus 300 Peserta</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/incar-promo-hari-pertama-pendaftar-ghm-2026-tembus-300-peserta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa PKI Tidak &#8220;Laku&#8221; di Gorontalo?</title>
		<link>https://prosesnews.id/mengapa-pki-tidak-laku-di-gorontalo/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/mengapa-pki-tidak-laku-di-gorontalo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Oct 2023 12:36:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Funco Tanipu]]></category>
		<category><![CDATA[G30S PKI]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kesaktian Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Funco Tanipu]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Komunis]]></category>
		<category><![CDATA[PKI]]></category>
		<category><![CDATA[UNG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=51121</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID — Pada Pemilu tahun 1955, Partai Komunis Indonesia (PKI) meraih 0.78 % suara, sedangkan...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/mengapa-pki-tidak-laku-di-gorontalo/">Mengapa PKI Tidak &#8220;Laku&#8221; di Gorontalo?</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-51122" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/10/FB_IMG_1696163372403.jpg" alt="" width="720" height="480" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/10/FB_IMG_1696163372403.jpg 720w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2023/10/FB_IMG_1696163372403-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<p><strong>PROSESNEWS.ID</strong> — Pada Pemilu tahun 1955, Partai Komunis Indonesia (PKI) meraih 0.78 % suara, sedangkan partai Islam yakni Masyumi, PSII dan NU meraih 84.4 %. Adapun partai nasional yang diwakili PNI meraih sekitar 12 % suara.</p>
<p>Jika merujuk pada data jumlah penduduk tahun 1950 an, penduduk Gorontalo berada pada kisaran 300 ribu jiwa, berarti pemilih PKI sejumlah kurang lebih 2000 an orang. Sedangkan pemilih partai Islam di Gorontalo sekitar 250 ribuan orang.</p>
<p>Secara nasional, jumlah pemilih PKI berada pada urutan keempat setelah PNI, Masyumi dan NU. Total pemilih PKI pada saat itu sekitar 16.4 % atau sekitar 6 juta pemilih.</p>
<p>Hasil perolehan PKI secara nasional yang berbeda jauh dengan perolehan suara di Gorontalo memberikan pesan bahwa PKI termasuk metode beserta ideologinya &#8220;tidak laku&#8221; di Gorontalo. Mengapa hal tersebut terjadi?</p>
<p>Pertama, isu kampanye yang dilancarkan oleh PKI yakni ketimpangan, ketidakadilan, dan kesenjangan yang dirasakan rakyat saat itu menjadi topik yang dikampanyekan oleh Masyumi, NU dan PSII. Dalil dan strategi PKI yang menggunakan asumsi Marxian tidak mempan untuk mengubah persepsi masyarakat Gorontalo. Seperti contoh isu kelas yang digencarkan untuk menarik garis beda antar masyarakat sulit terterima karena sistem kekerabatan Gorontalo yang begitu kuat. Sistem Ngala&#8217;a yang berbasis marga (yang kemudian saling terkait dalam perkawinan) begitu kuat dan dipengaruhi oleh tokoh-tokoh keluarga yang memiliki kaitan erat dengan para Wuleya lo Lipu, sehingga polarisasi berbasis kelas ala Marxian tidak berhasil.</p>
<p>Kedua, PKI di Gorontalo tidak memiliki basis wilayah yang kuat, bahkan terpencar tanpa jejaring politik yang kuat. Lemahnya jejaring tersebut karena struktur sosial Islam di Gorontalo yang berbasis pada kekerabatan kuat telah menjadi benteng nilai dan juga struktural. Di Jawa, pertentangan antara PKI dan Islam begitu tegang, sehingga menyebabkan banyaknya pembantaian. Hal ini berbeda dengan Gorontalo karena dari segi jumlah sudah kalah, apalagi jejaring dan struktur politik yang dikuasai oleh tokoh-tokoh elit agama lokal. Selain itu, walaupun di Gorontalo tidak memiliki basis-basis seperti pesantren, namun Islam di Gorontalo &#8220;hidihima mototoheto&#8221; (&#8220;dipegang&#8221; atau diyakini secara kuat, dengan batin) karena adanya guru-guru agama kampung yang merangkap menjadi tokoh adat. Walaupun di Gorontalo pada saat itu ada yang masuk dalam kategori &#8220;abangan&#8221;, tetapi karena intensitas pelaksanaan tradisi keagamaan/adat di Gorontalo cukup sering maka &#8220;konsolidasi&#8221; pun menjadi lebih kuat.</p>
<p>Ketiga, peran tokoh agama sekaligus tokoh adat yang begitu sentral di Gorontalo menjadikan mereka sebagai episentrum informasi yang terpercaya dan informasi itu disebarkan melalui metode &#8220;lolohuma&#8221; (saling bisik), tidak dalam kegiatan yang menghadirkan massa yang banyak. Nah, distribusi informasi &#8220;negatif&#8221; tentang PKI cepat menyebar dan bahkan menjadi &#8220;hantu&#8221; sebab jaringan kekerabatan Gorontalo yang dikuasai tokoh non PKI menjadi medium kuat dalam penyebaran informasi itu. Contohnya, pada waktu tahun 90 an, bisa kita lihat betapa penyebaran informasi &#8220;gola&#8221; (penculik anak-anak) hanya dalam tempo beberapa waktu bisa menyebar cepat dari Popayato ke Taludaa. Dalam kurun waktu yang sama, &#8220;dudu-dudula&#8221; (bertemu, berdekatan, tidak saja secara fisik, tapi juga secara kultur) sambil &#8220;hitambelanga&#8221; (duduk bersila dalam bentuk lingkaran). Hari ini, metode tersebut dikomodifikasi menjadi &#8220;karlota&#8221; (karlota adalah tokoh di film Maria Cinta yang Hilang).</p>
<p>Pertanyaannya, apakah tidak &#8220;lakunya&#8221; PKI saat lalu bisa dijadikan pelajaran bagi partai-partai di Gorontalo hari ini (menjelang Pemilu)? Karena sejarah politik Gorontalo termasuk perspektif sosio-antropologis dalam memahami kondisi masyarakat Gorontalo masih relevan dengan kondisi sosial-politik hari ini.</p>
<p>Relevansi tersebut tergantung pemahaman setiap partai politik dalam mengartikulasikan langkah dan metode politiknya, bahwa jika ingin meraih &#8220;kemenangan politik&#8221; yang besar di Gorontalo mau tidak mau harus memanfaatkan jaringan kekerabatan berbasis marga dan bagaimana bisa melibatkan tokoh-tokoh dalam keluarga tersebut untuk menjadi agen.</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/mengapa-pki-tidak-laku-di-gorontalo/">Mengapa PKI Tidak &#8220;Laku&#8221; di Gorontalo?</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/mengapa-pki-tidak-laku-di-gorontalo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
