<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Hungayono Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<atom:link href="https://prosesnews.id/tag/hungayono/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prosesnews.id/tag/hungayono/</link>
	<description>Konsisten, Aktual, Independen</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Feb 2026 09:57:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/01/icon-prosesnews-75x75.png</url>
	<title>Berita Hungayono Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<link>https://prosesnews.id/tag/hungayono/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penelitian Ungkap Kekayaan Tersembunyi Flora Meliaceae di Hungayono</title>
		<link>https://prosesnews.id/penelitian-ungkap-kekayaan-tersembunyi-flora-meliaceae-di-hungayono/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/penelitian-ungkap-kekayaan-tersembunyi-flora-meliaceae-di-hungayono/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 09:57:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Hungayono]]></category>
		<category><![CDATA[UNG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=70970</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Kawasan Wisata Alam Hungayono di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) tidak hanya...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/penelitian-ungkap-kekayaan-tersembunyi-flora-meliaceae-di-hungayono/">Penelitian Ungkap Kekayaan Tersembunyi Flora Meliaceae di Hungayono</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_70971" aria-describedby="caption-attachment-70971" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-70971 size-full" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/02/Hutan_Hungayono.jpg" alt="" width="1280" height="748" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/02/Hutan_Hungayono.jpg 1280w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/02/Hutan_Hungayono-300x175.jpg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/02/Hutan_Hungayono-1024x598.jpg 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/02/Hutan_Hungayono-768x449.jpg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/02/Hutan_Hungayono-750x438.jpg 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/02/Hutan_Hungayono-1140x666.jpg 1140w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-70971" class="wp-caption-text">(Sumber: Wikipedia)</figcaption></figure>
<p data-start="0" data-end="423"><strong>PROSESNEWS.ID</strong> &#8211; Kawasan Wisata Alam Hungayono di <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Taman Nasional Bogani Nani Wartabone</span></span> (TNBNW) tidak hanya menawarkan pesona pemandian air panas dan burung maleo. Di balik rimbunnya kanopi hutan hujan tropis Gorontalo, tersimpan kekayaan botani yang luar biasa. Untuk pertama kalinya, sebuah penelitian ilmiah berhasil memetakan keberadaan famili Meliaceae—kelompok tumbuhan berkayu yang memiliki nilai ekologis tinggi—di kawasan tersebut.</p>
<p data-start="425" data-end="687">Penelitian yang digawangi oleh <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Moh Sapitri Bantali</span></span>, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Dewi Wahyuni K. Baderan</span></span>, dan <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Melisnawati H. Angio</span></span> ini menjadi tonggak penting dalam pendataan biodiversitas lokal yang selama ini belum terjamah secara spesifik.</p>
<p data-start="689" data-end="1063">Dari penelusuran di lapangan, tim peneliti berhasil mengidentifikasi 10 spesies berbeda dengan total 192 individu. Menariknya, <em data-start="816" data-end="836">Lansium domesticum</em> atau yang lebih dikenal sebagai pohon langsat, tampil sebagai spesies yang paling mendominasi. Selain langsat, jenis lain seperti <em data-start="967" data-end="975">Aglaia</em> sp. dan <em data-start="984" data-end="1014">Didymocheton gaudichaudianus</em> turut menghiasi kerapatan vegetasi di Hungayono.</p>
<p data-start="1065" data-end="1363">Secara statistik, keanekaragaman di wilayah ini masuk dalam kategori sedang (H&#8217; = 1,91). Angka ini memberikan sinyal positif: meskipun Hungayono merupakan area wisata yang aktif dikunjungi manusia, ekosistemnya masih tergolong stabil dan mampu mendukung kehidupan tumbuhan penyokong hutan tersebut.</p>
<p data-start="1365" data-end="1634">Temuan yang paling mencuri perhatian adalah status konservasi para penghuni hijau ini. Empat spesies yang ditemukan ternyata masuk dalam daftar merah <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">IUCN</span></span> dengan kategori <em data-start="1569" data-end="1581">Vulnerable</em> (rentan) hingga <em data-start="1598" data-end="1615">Near Threatened</em> (hampir terancam).</p>
<p data-start="1636" data-end="1956">Hal ini menjadi pengingat bagi pengelola dan wisatawan. Hungayono bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan “benteng terakhir” bagi spesies-spesies yang mulai langka di alam liar. Aktivitas ekowisata di sini harus berjalan beriringan dengan upaya perlindungan agar keberlanjutan flora ini tetap terjaga hingga masa depan.</p>
<p data-start="1958" data-end="2089">Keberhasilan famili Meliaceae bertahan di Hungayono bukan tanpa alasan. Tim peneliti mencatat kondisi lingkungan yang sangat ideal:</p>
<ul data-start="2091" data-end="2237">
<li data-start="2091" data-end="2143">
<p data-start="2093" data-end="2143">Suhu udara rata-rata 28,3°C (hangat khas tropis)</p>
</li>
<li data-start="2144" data-end="2187">
<p data-start="2146" data-end="2187">Kelembapan mencapai 84% (sangat lembap)</p>
</li>
<li data-start="2188" data-end="2237">
<p data-start="2190" data-end="2237">pH tanah berada di angka 6,5 (mendekati netral)</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2239" data-end="2506">Menurut tim peneliti, hasil studi ini menyediakan data dasar penting bagi pengelolaan keanekaragaman hayati dan dapat menjadi rujukan bagi kebijakan konservasi, pendidikan lingkungan, serta pengembangan ekowisata berkelanjutan di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.</p>
<p data-start="2508" data-end="2704" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Penelitian ini dipublikasikan dalam <em data-start="2544" data-end="2564">Bioculture Journal</em> Vol. 2 No. 2 Tahun 2025 dan dilakukan dengan metode eksploratif menggunakan teknik <em data-start="2648" data-end="2670">probability sampling</em> di kawasan Wisata Alam Hungayono.</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/penelitian-ungkap-kekayaan-tersembunyi-flora-meliaceae-di-hungayono/">Penelitian Ungkap Kekayaan Tersembunyi Flora Meliaceae di Hungayono</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/penelitian-ungkap-kekayaan-tersembunyi-flora-meliaceae-di-hungayono/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
