<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Kepulauan Riau Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<atom:link href="https://prosesnews.id/tag/kepulauan-riau/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prosesnews.id/tag/kepulauan-riau/</link>
	<description>Konsisten, Aktual, Independen</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Feb 2021 03:30:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/01/icon-prosesnews-75x75.png</url>
	<title>Berita Kepulauan Riau Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<link>https://prosesnews.id/tag/kepulauan-riau/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kisah Kue Cinta Putri Kerajaan Bintan</title>
		<link>https://prosesnews.id/kisah-kue-cinta-putri-kerajaan-bintan/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/kisah-kue-cinta-putri-kerajaan-bintan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majid Rahman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2021 03:30:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[Batang buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Bintan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner Tradisional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=22624</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kue “batang buruk” tidak seburuk namanya. Rupanya menarik dan rasanya lezat. Ada kisah dari penamaan...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/kisah-kue-cinta-putri-kerajaan-bintan/">Kisah Kue Cinta Putri Kerajaan Bintan</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Kue “batang buruk” tidak seburuk namanya. Rupanya menarik dan rasanya lezat. Ada kisah dari penamaan kue tradisional asal Bintan ini.</em></p></blockquote>
<figure id="attachment_22625" aria-describedby="caption-attachment-22625" style="width: 651px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-22625 " src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/02/1613271981_80775B70_8A4D_4EC6_A0F7_DC95C0DBD389.jpeg" alt="" width="651" height="456" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/02/1613271981_80775B70_8A4D_4EC6_A0F7_DC95C0DBD389.jpeg 421w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/02/1613271981_80775B70_8A4D_4EC6_A0F7_DC95C0DBD389-300x210.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/02/1613271981_80775B70_8A4D_4EC6_A0F7_DC95C0DBD389-250x175.jpeg 250w" sizes="(max-width: 651px) 100vw, 651px" /><figcaption id="caption-attachment-22625" class="wp-caption-text">Kue Batang Buruk. Foto: KEMENDIKBUD.GO.ID</figcaption></figure>
<p><strong>Provinsi Kepulauan Riau</strong> tak hanya kaya dengan keragaman budaya seni dan adat. Provinsi dengan gugusan 1.350 pulau besar dan kecil ini juga menghadirkan kekayaan kuliner yang nikmat dan mengundang selera dan tentu saja unik. Salah satunya adalah makanan ringan berupa “kue batang buruk”, yang biasa disajikan pada acara-acara khusus termasuk saat Hari Raya Idulfitri.</p>
<p>Kue ini ukurannya hanya berkisar 3-4 sentimeter. Kue tradisional ini masih bisa dijumpai di daerah Bintan dan Tanjungpinang. Kue batang buruk tidaklah seburuk namanya. Rasanya lezat dan menggugah selera siapa saja yang mencicipinya.</p>
<p>Kue ini dibuat dari tepung gandum dicampur dengan tepung beras dan tepung kelapa yang diuli. Aneka tepung tadi kemudian dibentuk menjadi sebuah adonan menggunakan mesin pencampur atau <em>mixer</em>. Jangan lupa ditambahkan mentega dan sedikit air agar adonan lebih mengikat.</p>
<p>Setelah semua tepung bercampur rata menjadi sebuah adonan, kemudian potong adonan tadi menjadi tiga bagian besar untuk diratakan. Lalu adonan yang telah rata dan tipis tadi dipotong-potong lagi menjadi beberapa bagian berbentuk persegi panjang. Gunakan sebuah batang besi berbentuk silinder untuk menggulung adonan tipis persegi panjang itu membentuk gulungan berongga di bagian tengah.</p>
<p>Kemudian gulungan berongga tadi digoreng di minyak panas dan tiriskan. Setelah dingin, kue dimasukkan ke adonan berisi campuran serbuk kacang hijau goreng, gula halus dan susu bubuk atau susu kental manis. Sebelum mencicipi, jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Cara ini sebagai bagian dari protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona. Ini juga agar tangan tetap dalam kondisi higienis dan terbebas dari virus dan kuman.</p>
<p><strong>Kisah Menarik</strong></p>
<p>Meski berukuran kecil, ada kisah menarik di balik penamaan kue batang buruk ini. Seperti dikutip dari laman Balai Pelestarian Nilai Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kue ini sudah dikenal sejak empat abad silam. Semua bermula dari kisah cinta Wan Sendari. Ia merupakan putri sulung Baginda Raja Tua yang memerintah Kerajaan Bintan sekitar 450 tahun silam.</p>
<p>Wan Sendari rupanya saat itu memendam rasa cinta kepada seorang pemuda nan gagah rupawan, namanya Raja Andak dengan gelar Panglima Muda Bintan. Namun sayang, cinta sang putri hanya bertepuk sebelah tangan. Sang pujaan hati justru lebih memilih Wan Inta yang tak lain adalah adik kandung Wan Sendari.</p>
<p>Sang putri yang sedang patah hati itu kemudian berusaha mengusir kegalauannya dengan menyibukkan diri mencoba sebuah resep masakan baru di dapur istana kerajaan bersama para pengasuhnya. Wan Sendari berhasil menciptakan sebuah kue ringan yang unik. Jika digigit kue maka akan hancur berderai.</p>
<p>Selepas membuat kue buatan sendiri, Wan Sendari lalu memohon kepada sang raja, yang tak lain adalah ayahnya sendiri. Ia memohon agar diperbolehkan menyajikan kue tadi untuk lingkungan istana termasuk juga kepada para tamu kerajaan.</p>
<p>Baginda Raja Tua tak mampu menolak permohonan tulus dari sang buah hati. Hatinya pun luluh dan memberi kesempatan Wan Sendari untuk menyajikan kue buatannya itu kepada para tamu kerajaan. Hingga pada suatu hari, Baginda Raja Tua pun menggelar sebuah pertemuan dan seluruh petinggi kerajaan dikumpulkan. Saat itu pula Wan Sendari memamerkan kue hasil karyanya untuk dinikmati oleh para tamu yang diundang ayahnya. Di antara para tamu tadi terdapat pula Raja Andak, lelaki idaman sang putri.</p>
<p>Ketika tiba waktunya sang raja mempersilakan mencicipi kue buatan putri kesayangan, para tamu pun antusias untuk segera melahap kue-kue yang mengundang selera itu. Sayangnya ketika sedang menikmati kue, mendadak mereka harus menahan malu. Lantaran kue-kue yang sudah lumat di dalam mulut para tamu mendadak berjatuhan.</p>
<p>Serpihannya berserak memenuhi sebagian pakaian kebesaran yang dikenakan para tamu. Mereka pun merasa malu dan hanya bisa tertunduk karena merasa kerepotan memakan kue buatan sang putri. Tetapi tidak demikian dengan Raja Andak, pria pujaan Wan Sendari. Hanya panglima muda ini saja yang memakan kue tetapi tidak satu pun serpihan kue yang mengotori baju kebesarannya.</p>
<p>Rupanya Panglima Muda Bintan memegang teguh filosofi di Kerajaan Bintan. “Biar pecah di mulut asal jangan pecah di tangan,” begitu bunyi filosofi yang berkembang saat itu. Ini menggambarkan bagaimana seorang bangsawan mempunyai etika pada saat makan. Tak terkecuali ketika sedang mencicipi sebuah kudapan.</p>
<p>Apabila seseorang bangsawan terburu-buru dan ceroboh ketika makan atau mencicipi penganan, maka mencerminkan betapa buruknya tingkah laku bangsawan tersebut. Ternyata melalui kue ini pula Wan Sendari membuktikan kepada dirinya bahwa ia tidak salah dalam memilih pria idaman meski pada akhirnya hanya bertepuk sebelah tangan.</p>
<pre><strong>Penulis: Anton Setiawan
Editor: Eri Sutrisno/Elvira Inda Sari
Redaktur Bahasa: Ratna Nuraini</strong></pre>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/kisah-kue-cinta-putri-kerajaan-bintan/">Kisah Kue Cinta Putri Kerajaan Bintan</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/kisah-kue-cinta-putri-kerajaan-bintan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mendandani Teras Indonesia di Natuna</title>
		<link>https://prosesnews.id/mendandani-teras-indonesia-di-natuna/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/mendandani-teras-indonesia-di-natuna/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2021 15:40:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Batas Negara Natuna]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Natuna]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Serasan]]></category>
		<category><![CDATA[Serasan Natuna]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=20275</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemerintah akan membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu di Serasan, Natuna Provinsi Kepulauan Riau...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/mendandani-teras-indonesia-di-natuna/">Mendandani Teras Indonesia di Natuna</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_20276" aria-describedby="caption-attachment-20276" style="width: 631px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class=" wp-image-20276" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/01/Pulau-Serasan-Natuna-prosesnews.id_.jpeg" alt="Pulau Serasan" width="631" height="396" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/01/Pulau-Serasan-Natuna-prosesnews.id_.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/01/Pulau-Serasan-Natuna-prosesnews.id_-300x188.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/01/Pulau-Serasan-Natuna-prosesnews.id_-250x157.jpeg 250w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/01/Pulau-Serasan-Natuna-prosesnews.id_-750x471.jpeg 750w" sizes="(max-width: 631px) 100vw, 631px" /><figcaption id="caption-attachment-20276" class="wp-caption-text">Pulau Serasan Natuna</figcaption></figure>
<blockquote><p>Pemerintah akan membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu di Serasan, Natuna Provinsi Kepulauan Riau dengan konsep laut. Ini akan menjadi pos perbatasan terpadu pertama yang dibangun di kawasan perairan.</p></blockquote>
<p><a href="https://indonesia.go.id/ragam/budaya/sosial/mendandani-teras-indonesia-di-natuna"><strong>Indonesia</strong></a> adalah salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas bentang daratan seluas 1.913.578 kilometer persegi (km2) dan lautan mencapai 3.273.810 km2. Di dalamnya terdapat 17.508 pulau besar dan kecil di mana beberapa di antaranya bersinggungan batas wilayah dengan negara lain. Persinggungan batas wilayah negara ini kerap membuat penduduk di perbatasan kedua negara mempunyai keterikatan sosial budaya serta hadirnya aktivitas perekonomian tradisional.</p>
<p>Namun, tak jarang pula wilayah perbatasan ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk dijadikan sebagai jalur tikus penyelundupan. Berbagai barang bernilai<a href="https://prosesnews.id/bantu-pemerintah-pulihkan-ekonomi-dwp-boalemo-gelar-pelatihan-umkm/"> ekonomi</a> tinggi, mulai dari pakaian, produk elektronik, makanan minuman, hingga narkotika kerap lolos melalui kawasan perbatasan ini.</p>
<p>Indonesia sebagai pemilik kedaulatan wilayah perbatasan tidak abai dan tidak mentolerir setiap aktivitas perdagangan gelap dan perlintasan ilegal warga dari negara lain. Patroli rutin pun dilakukan para prajurit TNI penjaga perbatasan. Begitu pula dengan kehadiran pos-pos perbatasan negara yang telah dibangun sejak puluhan tahun lalu.</p>
<p>Pos lintas batas Entikong di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, merupakan beranda terdepan resmi pertama yang dimiliki Indonesia ketika dibuka pada 1 Oktober 1989. Sebagai beranda terdepan Indonesia, pos perbatasan dengan tampilan sederhana dan gaya bangunan seadanya belum mencerminkan Indonesia sebagai sebuah negara besar.</p>
<p>Karena itu Presiden Joko Widodo pun menerbitkan Instruksi Presiden nomor 6 tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang. Presiden pun berharap dengan terbitnya inpres tersebut, yang dilanjutkan pembangunan PLBN Terpadu, akan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar serta bagi kedua negara. Anggaran sebesar Rp1,5 triliun pun disiapkan untuk mempermak wajah-wajah teras depan Indonesia agar jauh lebih cantik dan lebih megah.</p>
<p>Ketujuh PLBN yang berada di Pulau Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara itu dalam waktu tak lebih dari tiga tahun sejak terbitnya inpres tersebut telah berubah wajah. Kini, PLBN Entikong, Badau, Aruk di Kalimantan Barat, kemudian Motaain, Motamassin, Wini (Nusa Tenggara Timur), dan Skouw (Papua) sudah berubah total. Pos-pos perbatasan itu berdiri sangat megah dan telah menjalankan fungsinya sebagai beranda depan yang membanggakan tak hanya bagi masyarakat sekitar tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Jalan beraspal mulus ikut dibangun sebagai akses utama menuju PLBN Terpadu.</p>
<p>Bukan hanya dibanggakan karena kemegahan bangunan semata, kehadiran PLBN Terpadu telah mencerminkan Indonesia sebagai bangsa yang besar. Hal terpenting lainnya adalah fungsi pertahanan keamanan sekaligus sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah perbatasan Indonesia.</p>
<p>Berkaca dari kesuksesan kehadiran PLBN Terpadu, pemerintah kembali melanjutkan pembangunan 11 PLBN sebagai teras terdepan Indonesia. Presiden pun menerbitkan Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2019 mengenai Percepatan Pembangunan 11 PLBN Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan.</p>
<p>Menurut Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Tito Karnavian, ke-11 PLBN itu akan dibangun di Serasan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, kemudian di Jagoi Babang (Kabupaten Bengkayang) dan Sei Kelik (Kabupaten Sintang) yang berada di Kalimantan Barat.</p>
<p>Di Kalimantan Utara, pemerintah akan membangun PLBN di Long Nawang (Kabupaten Malinau), Long Midang/Krayan dan Labang serta Sei Nyamuk (Kabupaten Nunukan). Di Nusa Tenggara Timur, ada PLBN di Oepoli (Kabupaten Kupang) dan Napan (Kabupaten Timor Tengah Utara). Terakhir adalah pembangunan PLBN di Papua, yaitu di Yetetkun (Kabupaten Boven Digoel) dan Sota (Kabupaten Merauke).</p>
<p>PLBN di Atas Air</p>
<p>Tak seperti pos lintas batas lainnya yang berlokasi di daratan, bangunan PLBN Terpadu Natuna di Kecamatan Serasan akan berdiri di atas permukaan laut. Ini akan menjadi PLBN Indonesia pertama yang dibangun di perairan. PLBN Serasan berjarak sekitar 536,61 km dari Pelabuhan Sri Bintan Pura, Kota Tanjung Pinang.</p>
<p>Konstruksi PLBN Terpadu Serasan mulai dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau, Direktorat Jenderal Cipta Karya sejak 5 November 2020 dan ditargetkan selesai 27 Februari 2022. Perusahaan BUMN Karya PT Adhi Karya Tbk dan PT Ciriajasa Cipta Mandiri pun telah ditunjuk sebagai kontraktor dengan nilai kontrak pembangunan mencapai Rp133,1 miliar yang bersumber dari APBN tahun 2020-2021.</p>
<p>Selain fasilitas standar PLBN Terpadu, pos perbatasan Serasan juga akan dilengkapi oleh dermaga sandar kapal dan kantor syahbandar. Semua itu untuk mendukung pengawasan lalu lintas transportasi laut yang masuk ke Serasan. Saat ini tengah dilakukan pekerjaan persiapan dan mobilisasi alat serta material antara lain tiang pancang, pasir, batu split, besi cor, dan alat batching plant.</p>
<p>Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, keberadaan PLBN Terpadu Serasan memiliki nilai strategis sebagai beranda terdepan Indonesia karena berbatasan langsung dengan Negara Vietnam dan Kamboja di sebelah utara, Singapura dan Malaysia bagian barat dan timur. Jumlah pelintas batas yang masuk melalui Serasan tercatat sebanyak 30 orang setiap minggunya.</p>
<p>&#8220;Pembangunan PLBN tidak hanya sebagai gerbang masuk, melainkan menjadi embrio pusat pertumbuhan ekonomi wilayah yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan sebagai beranda terdepan Indonesia,&#8221; kata Menteri Basuki.</p>
<p>Mengutip pernyataan Kepala BPPW Kepri Albert Reinaldo, lahan PLBN Serasan berada di kawasan pelabuhan domestik milik Kementerian Perhubungan seluas 10.870 meter persegi (m2). Semula lahan tersebut digunakan sebagai Pelabuhan Serasan di bawah pengawasan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas II Tarempa.</p>
<p>Sedangkan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal berharap kehadiran PLBN Serasan ini dapat mendukung peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Natuna. Terlebih, Serasan merupakan titik terdekat dengan Sematan di Malaysia Timur yang dapat dijangkau melalui perjalanan laut selama enam jam. Demikian dikutip dari pernyataan bupati seperti dilansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Natuna di www.natunakab.go.id saat menyaksikan penandatanganan kontrak pembangunan PLBN Serasan, 5 November 2020 lalu.</p>
<p>Semoga saja kehadiran PLBN Serasan nantinya juga dapat meningkatkan jumlah kunjungan turis asing untuk berwisata ke Pantai Sisi yang dinobatkan sebagai salah satu pantai terbersih di dunia pada 2006 oleh media pariwisata ternama, Islands Magazine.</p>
<p>&nbsp;</p>
<pre><strong>Penulis: Anton Setiawan</strong></pre>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/mendandani-teras-indonesia-di-natuna/">Mendandani Teras Indonesia di Natuna</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/mendandani-teras-indonesia-di-natuna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
