<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Provinsi Maluku Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<atom:link href="https://prosesnews.id/tag/provinsi-maluku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prosesnews.id/tag/provinsi-maluku/</link>
	<description>Konsisten, Aktual, Independen</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Jul 2021 04:24:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/01/icon-prosesnews-75x75.png</url>
	<title>Berita Provinsi Maluku Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<link>https://prosesnews.id/tag/provinsi-maluku/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pulau Banda Neira, Tempat Pengasingan Bung Hatta dan Sutan Syahrir</title>
		<link>https://prosesnews.id/pulau-banda-neira-tempat-pengasingan-bung-hatta-dan-sutan-syahrir/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/pulau-banda-neira-tempat-pengasingan-bung-hatta-dan-sutan-syahrir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majid Rahman]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2021 04:24:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[Banda Neira]]></category>
		<category><![CDATA[Google News Initiative]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Maluku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=31960</guid>

					<description><![CDATA[<p>DItulis oleh Kemenparekraf.go.id, Banda Neira Merupakan Surga di Timur Indonesia Banda Neira merupakan salah satu...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/pulau-banda-neira-tempat-pengasingan-bung-hatta-dan-sutan-syahrir/">Pulau Banda Neira, Tempat Pengasingan Bung Hatta dan Sutan Syahrir</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/PARIWISATA_DESTINASI_shutterstock_234607858_fenkieandreas_9cd60272d1-1024x680.jpg" alt="" class="wp-image-31961" width="580" height="385"/><figcaption>Keindahan kawasan Banda Neira, menampilkan dua sisi, landscape dan seascape. (Foto: Shutterstock/Fenkieandreas)</figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>DItulis oleh Kemenparekraf.go.id, Banda Neira Merupakan Surga di Timur Indonesia</em></strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Banda Neira merupakan salah satu dari sepuluh pulau vulkanik di Kepulauan Banda, Provinsi Maluku. Di balik keindahan alamnya, Banda Neira pernah menjadi daerah penghasil rempah pala satu-satunya di dunia.</p></blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Sekitar 500 tahun lalu, nilai segenggam pala setara dengan segenggam emas. Karena itu Banda Neira menjadi tempat pertama di nusantara yang dikuasai Belanda sebelum ke Batavia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan Banda Neira juga sempat menjadi wilayah yang diperebutkan Inggris, Belanda, hingga warga lokal untuk mempertahankan wilayah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akibatnya pada 1609 terjadilah perang yang melibatkan warga lokal yang dibantu Inggris untuk melawan Belanda. Sayangnya, pertikaian antara Belanda dan Inggris tidak kunjung berhenti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga akhirnya terjadilah pertukaran Pulau Run di Kepulauan Banda Neira, dengan Nieuw Amsterdam (sekarang dikenal dengan Manhattan, New York) demi memonopoli pala.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain sejarahnya, Banda Neira juga pernah menjadi tempat pengasingan Bung Hatta dan Sutan Syahrir yang dilakukan oleh Belanda pada 1936. Sebelum akhirnya dipindahkan ke Rumah Pengasingan Hatta-Syahrir di Sukabumi pada 1 Februari 1942 untuk mempersiapkan proklamasi kemerdekaan Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sungguh fakta sejarah yang menarik mengiringi keindahan Banda Neira. Lantas, bagaimana dengan keindahan alamnya? Digadang-gadang destinasi wisata Banda Neira, surga di timur Indonesia sebagai kawasan yang menjanjikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keindahan dan Keunikan Banda Neira Keindahan alam Banda Neira tidak perlu diragukan lagi. Sebagai surga di timur Indonesia, Banda Neira memiliki pemandangan alam eksotis dan masih terjaga hingga sekarang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya keindahan laut yang berkilauan mengelilingi setiap sudut Banda Neira. Namun juga terumbu karang dan kekayaan bawah laut, yang membuat Banda Neira menjadi tempat menyelam yang diakui secara internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belum lagi dengan adanya peninggalan situs bersejarah yang akan membawa kita mengenal lebih dalam keindahan Banda Neira sebagai daerah yang pernah diperebutkan bangsa Eropa.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Berikut ini beberapa destinasi wajib dikunjungi saat berlibur ke Banda Neira :</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pulau Hatta</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Terletak di ujung timur Kepulauan Banda, Pulau Hatta sebelumnya bernama Pulau Rozengain. Memiliki hamparan pasir putih yang terbentang luas dengan ombak yang tidak terlalu besar adalah keunggulannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu spot terbaik di Pulau Hatta ada di Kampung Lama. Daya tarik tempat wisata ini adalah taman laut yang indah, pantai yang bersih, hingga adat istiadat yang masih terjaga dengan baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keindahan bawah laut adalah juaranya, karena terdapat berbagai jenis ikan dan terumbu karang yang masih terjaga. Satu lagi yang tak kalah menarik, Pulau Hatta sangat cocok untuk penikmat senja.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Pulau Pisang</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya adalah Pulau Pisang, atau juga dikenal dengan Pulau Syahrir. Nama lain tersebut diberikan karena Pulau Pisang sering dikunjungi oleh Perdana Menteri pertama Indonesia tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya perlu waktu sekitar 30 menit perjalanan dari Pulau Neira, kita bisa langsung menikmati keindahan keindahan alam di Pulau Pisang yang juga menjadi surga para penyelam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di bawah laut Pulau Pisang kita bisa bertemu gerombolan ikan dan biota laut yang indah di kedalaman rata-rata 18-25 meter.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Gunung Api Banda</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan di laut, spot wisata di Banda Neira selanjutnya adalah Gunung Api Banda. Gunung dengan nama asli Gunung Ganapus ini memiliki ketinggian 656 mdpl.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika tertarik, puncak Gunung Ganapus bisa dicapai dalam waktu 3-4 jam saja. Jangan khawatir, saat tiba di puncak Gunung Ganapus rasa lelah akan langsung terbayar dengan melihat keindahan Banda Neira dari ketinggian yang dikelilingi hamparan hijau yang luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan di sini juga menjadi rumah bagi 23 jenis burung endemik. Menariknya, Gunung Ganapus juga memiliki spot menyelam yang cantik dan diakui dunia, yaitu Magma Flow.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Lava Flow</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan kedua pulau sebelumnya, Lava Flow memiliki pasir hitam dan terumbu karang yang diselingi oleh sisa-sisa reruntuhan Gunung Api Banda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jauh dari kata mengerikan, justru bekas letusan gunung berapi ini menghasilkan vegetasi bawah laut tumbuh dengan subur, rimbun, dan indah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu biota laut penghuni perairan Lava Flow adalah Lion Fish. Bahkan spot ini sering disebut sebagai “Temple of Lion Fish”Uniknya, karena gunungnya masih aktif, maka sesekali ada uap panas yang merembes dari sela pasir hitam yang pekat. Bahkan, saat berenang air laut terasa lebih hangat dibandingkan biasanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Benteng Belgica</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya pemandangan alam, Banda Neira juga menyimpan nilai sejarah penting bagi Indonesia. Terdapat situs sejarah Benteng Belgica yang menjadi ikon Banda Neira.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bangunan berbentuk pentagonal ini ada di ketinggian 30 mdpl. Siapa sangka, ternyata bangunan yang berlokasi di Bukit Tabaleku Naira Tenggara, Pulau Neira, Maluku ini merupakan buatan bangsa Portugis pada abad ke-16.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melihat nilai sejarah yang dimiliki Benteng Belgica dan Banda Neira secara khusus, tidak heran jika kepulauan ini diabadikan dalam pecahan rupiah Rp1.000 edisi Cut Meutia. <strong>(Kemenparekraf/Baparekraf RI)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/pulau-banda-neira-tempat-pengasingan-bung-hatta-dan-sutan-syahrir/">Pulau Banda Neira, Tempat Pengasingan Bung Hatta dan Sutan Syahrir</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/pulau-banda-neira-tempat-pengasingan-bung-hatta-dan-sutan-syahrir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelabuhan untuk Lumbung Ikan di Maluku</title>
		<link>https://prosesnews.id/pelabuhan-untuk-lumbung-ikan-di-maluku/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/pelabuhan-untuk-lumbung-ikan-di-maluku/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majid Rahman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2021 09:44:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Kawasan Terpadu Pelabuhan Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[Lumbung Ikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Ternate]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=23094</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penetapan Maluku sebagai lumbung ikan nasional segera ditindaklanjuti. Sejumlah infrastruktur pun segera dibangun, termasuk pelabuhan...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/pelabuhan-untuk-lumbung-ikan-di-maluku/">Pelabuhan untuk Lumbung Ikan di Maluku</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><figure id="attachment_23097" aria-describedby="caption-attachment-23097" style="width: 750px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-23097 size-jnews-featured-750" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2021-02-21-at-5.41.04-PM-750x437.jpeg" alt="" width="750" height="437" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2021-02-21-at-5.41.04-PM-750x437.jpeg 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2021-02-21-at-5.41.04-PM-300x175.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2021-02-21-at-5.41.04-PM-768x447.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2021-02-21-at-5.41.04-PM-250x146.jpeg 250w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/02/WhatsApp-Image-2021-02-21-at-5.41.04-PM.jpeg 778w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /><figcaption id="caption-attachment-23097" class="wp-caption-text">Hasil tangkapan nelayan di Ternate, Maluku. KKP</figcaption></figure></p>
<p><strong><i>Penetapan Maluku sebagai lumbung ikan nasional segera ditindaklanjuti. Sejumlah infrastruktur pun segera dibangun, termasuk pelabuhan pendukungnya.</i></strong></p>
<p>Kementerian Perhubungan sedang menyiapkan pembangunan pelabuhan yang terintegrasi dengan pusat kegiatan perikanan yang akan menjadi Kawasan Terpadu Pelabuhan Perikanan di Provinsi Maluku. Penegasan tersebut disampaikan Menteri (Menhub) Karya Sumadi, saat melakukan kunjungan kerja ke Ambon, Maluku, bersama sejumlah menteri pada awal Februari lalu.</p>
<p>Pembangunan pelabuhan itu merupakan salah satu implementasi Perpres nomor 21 tahun 2018 terkait strategi nasional percepatan pembangunan daerah tertinggal, salah satunya adalah Provinsi Maluku. Melalui berbagai pembangunan yang dilakukan pemerintah, diharapkan dapat menurunkan kesenjangan intrawilayah Kepulauan Maluku serta mendorong Maluku sebagai lumbung ikan nasional.</p>
<p>Menhub mengatakan, Presiden Joko Widodo juga secara khusus sudah menegaskan bahwa pelabuhan di Maluku ini harus segera dikerjakan. Kemenhub sudah melakukan studi secara mendalam dan didukung juga oleh studi yang dilakukan World Bank bahwa daerah Tulehu, Ambon, menjadi salah satu preferensi lokasi dibangunnya pelabuhan baru yang diintegrasikan dengan kegiatan perikanan.</p>
<p>Pembangunan pelabuhan di Ambon ini dimaksudkan untuk mendukung Provinsi Maluku menjadi lumbung ikan nasional. Daerah Tulehu menjadi salah satu alternatif tempat yang baik sebagai lokasi dibangunnya pelabuhan baru karena kondisi perairan yang tenang dan memiliki kedalaman yang baik.</p>
<p>Saat ini, Provinsi Maluku telah memiliki sejumlah infrastruktur transportasi yang akan mendukung kebijakan lumbung ikan nasional. Di Maluku sudah terbangun 12 bandara dengan delapan rute perintis, dan tujuh rute komersial. Pada angkutan penyeberangan, terdapat total 31 pelabuhan penyeberangan yang beroperasi di Provinsi Maluku dengan 66 lintas penyeberangan (empat lintas komersial, 62 lintas perintis). Semuanya dilayani 25 unit kapal (delapan unit komersial, 17 unit perintis).</p>
<p>Selain itu pada angkutan laut, terdapat tiga trayek tol laut yang melayani di Provinsi Maluku dengan sembilan pelabuhan singgah, yaitu Kisar, Moa, Larat, Tepa, Namrole, Namlea, Saumlaki, Dobo, dan Elat.</p>
<p>Sebelumnya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyiapkan tiga lokasi sebagai lumbung ikan nasional di Maluku, yakni di perbatasan Desa Tulehu dan Desa Waai yang berjarak sekitar 30 km dari Kota Ambon dengan luas 400 hektare (ha). Di lokasi tersebut juga telah ada <em>feasibility study</em> (FS) dari Port Rotterdarm Belanda.</p>
<p>Lokasi kedua, berada antara Desa Waai dan Desa Liang dengan luas 574 ha dan terdapat pembangunan pembangkit listrik uap. Sementara lokasi ketiga mengarah ke Desa Liang dari lokasi kedua. Di lokasi ini tidak memerlukan reklamasi yang terlalu besar tetapi belum ada studi kelayakan.</p>
<p>Perlu diketahui, berdasarkan data BPS Maluku, nilai ekspor perikanan Maluku pada bulan Desember 2020 senilai USD3,66 juta dari kelompok ikan dan udang. Sedangkan kumulatif nilai ekpor perikanan berupa ikan kerapu, tuna, layang, lobster, kepiting hidup, dan udang (Vannamei shrimp &amp; Penaeus monodon shrimp-udang windu) dari Januari–Desember 2020 mencapai USD45,48 juta.</p>
<p>Pada Sabtu, 6 Februari 2021, Maluku kembali mengekspor 53,6 ton ikan tuna segar ke Jepang, Amerika dan Vietnam melalui terminal Cargo Bandara Internasional Pattimura-Ambon senilai USD513.000 atau setara Rp7,1 miliar. Pelepasan ekspor disaksikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Wahyu Sakti Trenggono dan Gubernur Maluku Murad Ismail.</p>
<p>Perusahaan yang mengekspor yakni PT Maluku Prima Makmur tujuan Amerika sebanyak 17,9 ton senilai USD178.359, kemudian PT Maluku Prima Sukses dengan tujuan yang sama yakni Amerika dengan jumlah 17,5 ton dengan nilai USD246.596. PT Harta Samudera dengan tujuan ekspor ke Vietnam dengan sebanyak 12 ton dengan nilai USD49.778 dan PT Peduli Laut Maluku dengan tujuan Jepang sebanyak 6,2 ton dengan nilai USD38.418.</p>
<p>“Mudah-mudahan ini kontinyu dan semakin besar ekspornya dari sini. Artinya kalau semakin besar, implikasinya ke belakang juga besar,” ucap Menteri KKP saat melepas ekspor tersebut.</p>
<p>Bahkan sang menteri juga minta jajarannya di Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Ambon untuk memastikan dan menjamin tidak ada lagi kasus penolakan produk perikanan Indonesia di negara tujuan.</p>
<p>Naiknya nilai ekspor perikanan Maluku pada 2020 diharapkan juga akan meningkat pada 2021. Sebab, sejumlah negara yang jadi pelanggan setia produk perikanan Maluku yakni, Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, Vietnam, Hongkong, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Srilanka masih tetap meminati hasil laut Maluku, terutama udang, ikan tuna, kerapu hidup, dan kepiting bakau.</p>
<pre><strong><em>Penulis : Eri Sutrisno</em></strong>
<strong><em>Redaktur : Ratna Nuraini/Elvira Inda Sari</em></strong></pre>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/pelabuhan-untuk-lumbung-ikan-di-maluku/">Pelabuhan untuk Lumbung Ikan di Maluku</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/pelabuhan-untuk-lumbung-ikan-di-maluku/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
