<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Tugu Nosarara Nosabatutu Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<atom:link href="https://prosesnews.id/tag/tugu-nosarara-nosabatutu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prosesnews.id/tag/tugu-nosarara-nosabatutu/</link>
	<description>Konsisten, Aktual, Independen</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jul 2021 13:49:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/01/icon-prosesnews-75x75.png</url>
	<title>Berita Tugu Nosarara Nosabatutu Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<link>https://prosesnews.id/tag/tugu-nosarara-nosabatutu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Monumen Nosarara Nosabatutu di Palu, Simbol Perdamaian dan Persatuan Masyarakat</title>
		<link>https://prosesnews.id/monumen-nosarara-nosabatutu-di-palu-simbol-perdamaian-dan-persatuan-masyarakat/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/monumen-nosarara-nosabatutu-di-palu-simbol-perdamaian-dan-persatuan-masyarakat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Majid Rahman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2021 12:03:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[Google News Initiative]]></category>
		<category><![CDATA[Monumen Perdamian Palu]]></category>
		<category><![CDATA[Palu]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Sulteng]]></category>
		<category><![CDATA[Tugu Nosarara Nosabatutu]]></category>
		<category><![CDATA[Tugu Perdamaian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=32506</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Tak lengkap rasanya bila ke Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), tak menyempatkan waktu berkunjung...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/monumen-nosarara-nosabatutu-di-palu-simbol-perdamaian-dan-persatuan-masyarakat/">Monumen Nosarara Nosabatutu di Palu, Simbol Perdamaian dan Persatuan Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large is-resized"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-25-at-19.39.40-1024x895.jpeg" alt="" class="wp-image-32507" width="526" height="460"/><figcaption>Monumen Nosarara Nosabatutu. (Foto : Majid/Prosesnews.id)</figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>PROSESNEWS.ID &#8211; </strong>Tak lengkap rasanya bila ke Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), tak menyempatkan waktu berkunjung ke Monumen bersejarah satu ini. Namanya <em>Tugu Perdamaian Nosarara Nosabatutu</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Informasi dihimpun Prosesnews.id, monumen yang terletak di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore ini, dibangun pada rentang 1998-2000 sebagai simbol persatuan dan perdamaian masyarakat Sulteng pasca konflik komunal yang terjadi di Poso.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-25-at-19.46.44.jpeg" alt="" class="wp-image-32510" width="560" height="369" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-25-at-19.46.44.jpeg 810w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-25-at-19.46.44-300x197.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-25-at-19.46.44-768x505.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-25-at-19.46.44-750x494.jpeg 750w" sizes="(max-width: 560px) 100vw, 560px" /><figcaption>Terdapat sejumlah karya seni, diantaranya lukisan wajah Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Monumen Nosarara Nosabatutu. (Foto : Istimewa)</figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Nosarara Nosabatutu</em> sendiri berasal dari bahasa Suku Kaili, penduduk asli Sulteng. Artinya, <em>“Kita Bersaudara, Kita Bersatu”</em>. Semboyan ini merupakan pemersatu bagi keberagaman masyarakat Sulteng yang terdiri dari berbagai suku dan agama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tempat ini ada sebuah Gong Perdamaian Nusantara yang berwarna kuning keemasan berdiameter 2 meter dan berat 180 kilogram. Menggambarkan peta Indonesia di bagian tengah, serta simbol perdamaian dan persaudaraan 5 agama di Indonesia.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img decoding="async" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-25-at-19.52.28.jpeg" alt="" class="wp-image-32511" width="512" height="422" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-25-at-19.52.28.jpeg 810w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-25-at-19.52.28-300x247.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-25-at-19.52.28-768x633.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-25-at-19.52.28-750x619.jpeg 750w" sizes="(max-width: 512px) 100vw, 512px" /><figcaption>Gong Perdamaian Nusantara. (Foto : Istimewa)</figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Yakni, Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu pada bagian lingkaran kedua. Sedangkan pada lingkaran ketiga merupakan lambang 33 Provinsi di Indonesia serta paling luar mencantumkan logo dan nama Kabupaten/Kota di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan menuju monumen ini bisa ditempuh menggunakan kenderaan roda dua maupun empat. Dari Pusat Kota Palu, anda hanya akan menghabiskan waktu sekitar 25 menit sudah bisa tiba pada puncaknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perjalanan, pelancong juga akan menyaksikan bukit-bukit di sekitar monumen Nosarara Nosabatutu yang begitu indah, tapi disarankan untuk tetap berhati-hati jika saat berkendara menuju puncak tugu perdamaian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, jika sudah berada di puncak jangan lewatkan untuk berswafoto, sebab suasananya cukup bagus. Teluk Palu dan Bangunan-bangunan di bawah juga bisa terlihat jelas. Pemandangan di sini mesti diabadikan dalam album foto kenangan.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-25-at-19.53.44.jpeg" alt="" class="wp-image-32512" width="524" height="405" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-25-at-19.53.44.jpeg 810w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-25-at-19.53.44-300x232.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-25-at-19.53.44-768x594.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/WhatsApp-Image-2021-07-25-at-19.53.44-750x580.jpeg 750w" sizes="auto, (max-width: 524px) 100vw, 524px" /><figcaption>Salah satu spot untuk berswafoto di kawasan Monumen Nosarara Nosabatutu. (Foto : Istimewa)</figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph"> “Kami masuk membayar Rp 10 ribu per kepala bagi orang Dewasa, dan anak-anak hanya Rp 5 ribu, di sini cocok untuk mengisi liburan, kawasannya yang bersih membuat para pengunjung jadi nyaman dan betah di sini,”tutur salah seorang pengunjung bernama Firna Novianti.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="716" height="535" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/IMG-20210725-WA0059.jpg" alt="" class="wp-image-32516" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/IMG-20210725-WA0059.jpg 716w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2021/07/IMG-20210725-WA0059-300x224.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 716px) 100vw, 716px" /><figcaption>Nur Azmi, salah seorang pengunjung Monumen Nosarara Nosabatutu. (Foto : Istimewa)</figcaption></figure></div>



<p class="wp-block-paragraph">Darwin Rahman, salah seorang pengunjung berasal dari Provinsi Gorontalo juga mengaku senang berada di Monumen <em>Nosara Nosabatutu</em>. Ia menuturkan tempatnya cukup bersih, sejuk dan bahkan tesedia bangunan musala untuk umat muslim.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kebetulan saya belum menunaikan salat ashar waktu ke sana, tapi Alhamdulillah di kawasan monumen terdapat musala. Sehingga saya tunaikan kewajiban di sana, airnya dingin dan segar pula,”imbuhnya menandaskan.</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/monumen-nosarara-nosabatutu-di-palu-simbol-perdamaian-dan-persatuan-masyarakat/">Monumen Nosarara Nosabatutu di Palu, Simbol Perdamaian dan Persatuan Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/monumen-nosarara-nosabatutu-di-palu-simbol-perdamaian-dan-persatuan-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
