
PROSESNEWS.ID – Akhir-akhir ini pelaksanaan wisuda tingkat SD sampai SMA menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Pasalnya orang tua dibebankan untuk pembiayaan sewa gedung serta atribut wisuda.
Keluhan-keluhan datang dari orang tua yang ekonominya rendah. Hal ini diungkapkan ketua komisi A DPRD kota Gorontalo Erman Latjengke beberapa pekan kemarin.
“Sekarang ini anak-anak TK, SD, SMP, SMA sudah ada yang wisuda ketika selesai sekolah. Itu kan membutuhkan anggaran, nah anggaran itu kan diminta dari partisipasi orang tua. Makanya beberapa minggu kemarin sudah banyak bermunculan keluhan dari orang tua yang kurang mampu terhadap pelaksanaan wisuda seperti itu,” jelas Erman.
Menurutnya, sah-sah saja wisuda itu dilaksanakan. Akan tetapi untuk pembiayaan wisuda, pihak sekolah sudah harus mempersiapkan itu dari kas sekolah masing-masing.
“Bagi saya wisuda ini sah-sah saja, akan tetapi pihak sekolah juga perlu mempersiapkan segala bentuk pendanaan baik itu sewa gedung dan lain sebagainya. Kalo diminta ke orangtua murid, bisa jadi beban. Belum lagi orang tua yang ekonominya rendah,” timpalnya.
Lebih jauh Erman menyampaikan akan menindaklanjuti aduan-aduan tersebut bersama Dinas Pendidikan Kota Gorontalo dan dinas terkait mengenai wisuda SD, SMP, SMA yang menuai kontroversi.
Reporter: Sandri Mooduto












