
PROSESNEWS.ID – Dalam konteks pembangunan manusia, pembinaan remaja memiliki peran strategis. Hal itu dikarenakan, anak muda merupakan penduduk usia produktif, yang nantinya akan menjadi pelaku pembangunan.
Apalagi berdasarkan data yang ada, di tahun 2021 jumlah penduduk usia 10-24 tahun di Kota Gorontalo mencapai sekitar 51,378, atau sekitar 25,35 persen. Jumlah remaja yang besar itu akan menjadi aset yang luar biasa bagi bangsa dan negara.
Wali Kota Gorontalo Ryan Kono menerangkan, meskipun jumlah usia produktif di Kota Gorontalo cukup besar, generasi muda harus lebih dijaga. Agar, ke depan tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang bersifat negatif.
“Untuk mengantisipasi permasalahan remaja saat ini, pemerintah telah membentuk program Generasi Berencana (Genre),” jelas Ryan saat memberikan sambutan, pada kegiatan pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, yang bertempat di BLY Kota Gorontalo, Selasa (19/07/2022).
Ryan menjelaskan, Genre adalah wadah informasi dan konseling dalam meningkatkan promisi dan pemahaman remaja. Kalangan generasi muda akan diajarkan untuk menjauh pernikahan dini, seks pranikah, dan Napza.
“Program yang akan disiapkan ialah dengan menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja, melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan,” jelasnya.
Ryan juga menuturkan, Genre akan dilaksanakan melalui dua pendekatan, yaitu kepada remaja sendiri, dengan melalui pengembangan pusat informasi dan konseling (PIK-R). Kedua, melalui pengembangan kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR).
“Semoga dengan adanya program ini, akan menciptakan remaja yang hidup bersih, sehat, melanjutkan pendidikan, berkarir, dan dapat membangun keluarga yang berkualitas,” tandasnya.
Reporter : Reza Saad














