
PROSESNEWS.ID – Pendidikan yang hanya mengasah kecerdasan otak tidaklah cukup. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Gorontalo, Marten Taha dalam acara peresmian Gedung Kelompok Bermain Islam Terpadu (KBIT) Al-Ishlah.
Menurut Marten, lembaga-lembaga pendidikan seharusnya tidak hanya mengutamakan pendidikan intelektual dan kecerdasan, akan tetapi juga harus dibarengi dengan pendidikan akhlak.
“Sekolah-sekolah boleh mendidik, mengasah dan menciptakan manusia-manusia unggul, tapi kalau hanya unggul dalam tingkat kecerdasan otak itu belum sempurna kalau akhlaknya tidak baik,” tutur Marten saat memberikan sambutan, Sabtu (15/4/2023).
Marten menyatakan bahwa mendidik manusia menjadi cerdas tanpa membina akhlak akan menimbulkan beban bagi dunia dan komunitas di masa depan.
“Sebab nanti akan lahir generasi-generasi yang cerdas otaknya tapi akhlaknya bobrok maka menjadi beban bagi dunia,” tegas Marten.
Meskipun banyak orang cerdas, namun kecurangan dan penyimpangan masih sering terjadi, hal ini terjadi akibat pendidikan intelektual tidak dibarengi dengan pendidikan akhlak.
“Kita mendidik manusia menjadi cerdas toh juga terjadi kecurangan, penyimpangan, penyelewengan, dan korupsi di mana-mana yang dilakukan oleh orang-orang cerdik,” tutur Marten.
Oleh karena itu, pendidikan harus mencakup kedua aspek tersebut agar dapat menciptakan generasi penerus yang baik di masa depan.
Reporter: Rijal Zulkarnaen














