
PROSESNEWS.ID – Luka bakar merupakan salah satu jenis cedera yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik akibat kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas, maupun aktivitas rumah tangga. Di negara berkembang, luka bakar masih menjadi masalah kesehatan serius karena berpotensi menimbulkan komplikasi dan infeksi, serta membutuhkan waktu penyembuhan yang relatif lama, terutama pada luka bakar derajat sedang hingga berat.
Secara medis, luka bakar diklasifikasikan berdasarkan kedalaman kerusakan jaringan, mulai dari derajat ringan hingga parah. Luka bakar derajat dua, misalnya, telah mencapai lapisan epidermis dan dermis, sehingga memerlukan penanganan yang tepat untuk mencegah infeksi sekaligus mempercepat proses regenerasi jaringan. Kondisi tersebut mendorong para peneliti untuk terus mengembangkan bahan alternatif yang efektif, aman, dan terjangkau dalam penyembuhan luka.
Salah satu bahan alami yang menarik perhatian dunia medis adalah enzim bromelain yang terkandung dalam tanaman nanas. Bromelain diketahui memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri, serta mampu merangsang pembentukan jaringan baru. Dalam penelitian terbaru, enzim ini dikombinasikan dengan alginat dan kitosan dalam bentuk hidrogel guna meningkatkan efektivitas penyembuhan luka bakar.
Alginat yang berasal dari rumput laut memiliki kemampuan menjaga kelembapan luka dan mempercepat pembentukan jaringan baru. Sementara itu, kitosan yang diperoleh dari cangkang krustasea dikenal memiliki sifat antimikroba yang membantu melindungi luka dari infeksi. Kombinasi kedua bahan tersebut menghasilkan hidrogel yang bersifat biokompatibel dan sesuai untuk aplikasi medis pada luka.
Penelitian ini dilakukan dengan menguji hidrogel alginat-kitosan yang diperkaya bromelain pada mencit putih jantan dengan luka bakar derajat dua. Lima kelompok perlakuan digunakan, terdiri atas tiga formula dengan konsentrasi bromelain berbeda, yakni 0,1 persen, 0,5 persen, dan 1 persen, satu kelompok kontrol positif menggunakan gel Bioplacenton®, serta satu kelompok kontrol negatif tanpa bahan aktif.
Sebelum pengujian biologis, hidrogel terlebih dahulu melalui serangkaian uji fisik, meliputi uji organoleptik, viskositas, pH, daya sebar, daya rekat, dan homogenitas. Hasil pengujian menunjukkan seluruh formula memenuhi standar kualitas fisik dan dinilai aman digunakan pada kulit.
Hasil uji in vivo memperlihatkan bahwa formula dengan konsentrasi bromelain 1 persen memberikan efek penyembuhan paling optimal. Kelompok perlakuan ini menunjukkan waktu penyembuhan luka yang lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,05). Temuan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan konsentrasi bromelain berkontribusi terhadap efektivitas penyembuhan luka bakar.
Secara mekanisme, bromelain berperan dalam mengurangi peradangan, mempercepat pengelupasan jaringan mati, serta merangsang pembentukan jaringan baru. Di sisi lain, kitosan membantu mencegah infeksi melalui aktivitas antimikrobanya, sehingga menciptakan lingkungan luka yang lebih kondusif bagi proses penyembuhan.
Penelitian ini dipimpin oleh Nur Ain Thomas bersama tim peneliti Mohamad Aprianto Paneo, Faradila Ratu Cindana Mo’o, Lisa Efriani Puluhulawa, dan Multiani S. Latif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi bromelain dengan hidrogel alginat-kitosan memiliki potensi besar sebagai alternatif terapi luka bakar, khususnya luka bakar derajat dua.
Selain efektif, hidrogel berbasis bahan alami ini dinilai relatif aman, terjangkau, serta berpeluang diproduksi secara massal. Temuan ini membuka peluang pengembangan obat luka bakar yang lebih ekonomis, mudah diakses, dan berbasis bahan alami, terutama bagi masyarakat di negara berkembang yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap obat medis yang mahal.
Ke depan, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menguji efektivitas bromelain pada luka bakar dengan derajat yang lebih berat, serta untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas penggunaan jangka panjang. Dengan pengembangan berkelanjutan, kombinasi bromelain, alginat, dan kitosan berpotensi menjadi solusi inovatif dalam penanganan luka bakar yang lebih cepat, efektif, dan ramah bagi pasien.














