Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Ancaman Mikroplastik di Teluk Tomini, 100 Persen Sampel Ikan Konsumsi di Torosiaje Terkontaminasi

Rijal Zulkarnaen by Rijal Zulkarnaen
19 Jan 2026 08:36
in Universitas Negeri Gorontalo

PROSESNEWS.ID, Pohuwato – Laut yang selama ini menjadi sumber kehidupan utama bagi masyarakat Bajo di Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, kini menyimpan ancaman tak kasatmata. Penelitian terbaru mengungkap bahwa seluruh sampel ikan konsumsi yang diteliti di Teluk Tomini telah terkontaminasi mikroplastik, sebuah partikel plastik berukuran mikro yang berisiko merusak ekosistem laut dan kesehatan manusia.

Temuan mengkhawatirkan ini merupakan hasil riset kolaboratif dari tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang terdiri atas Syam S. Kumaji, Dewi Wahyuni K. Baderan, Hasim, Zuliyanto Zakaria, Djuna Lamondo, dan Femy Mahmud Sahami. Laporan ilmiah tersebut telah dipublikasikan dalam Egyptian Journal of Aquatic Biology & Fisheries edisi Januari 2026.

Kontaminasi Mencapai 100 Persen

Riset ini menyasar jenis-jenis ikan komersial yang menjadi bahan pangan pokok masyarakat Bajo—komunitas maritim yang menetap di rumah panggung di atas laut. Hasil laboratorium menunjukkan data yang mencengangkan: 100 persen sampel ikan positif mengandung mikroplastik.

Tingkat kontaminasi tertinggi ditemukan di wilayah Torosiaje Mainland. Di lokasi ini, rata-rata jumlah mikroplastik mencapai 59 partikel per individu ikan. Bahkan, pada spesies Craterognathus plagiotaenia, tim peneliti mencatat kandungan hingga 86 partikel mikroplastik per ekor. Sementara itu, di wilayah Torosiaje Settlement, angka kontaminasi relatif lebih rendah, meski partikel plastik tetap ditemukan pada seluruh sampel tanpa pengecualian.

Dominasi Serat Biru dari Alat Tangkap dan Limbah Domestik

Berdasarkan karakteristiknya, mikroplastik yang ditemukan didominasi oleh bentuk serat (fiber) dengan proporsi mencapai 94 persen. Dari segi warna, warna biru menjadi yang paling dominan (83 persen), disusul warna transparan dan hitam.

Para peneliti mengidentifikasi bahwa dominasi serat biru ini berkaitan erat dengan aktivitas manusia di sekitar perairan.

“Dominasi serat biru ini kuat kaitannya dengan aktivitas manusia, terutama penggunaan jaring dan tali nilon alat tangkap ikan, serta serat sintetis dari pakaian rumah tangga yang terlepas saat proses pencucian dan langsung masuk ke perairan,” tulis laporan tersebut.

Selain itu, ukuran partikel yang dominan berada pada rentang 1.000–5.000 mikrometer. Hal ini mengindikasikan bahwa partikel tersebut merupakan mikroplastik sekunder, yakni hasil pelapukan atau degradasi dari sampah plastik berukuran besar yang terpecah-pecah di lautan.

Tantangan bagi Budaya Maritim Bajo

Keberadaan polutan ini menjadi persoalan serius bagi masyarakat Bajo. Sebagai komunitas adat yang memiliki hubungan spiritual dan ekonomi yang erat dengan laut, pencemaran ini mengancam ketahanan pangan serta kelestarian kearifan lokal mereka.

Selain risiko kesehatan bagi manusia yang mengonsumsinya, mikroplastik berpotensi mengganggu rantai makanan dan keseimbangan ekosistem di Teluk Tomini secara jangka panjang.

Rekomendasi Pengelolaan Berbasis Komunitas

Menyikapi temuan ini, tim peneliti menekankan urgensi pengelolaan sampah pesisir berbasis komunitas, khususnya pada permukiman rumah panggung yang berada langsung di atas air. Beberapa langkah strategis yang direkomendasikan antara lain:

  • Pengurangan penggunaan bahan-bahan sintetis.

  • Peningkatan kesadaran lingkungan bagi masyarakat pesisir.

  • Pemantauan rutin terhadap kandungan mikroplastik pada biota laut.

Penelitian ini diharapkan menjadi data dasar bagi pemangku kepentingan untuk menyusun kebijakan perlindungan lingkungan laut yang lebih berkelanjutan di Teluk Tomini.

Tags: ekosistem Teluk Tominiikan terkontaminasi plastikkesehatan pangan lautlingkungan Gorontalomasyarakat Bajo Torosiajemikroplastik Teluk Tominipencemaran laut Pohuwatosampah pesisirSyam S. KumajiUniversitas Negeri Gorontalo
ShareTweetSendSharePin1

Berita Terkait

UNG Perkuat Akses Studi Lanjut untuk Dosen, Dorong Peningkatan Kualitas SDM Akademik

by Editor
19 Jun 2026
0

PROSESNEWS.ID – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan akademik. Komitmen...

Dari Jalur Evakuasi hingga Bidai, Siswa MTsN 1 Dibekali Keterampilan Darurat

by Editor
15 Jun 2026
0

PROSESNEWS.ID – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini terus dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG). Melalui...

Mahasiswa di Gorontalo Kehilangan Hasil Penelitian Setelah Kos Dilalap Api

by Editor
15 Jun 2026
0

PROSESNEWS.ID – Musibah datang tanpa diduga. Di tengah perjuangannya menyelesaikan pendidikan tinggi, seorang mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rahmawati Yunus,...

Potensi Ikan Hulu’u sebagai Penyembuh Luka Mulai Dikenalkan kepada Generasi Muda

by Rijal Zulkarnaen
11 Jun 2026
0

PROSESNEWS.ID – Di balik ketenangan Danau Limboto yang membentang di jantung Provinsi Gorontalo, tersimpan kekayaan hayati yang belum banyak dikenal...

UNG Seleksi 170 Kandidat Beasiswa ADik 2026, Perluas Akses Pendidikan Tinggi Daerah Afirmasi

by Editor
8 Jun 2026
0

PROSESNEWS.ID – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui partisipasinya dalam...

Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Gorontalo

Daftar Nama Puluhan Kepala Daerah Dijadwalkan akan Hadir di Gorontalo

by Editor
22 Jun 2026
0

PROSESNEWS.ID – Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Provinsi Gorontalo mendapat perhatian besar dari berbagai daerah...

Gubernur Gorontalo Akui Penas Mampu Dongkrak Ekonomi

22 Jun 2026

Sherly Tjoanda Dikabarkan akan Hadir di Penas KTNA Gorontalo

22 Jun 2026

Dikbud Kabgor Borong 3 Penghargaan Sekaligus dari KGTK

23 Jun 2026

Wamentan Sudaryono Bertemu Ribuan Petani di PENAS KTNA

23 Jun 2026

Menyusul Masalah Sapu di SDN 15 Tibawa, Kepsek Akui Keterbatasan Dana BOS

9 Jun 2026

TERBARU

Wamentan Sudaryono Bertemu Ribuan Petani di PENAS KTNA

23 Jun 2026

Dikbud Kabgor Borong 3 Penghargaan Sekaligus dari KGTK

23 Jun 2026

Gubernur Gorontalo Akui Penas Mampu Dongkrak Ekonomi

22 Jun 2026

Sherly Tjoanda Dikabarkan akan Hadir di Penas KTNA Gorontalo

22 Jun 2026

Daftar Nama Puluhan Kepala Daerah Dijadwalkan akan Hadir di Gorontalo

22 Jun 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.