Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Human Interest

Langkah Kecil, Perjuangan Besar Anak-anak Desa Dulamayo Utara

Editor by Editor
25 Agu 2026 21:12
in Human Interest

PROSESNEWS.ID – Pagi di Dusun Piloayita, Desa Dulamayo Utara, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, tidak selalu dimulai dengan perjalanan yang mudah.

Ketika anak-anak lain mungkin berangkat ke sekolah dengan kendaraan yang nyaman, sebagian anak di Piloayita justru memilih berjalan kaki. Bukan karena mereka tidak ingin diantar, melainkan karena jalan yang harus dilalui membuat kendaraan terasa lebih menakutkan daripada langkah kaki sendiri.

Di balik seragam sekolah dan tas yang menggantung di pundak, tersimpan sebuah perjuangan yang mungkin jarang terlihat.

Setiap pagi, kaki-kaki kecil itu harus menyusuri jalan yang rusak dan menanjak. Jalan yang bagi orang dewasa saja sulit dilalui, harus mereka lewati demi satu tujuan sederhana: sampai ke sekolah dan belajar.

Bagi mereka, pendidikan tidak selalu dimulai ketika guru membuka buku di dalam kelas. Akan tetapi pendidikan dimulai sejak langkah pertama meninggalkan rumah.

Hadiyah Sauridi, guru SD yang tinggal di Dusun Piloayita, mengatakan perjuangan para siswa untuk mencapai sekolah tidaklah mudah.

“Perjuangannya sangat luar biasa, apalagi dengan kondisi jalan yang seperti ini. Ada tiga titik yang harus kami lewati dengan kondisi jalan yang tidak bagus,” ujar Hadiyah.

Setidaknya terdapat tiga titik jalan yang menjadi bagian paling sulit dalam perjalanan warga.

Titik pertama merupakan tanjakan yang membuat kendaraan kesulitan melintas. Di titik kedua, kecelakaan bahkan pernah terjadi. Sementara titik ketiga berada di sekitar akses menuju sekolah SMP yang kondisinya disebut telah rusak parah.

Jalan itu bukan hanya menyulitkan anak-anak yang hendak menuntut ilmu. Kendaraan pelayanan kesehatan pun pernah mengalami kesulitan.

Hadiyah mengungkapkan, mobil Puskesmas Telaga Biru yang rutin memberikan pelayanan kesehatan ke dusun setiap tanggal 10 pernah, namun naas mengalami insiden di salah satu tanjakan.

“Mobilnya mundur karena memang jalannya sudah tidak bagus lagi, memang parah,” tuturnya.

Bagi warga, kejadian tersebut menjadi gambaran betapa sulitnya akses menuju dusun mereka. Namun bagi anak-anak, jalan itu adalah bagian dari keseharian.

Mereka tidak memiliki pilihan untuk menunggu jalan diperbaiki terlebih dahulu. Sekolah tetap harus dituju. Pelajaran tetap harus diikuti. Cita-cita tetap harus dikejar. Karena itulah sebagian siswa memilih berjalan kaki.

Sebagian lainnya masih diantar orang tua menggunakan sepeda motor. Tetapi perjalanan dengan kendaraan pun tidak sepenuhnya menghadirkan rasa aman.

Orang tua harus lebih berhati-hati ketika melewati tanjakan dan jalan rusak. Ada kekhawatiran kendaraan tergelincir, kehilangan keseimbangan, atau bahkan mengalami kecelakaan.

“Ada sebagian yang jalan kaki, ada juga yang diantar orang tuanya. Tapi orang tuanya juga was-was karena melewati jalan yang tidak bagus itu,” kata Hadiyah.

Akhirnya, kaki menjadi kendaraan paling sederhana yang mereka percaya. Satu langkah. Kemudian langkah berikutnya. Begitu seterusnya hingga mereka tiba di sekolah.

Tidak ada mesin yang bisa mogok, tidak ada kendaraan yang harus dipaksakan melewati tanjakan. Hanya kaki kecil yang terus bergerak meski jalan di hadapannya tidak ramah.

Di situlah makna perjuangan anak-anak Piloayita terasa begitu dalam. Mereka mungkin belum memahami bagaimana sebuah jalan dibangun. Mereka mungkin belum mengerti siapa yang bertanggung jawab memperbaikinya.

Yang mereka tahu, mereka ingin sekolah, belajar, serta mempunyai masa depan yang cerah.

Dan untuk mencapai masa depan itu, mereka bersedia berjalan melewati jalan yang sulit.

Perjuangan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak selalu datang melalui jalan yang mudah. Bagi sebagian anak, untuk membuka buku pelajaran, mereka terlebih dahulu harus membuka jalan dengan langkah kaki mereka sendiri.

Hadiyah berharap kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah. Masyarakat telah berusaha menyampaikan kondisi jalan melalui berbagai cara, termasuk membagikan foto dan video di media sosial.

Harapannya sederhana: agar persoalan yang selama ini mereka hadapi tidak berhenti sebagai cerita.

ShareTweetSendSharePin

Berita Terkait

Sepanjang 2025, Mahasiswa UNG Sumbang 950 Prestasi di Berbagai Level

by Editor
25 Agu 2026
0

GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memberikan apresiasi kepada mahasiswa berprestasi yang telah mengharumkan nama almamater melalui Malam Anugerah Prestasi...

Milan Amrullah Buka Posko Pendaftaran Beasiswa dan Salurkan 100 Seragam Sekolah hingga di Mongiilo

by Editor
25 Agu 2026
0

PROSESNEWS.ID - Dalam upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, Posko Pendaftaran Beasiswa Milan Amrullah resmi dibuka melalui kolaborasi Yayasan Pendidikan...

Gorontalo Ajukan HB Jassin dan Aloei Saboe sebagai Pahlawan Nasional

by Editor
25 Agu 2026
0

PROSESNEWS.ID - Langkah Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memperjuangkan gelar Pahlawan Nasional bagi dua tokoh besarnya makin menunjukkan titik terang. Dokumen...

Oplus_131072

Japan.nus dan Ehime Siap Alih Teknologi Kelola Limbah dan Persampahan Gorontalo

by Editor
25 Agu 2026
0

PROSESNEWS.ID - Gorontalo kembali menunjukkan komitmen menuju kemajuan, bukan hanya mengejar target pembangunan fisik dan ekonomi tapi lebih kepada pembangunan...

Erwinsyah Ismail, S.I.Kom, M.I.Kom, saat menyampaikan sambutan

Rayakan Kemerdekaan RI dan Sambut HUT ke-25 Partai, Demokrat Gorontalo Gelar Lomba Rakyat

by Editor
25 Agu 2026
0

Erwinsyah Ismail, S.I.Kom, M.I.Kom, saat menyampaikan sambutan PROSESNEWS.ID -  Suasana semarak kemerdekaan dan menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat terasa meriah...

Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Plh Camat Pulubala, Halid Kadir
Daerah

Berlagak Seperti Pejabat Definitif, Plh Camat Pulubala Disorot oleh Pemangku Adat

by Editor
24 Agu 2026
0

Plh Camat Pulubala, Halid Kadir PROSESNEWS.ID - Ketidakpastian status jabatan Camat Pulubala, Kabupaten Gorontalo, mulai menjadi perhatian pemangku adat. Persoalan...

Milan Amrullah Buka Posko Pendaftaran Beasiswa dan Salurkan 100 Seragam Sekolah hingga di Mongiilo

25 Agu 2026
Sun Biki (Foto: Istimewa)

Pansus Sepakati Iuran Tambang Rakyat 7 Persen, Sun Biki Bicara Kemaslahatan

24 Agu 2026

Langkah Kecil, Perjuangan Besar Anak-anak Desa Dulamayo Utara

25 Agu 2026
Erwinsyah Ismail, S.I.Kom, M.I.Kom, saat menyampaikan sambutan

Rayakan Kemerdekaan RI dan Sambut HUT ke-25 Partai, Demokrat Gorontalo Gelar Lomba Rakyat

25 Agu 2026

Empat Sifat Rasul Jadi Pedoman, Andi Ilham Dorong Pengusaha Gorontalo Bangun Ekonomi Berintegritas

24 Agu 2026

TERBARU

Langkah Kecil, Perjuangan Besar Anak-anak Desa Dulamayo Utara

25 Agu 2026

Sepanjang 2025, Mahasiswa UNG Sumbang 950 Prestasi di Berbagai Level

25 Agu 2026

Milan Amrullah Buka Posko Pendaftaran Beasiswa dan Salurkan 100 Seragam Sekolah hingga di Mongiilo

25 Agu 2026

Gorontalo Ajukan HB Jassin dan Aloei Saboe sebagai Pahlawan Nasional

25 Agu 2026
Oplus_131072

Japan.nus dan Ehime Siap Alih Teknologi Kelola Limbah dan Persampahan Gorontalo

25 Agu 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2026 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2026 Prosesnews.id. All Rights Reserved.