
PROSESNEWS.ID – Kota Gorontalo merupakan pusat perdagangan Provinsi Gorontalo, hal ini yang menjadi dasar pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi semakin ditingkatkan.
Pembangunan semakin ditingkatkan, namun masih ada dari masyarakat dan akademisi yang mengkritisi kinerja Wali Kota.
Masyarakat menilai, seharusnya pembangunan yang dikerjakan saat ini tidak harus dilakukan, yang perlu diutamakan Pemkot Gorontalo saat ini adalah mengembalikan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Gorontalo. Pasalnya 2 tahun dilanda covid-19, 2 tahun itu pula UMKM banyak yang gulung tukar.
Menanggapi hal itu Ketua Komisi B DPRD Kota Gorontalo, Alwi Podungge mengatakan, kecerdasan Wali Kota Marten Taha tidak perlu diragukan lagi, visi yang dibangun Wali Kota sangat jelas, bahkan sudah ada master plannya.
“Namun para kabinet yang tidak mampu menerjemahkan apa maksud pak Marten, ketidak mampuan kabinetnya lah yang menjadikan Pak Marten di buli oleh masyarakat,” ungkapnya.
Alwi mengungkapkan, kabinet Wali Kota memiliki ego sektoral yang tinggi, ketika ada masalah saling melempar tanggung jawab, sehingga munculnya Otoriter Tanpa Gejala (OTG).
“Adanya OTG inilah semua masalah dilemparkan ke Wali Kota Gorontalo, dan juga yang menanggung semua kritikan adalah pak Marten,” jelasnya.
Alwi menegaskan, siapapun yang merasa tidak mampu menanggung beban tanggung jawab pak Marten dalam hal ini Wali Kota, boleh keluar dari kabinet, karena hanya mengakibatkan ketidakstabilan Pemkot Gorontalo dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
“Semoga dengan kritikan saya kepada para kabinet, Pemkot Gorontalo dapat berjalan sebagai mana yang sudah menjadi visi Wali Kota Gorontalo,” Pungkasnya.
Reporter : Ujang Zulkifli













