
PROSESNEWS.ID – Kebakaran sering terjadi akibat kebocoran saluran kompor gass, namun tidak jarang juga diakibatkan karena korsleting aliran listrik, hal ini pula yang menyebabkan terjadinya kebakaran.
Kebakaran sering terjadi di Kota-kota besar salahsatunya Kota Gorontalo, Hal tersebut terjadi di kompleks Pasar Beringin, Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Minggu 14 Agustus 2022.
Diketahui 4 rumah warga hangus terbakar, rumah milik Ramlah Rahman, Ridwan Derbang, Rusni Karim, dan Erda Derbang.
Menurut warga setempat, kebakaran sering terjadi di Kota Gorontalo, namun pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Gorontalo, sering terlambat memadamkan api, hal ini menuai kritikan.
Menanggapi kasus tersebut, Ketua Komisi B Dekot Gorontalo, Alwi Podungge mengatakan, respon Damkar untuk kebakaran sangat lambat, hal ini yang menyebabkan ambruknya rumah dilahap api.
“Seharusnya Damkar harus siap 24 jam untuk menangani kasus kebakaran, namun yang terjadi di lapangan adalah responsif dari Damkar,” tegas Alwi dalam wawancara, Senin (15/08/2022).
Alwi menjelaskan fungsi Damkar adalah untuk menangani api agar tidak membesar dan meluas sehingga api tidak memakan rumah rumah tersebut, apalagi api sudah meluas membakar rumah-rumah tetangga.
“Damkar gagal memenuhi fungsi dan tugasnya, apa gunanya ada Damkar kalau nyatanya dilapangan rumah warga hangus terbakar,” ujar alwi
Alwi menyarankan kepada Pemerintah, untuk mengevaluasi kinerja Damkar Kota Gorontalo, sehingga tidak terjadi kasus – kasus semacam itu.
“Dengan adanya evaluasi dari Pemerintah, kinerja Damkar lebih ditingkatkan lagi…”
“Kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan kompor gass dan juga penggunaan listrik yang berlebihan, atau sesuatu yang menyebabkan kebakaran,” tutupnya
Reporter : Ujang Zulkifli












