
PROSESNEWS.ID – Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Gelar Rapat Evaluasi Posko Terpadu Penanganan Karantina Orang dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait wabah pandemi Covid-19 berlangsung di Asrama Haji Gorontalo, Selasa (21/4/2020).
Dalam keterangannya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo Arifasno Napu, mengatakan, saat ini di asrama haji digunakan mengarantina 14 orang pria, rencananya 6 orang tenaga kesehatan yang juga akan dikarantina dialihkan ke tempat lain karena waktu karantina hanya sampai 23 April 2020.
“Semua yang dikarantina akan di lakukan swap kembali dan juga semua tenaga yang bertugas di Karantina akan dilakukan rapid test pada 23 April,” terangnya.
Imbuhnya, semua penghuni karantina dalam kondisi baik, sekalipun ada yang mempunyai riwayat hipertensi dan diabetes. Sejak awal kata Arifasno Napu, pelaksanaan karantina terus terjalin koordinasi dari semua pihak yang telibat.
Jelasnya, tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan setiap hari, sementara TNI yang memandu kegiatan rutin mereka di antaranya olah raga pagi.
“Dan para tenaga dan penghuni karantina mendapat pelayanan yang baik, dari makanan dan kudapan yang diberikan selalu bernilai gizi baik, para warga yang dikarantina juga mensyukuri hal ini,” tuturnya.
Dalam rapat evaluasi tersebut, hadir dari TNI sebanyak 17 orang, Polri 4 orang, tenaga kesehatan 5 orang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) 4 orang, BPBD 5 orang, relawan kesehatan 5 Orang. (Ads)












