PROSESNEWS.ID –
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo melaksanakan sosialisasi jabatan fungsional pustakawan di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Senin (9/11/2020).
Sosialisasi ini diikuti 50 orang dari pustakawan utusan dinas kearsipan dan perpustakaan provinsi, kabupaten/kota, pustakawan perguruan tinggi, serta Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Gorontalo.
Narasumber yang dihadirkan berasal dari Perpustakaan Nasional (Perpunas), penyampaian materi sosialisasi dari narasumber dilakukan secara virtual antara lain oleh Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Perpusnas Opong Sumiati, Koordinator Bidang Pembinaan dan Sosialisasi Jabatan Fungsional Yudo serta tim penilai jabatan fungsional perpusnas.
Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo Sul A Moito.
Sul A Moito dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada narasumber yang telah bersedia memberikan materi yang sangat bermanfaat bagi kita semua meskipun disampaikan melalui daring.
“Sosialisasi ini sangat penting digelar untuk memberikan penguatan kepada pustakawan, karena ketika ASN teralih fungsi dari birokrasi menjadi pejabat fungsional tentunya banyak persaingan ketat akan dihadapi,” kata Sul A Moito.
Menurut Sul A Moito menjadi pustakawan ini tidak gampang sebab melalui proses yang panjang misalnya harus ikut tes dulu atau harus mengikuti diklat sehingga bisa meraih sertifikat, begitu juga perlu Inpassing pada strata atau golongan, olehnya itu para pustakawan yang ada saat ini patut bersyukur.
“Jika pustakawan tidak mampu berinovasi dalam menjalankan fungsinya sebagai pustakawan tentunya akan tertinggal bahkan ditinggalkan oleh orang banyak,” tutur Sul A Moito.
Bagi pustakawan sosialisasi ini sangat penting untuk memahami jabatan fungsional pustakawan. Adanya sosialisasi ini pustakawan menjadi lebih bersemangat ke depan, lebih berwawasan dalam persyaratan, prosedur dan peraturan lain yang berkaitan dengan jabatan fungsional pustakawan.
Di akhir sambutannya Sul A Moito berharap kegiatan ini berjalan lancar dan maksimal agar nantinya Provinsi Gorontalo khususnya bidang Perpustakaan dapat menjadi lebih maju dan professional dalam memenuhi kebutuhan pemustaka. (Ads)












