
PROSESNEWS.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, memberikan penguatan dan arahan kepada para kepala dinas yang menangani urusan kepemudaan dan keolahragaan dari seluruh Indonesia dalam Forum Nasional Transformasi Kebijakan Kepemudaan dan Keolahragaan Nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Pullman Jakarta Central Park pada 14–17 Oktober 2026.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menghadiri forum tersebut didampingi Kepala Bidang Olahraga, Yusuf Lacuba.
Dalam arahannya, Menpora menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan dan program antara pemerintah pusat dan daerah agar pembangunan kepemudaan dan keolahragaan berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Menurutnya, sektor kepemudaan dan olahraga perlu ditempatkan sebagai investasi strategis dalam pembangunan karakter bangsa, peningkatan kesehatan masyarakat, pencapaian prestasi, serta penggerak pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, Menpora menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan sarana olahraga yang berbasis riset dan kebutuhan masyarakat. Penguatan pembinaan cabang olahraga unggulan sesuai dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), serta pembenahan regulasi dan tata kelola organisasi kepemudaan dan olahraga, juga menjadi perhatian dalam forum tersebut.
Kepala Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengatakan arahan tersebut menjadi pedoman penting bagi pemerintah daerah dalam menyelaraskan program kepemudaan dan keolahragaan dengan kebijakan nasional.
“Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Kami perlu memastikan bahwa program kepemudaan dan keolahragaan di Gorontalo direncanakan berdasarkan kebutuhan daerah, dilaksanakan secara terukur, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Sultan.
Ia menambahkan, pembangunan olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi atlet, tetapi juga perlu mendorong partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga, meningkatkan kebugaran, serta membuka peluang ekonomi melalui pengembangan industri olahraga dan sport tourism atau wisata olahraga.
“Gorontalo memiliki potensi untuk mengembangkan olahraga sebagai bagian dari pembangunan daerah. Karena itu, sinergi dengan pemerintah pusat, organisasi olahraga, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar pembinaan atlet, pengembangan potensi pemuda, dan kegiatan olahraga masyarakat dapat berjalan berkesinambungan,” tambahnya.
Sultan menegaskan, Disparekrafpora Provinsi Gorontalo berkomitmen mendukung kebijakan nasional tersebut sekaligus menyelaraskannya dengan visi Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, yakni mewujudkan Gorontalo Maju dan Sejahtera melalui penguatan kepemudaan, peningkatan prestasi olahraga, dan pengembangan potensi ekonomi daerah.








