
PROSESNEWS.ID — Suasana khidmat menyelimuti Rumah Dinas Bupati Gorontalo saat pelaksanaan malam pasang lampu atau Tumbilotohe, yang menandai masuknya malam ke-27 Ramadan.
Agenda tahunan tersebut diawali dengan pelaksanaan doa haul bersama menjelang waktu berbuka puasa di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Gorontalo, Senin malam (15/3/2026).
Puncak prosesi adat berlangsung usai salat Magrib, ketika Bupati Gorontalo Sofyan Puhi bersama Wakil Bupati Tonny Junus secara simbolis menyalakan lampu botol berbahan bakar minyak tanah di area pelataran rujab.
Tradisi leluhur ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Ketua DPRD, jajaran Forkopimda, Ketua dan Ketua I TP-PKK, para asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta para pemangku adat dan tokoh masyarakat.
Tumbilotohe merupakan warisan budaya masyarakat Gorontalo yang pelaksanaannya berjalan selaras dengan nilai-nilai religius.
Secara historis, tumbilotohe menjadi simbol semangat masyarakat dalam menjemput malam Lailatulqadar sekaligus penerang jalan bagi warga menuju masjid pada akhir Ramadan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sofyan Puhi menyampaikan pesan agar kemeriahan Tumbilotohe sejalan dengan peningkatan ibadah di masjid-masjid. Ia juga mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk segera menunaikan zakat fitrah sebagai kewajiban untuk menyucikan jiwa sebelum menyambut hari kemenangan.
“Ini harus kita lestarikan, sebagai bentuk kecintaan kita terhadap budaya Gorontalo. Selain itu juga kepada masyarakat Gorontalo diharapkan dapat menunaikan kewajibannya untuk membayar zakat fitra,” paparnya.
Melalui tradisi ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berkomitmen menjaga kelestarian budaya lokal agar tetap hidup di tengah kemajuan zaman.












