
PROSESNEWS.ID — Kampus Kerakyatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kedatangan tamu istimewa. Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, melakukan kunjungan resmi dalam rangka dialog strategis sekaligus memberikan penguatan kapasitas HAM bagi masyarakat Gorontalo, khususnya para mahasiswa, pada Rabu (1/4).
Kehadiran Menham RI disambut hangat oleh Rektor UNG, Eduart Wolok, beserta jajaran wakil rektor, dekan, dan pimpinan lembaga di lingkungan universitas. Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi UNG untuk mempertegas posisinya sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam orasi ilmiahnya, Natalius Pigai memaparkan pandangan mendalam mengenai hakikat kehadiran HAM di muka bumi. Ia menjelaskan bahwa jauh sebelum negara lahir, sejarah mencatat sisi gelap manusia yang bisa menjadi ancaman bagi sesamanya.
“HAM hadir untuk melindungi keadilan bagi mereka yang membutuhkan. Ia ada di bumi untuk menjaga kedigdayaan ciptaan Tuhan. Jika dulu manusia bisa menjadi sosok yang jahat bagi manusia lainnya, maka kini HAM hadir sebagai ‘pagar’ untuk menjaga keutuhan dan kelestarian manusia sebagai ciptaan mulia,” tegas Natalius.
Menurut Natalius, pemahaman tentang HAM menjadikan mahasiswa sebagai agen perubahan yang kritis, berkarakter, dan sadar akan nilai-nilai hak asasi manusia di era digital. Dengan pemahaman yang kompeten, mahasiswa didorong untuk mengambil peran dalam meningkatkan kesadaran dan penegakan HAM di lingkungan kampus maupun masyarakat, guna mencegah perundungan, diskriminasi, serta mendukung keadilan.
Rektor UNG, Eduart Wolok, menyambut baik visi yang disampaikan Menham. Baginya, kehadiran Kementerian HAM di kampus memberikan suntikan motivasi bagi sivitas akademika untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai HAM ke dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Diskusi hari ini adalah pengingat bahwa kampus harus menjadi laboratorium peradaban yang sadar akan hak asasi. Kami berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai keadilan,” pungkas Eduart.















