
PROSESNEWS.ID – Permasalahan sampah masih menjadi sorotan publik dan perlu mendapat perhatian khusus dari semua pihak. Tanggung jawab itu, bukan hanya menjadi tugas pemerintah, namun masyarakat harus turut andil dalam penanganannya.
Seperti halnya yang terjadi Di kota Gorontalo, meski Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah melakukan berbagai upaya. Namun, masalah sampah masih menjadi persoalan yang harus di perhatikan.
Beranjak dari situlah, Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo menggelar rebuilding gerakan penanganan sampah Kota Gorontalo, di Aula Banthayo Lo Yiladia, Rabu (01/06/2022).
Wali Kota Gorontalo Marten Taha menjelaskan, masalah sampah merupakan salah satu hal yang penting untuk diatasi. Sehingga, perlu langkah-langkah strategis dalam penanganannya.
“Penanganan sampah ini tidak perlu banyak teori, hanya bagaimana kita bisa memilah sampah yang bisa diolah, dan mana yang tidak,” jelas Marten.
Marten mengatakan, dirinya telah melakukan berbagai terobosan, dengan memakai Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada). Serta, beberapa inovasi yang telah membuat Kota Gorontalo meraih penghargaan Adipura.
“Terobosan yang saya lakukan, membuahkan hasil dengan menerima penghargaan adipura dari KLH selama 3 tahun berturut-turut, mulai tahun 2016 sampai 2018,” kata Marten.
Lanjut Marten, setelah itu, di tahun 2019 tidak penghargaan, dan tahun berikutnya sudah terdampak Covid-19. Mungkin, hal itulah yang membuat semangat DLH menjadi menurun.
“Sehingga, ini akan kembali diperbaiki lagi. Perlu diketahui juga mengatasi masalah sampah di Kota Gorontalo, tidak bisa hanya dilakukan dengan cara konvensional, tetapi mutlak diperlukan inovasi,” ujarnya.
“Sampah muncul karena adanya aktivitas masyarakat, untuk itu saya berharap kepada stakeholder, baik dari tingkat desa sampai kecamatan, bisa bekerja sama dalam penanganan sampah ini,” pungkasnya.
Reporter : Reza Saad














