
PROSESNEWS.ID – Walikota Gorontalo Marten Taha dinobatkan sebagai “Bapak Buruh Gorontalo”. Hal itu, disorakkan oleh puluhan buruh yang hadir pada kegiatan dialog sosial, yang diberi tema “Buruh Bertanya wali kota menjawab”.
Pimpinan Unit Kerja PUK Gorontalo Utara, Ahmad Fajrin menjelaskan, Marten Taha merupakan satu-satunya pimpinan daerah yang mengajak duduk kaum Buruh yang ada di Gorontalo.
“Wali Kota Gorontalo tidak salah kalau diberi gelar Bapak Buruh, melihat sikap bapak Marten begitu sangat terbuka terhadap kaum buruh, dan bisa mengajak duduk kaum buruh,” jelas Fajrin saat diwawancarai awak media.
Fajrin juga menilai, belum ada satu pun seorang pemimpin di Gorontalo yang dapat memberikan jaminan dan janji sehebat Wali Kota Gorontalo. Serta, ia bisa konsen mementingkan kesejahteraan para Buruh.
“Semoga bapak Wali Kota terus pro terhadap kaum Buruh, kami tidak meminta lebih tetapi setidaknya Pak Marten bisa terus memperjuangkan hak-hak buruh,” terang salah satu pengurus FSPMI Gorontalo itu.
Sementara itu, Wali Kota Gorontalo Marten Taha menyebutkan, buruh sangat berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi. Tetapi, saat ini masih banyak para buruh yang upahnya belum terpenuhi.
“Saya akan terus memberikan perhatian terhadap kaum buruh, khususnya yang ada di Kota Gorontalo,” ucap Marten.
“Saya juga akan memperjuangkan aspirasi para buruh, agar mereka akan sejahtera dan lebih produktif dalam bekerja,” pungkasnya.
Reporter : Reza Saad









