
PROSESNEWS.ID – Dosen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo, Abd. Firman Bunta, kembali mencatatkan capaian akademik melalui publikasi ilmiah bereputasi internasional yang terindeks Scopus Q2. Publikasi tersebut merupakan hasil kolaborasi riset lintas perguruan tinggi.
Artikel berjudul “Integrated Multicultural-Inclusive-Peace-Islamic Pedagogy: An Empirical Model of Value Internalization in an Indonesian Islamic School” diterbitkan pada 1 April 2026 (Volume 11). Dalam publikasi ini, Abd. Firman Bunta berperan sebagai penulis keempat bersama sejumlah peneliti dari berbagai institusi nasional.
Kolaborasi tersebut melibatkan Wahyudin Noe, Oktosiyanti MT. Abdullah, Sri Wahyuni Tanshzil, Theodorus Pangalila, dan Sarina yang berasal dari Universitas Khairun, Universitas Pendidikan Indonesia, serta Universitas Negeri Manado. Sinergi lintas institusi ini memperkuat kualitas kajian sekaligus memperluas perspektif dalam pengembangan model pendidikan berbasis nilai.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan sosial berupa ketegangan multikultural dan fragmentasi identitas dalam masyarakat yang plural. Kondisi tersebut mendorong perlunya model pendidikan yang mampu menumbuhkan toleransi, inklusivitas, serta kohesi sosial.
Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada sekolah Islam di kawasan urban multikultural, penelitian ini mengkaji proses internalisasi nilai-nilai multikultural dalam lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.
Hasil penelitian mengidentifikasi tiga mekanisme utama dalam proses internalisasi nilai, yaitu praktik pembelajaran dialogis yang berorientasi pada nilai, kebijakan institusi yang inklusif dan mendorong partisipasi, serta interaksi sosial antarsiswa yang menekankan empati dan kerja sama.
Seluruh mekanisme tersebut diperkuat oleh prinsip moral Islam, seperti moderasi (wasathiyyah), keadilan (‘adl), dan kasih sayang (rahmah), yang dinilai selaras dengan nilai-nilai multikultural dan pendidikan perdamaian.
Temuan ini menghasilkan model empiris yang menunjukkan bahwa pendidikan multikultural, inklusif, dan berbasis perdamaian dapat diintegrasikan secara efektif dalam konteks sekolah Islam, dengan dukungan pendekatan pedagogis, kebijakan kelembagaan, serta nilai moral yang konsisten.
Kontribusi penelitian ini tidak hanya memperkaya kajian pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan Islam, tetapi juga memberikan rekomendasi praktis bagi lembaga pendidikan berbasis keagamaan dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan harmonis.
Keterlibatan Abd. Firman Bunta dalam publikasi Scopus Q2 ini menegaskan komitmen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo dalam mendorong kolaborasi riset berkualitas internasional serta memperkuat kontribusi akademik terhadap isu-isu sosial global.














