<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Desa Dunggala Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<atom:link href="https://prosesnews.id/tag/desa-dunggala/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prosesnews.id/tag/desa-dunggala/</link>
	<description>Konsisten, Aktual, Independen</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Jun 2026 23:28:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/01/icon-prosesnews-75x75.png</url>
	<title>Berita Desa Dunggala Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<link>https://prosesnews.id/tag/desa-dunggala/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Tumpukan Limbah ke Produk Jual, Mahasiswa UNG Sulap Sabut Kelapa Dunggala Jadi Cocopeat</title>
		<link>https://prosesnews.id/dari-tumpukan-limbah-ke-produk-jual-mahasiswa-ung-sulap-sabut-kelapa-dunggala-jadi-cocopeat/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/dari-tumpukan-limbah-ke-produk-jual-mahasiswa-ung-sulap-sabut-kelapa-dunggala-jadi-cocopeat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 23:28:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Bone Bolango]]></category>
		<category><![CDATA[Cocopeat]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Dunggala]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Kreatif Desa]]></category>
		<category><![CDATA[GALAPEAT]]></category>
		<category><![CDATA[KKN UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Media Tanam Organik]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan Masyarakat Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Sabut Kelapa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=72432</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID – Siapa sangka tumpukan sabut kelapa yang selama ini hanya menjadi limbah di sudut-sudut...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/dari-tumpukan-limbah-ke-produk-jual-mahasiswa-ung-sulap-sabut-kelapa-dunggala-jadi-cocopeat/">Dari Tumpukan Limbah ke Produk Jual, Mahasiswa UNG Sulap Sabut Kelapa Dunggala Jadi Cocopeat</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-72433" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/06/01KT8JHM1MTH4174H0XJ1WR2YP.jpeg" alt="" width="768" height="576" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/06/01KT8JHM1MTH4174H0XJ1WR2YP.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/06/01KT8JHM1MTH4174H0XJ1WR2YP-300x225.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/06/01KT8JHM1MTH4174H0XJ1WR2YP-750x563.jpeg 750w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></p>
<p><strong>PROSESNEWS.ID</strong> – Siapa sangka tumpukan sabut kelapa yang selama ini hanya menjadi limbah di sudut-sudut kebun warga Desa Dunggala kini menjelma menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Hal itu berhasil diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap I Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui program inovatif bertajuk GALAPEAT.</p>
<p>Program yang resmi diluncurkan di Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, tersebut mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat, yakni media tanam organik yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.</p>
<p>GALAPEAT menjadi salah satu program unggulan dalam kegiatan KKN Tematik yang mengusung tema <em>“Dunggala Digital Hub: Sinergi Multidisiplin dalam Branding Kearifan Lokal melalui Konten Edukasi Berbahasa Inggris untuk Global Marketing.”</em></p>
<h4>Dari Limbah Menjadi Peluang Ekonomi</h4>
<p>GALAPEAT lahir bukan sekadar dari gagasan di atas kertas. Program ini hadir sebagai solusi atas persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat desa.</p>
<p>Ketua Tim KKN Tematik, Haris Danial, S.Pd., M.A., mengungkapkan bahwa potensi besar Desa Dunggala selama ini tersembunyi di balik tumpukan sabut kelapa yang belum terkelola dengan baik.</p>
<p><em>&#8220;Sabut kelapa yang sebelumnya dianggap limbah ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui GALAPEAT, kami ingin mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi lokal sekaligus membangun identitas desa yang kuat berbasis kearifan lokal,&#8221;</em> ujar Haris.</p>
<p>Program ini didukung oleh tim multidisiplin yang terdiri atas Prof. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., Muh. Rezky Friesta Payu, M.Si., dan Dr. Indri Wirahmi Bay, M.A. Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi bukti bahwa inovasi dapat lahir dari kerja sama berbagai bidang keilmuan.</p>
<h4>Warga Belajar dan Berdaya</h4>
<p>Tidak hanya sebatas sosialisasi, program GALAPEAT juga melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses produksi cocopeat. Para petani dan anggota Karang Taruna Desa Dunggala diajak mengikuti pelatihan serta praktik pengolahan sabut kelapa menjadi produk siap pakai.</p>
<p>Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada berbagai manfaat cocopeat, mulai dari fungsinya sebagai media tanam ramah lingkungan yang memiliki daya serap air tinggi hingga potensinya sebagai produk bernilai jual.</p>
<p>Melalui keterlibatan langsung dalam proses produksi, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.</p>
<h4>Mendorong Desa Inovatif Berbasis Kearifan Lokal</h4>
<p>Kehadiran GALAPEAT bersama berbagai program pendampingan lainnya semakin memperkuat posisi Desa Dunggala sebagai desa yang inovatif, edukatif, dan tetap berakar pada kearifan lokal.</p>
<p>Lebih dari sekadar program pengabdian, GALAPEAT membuka peluang baru bagi pengembangan ekonomi kreatif desa. Program ini menjadi bukti bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya untuk melaksanakan pengabdian, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan yang nyata, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/dari-tumpukan-limbah-ke-produk-jual-mahasiswa-ung-sulap-sabut-kelapa-dunggala-jadi-cocopeat/">Dari Tumpukan Limbah ke Produk Jual, Mahasiswa UNG Sulap Sabut Kelapa Dunggala Jadi Cocopeat</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/dari-tumpukan-limbah-ke-produk-jual-mahasiswa-ung-sulap-sabut-kelapa-dunggala-jadi-cocopeat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Rumah di Tibawa Ludes Terbakar, Kerugian Material Ditaksir Besar</title>
		<link>https://prosesnews.id/satu-rumah-di-tibawa-ludes-terbakar-kerugian-material-ditaksir-besar/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/satu-rumah-di-tibawa-ludes-terbakar-kerugian-material-ditaksir-besar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 01:29:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Dunggala]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran di Tibawa]]></category>
		<category><![CDATA[tibawa]]></category>
		<category><![CDATA[Udin Pango]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=60222</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID – Sebuah rumah di Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, ludes dilalap api pada...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/satu-rumah-di-tibawa-ludes-terbakar-kerugian-material-ditaksir-besar/">Satu Rumah di Tibawa Ludes Terbakar, Kerugian Material Ditaksir Besar</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-60223" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-12-at-07.56.17.jpeg" alt="" width="1280" height="869" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-12-at-07.56.17.jpeg 1280w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-12-at-07.56.17-300x204.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-12-at-07.56.17-1024x695.jpeg 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-12-at-07.56.17-768x521.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-12-at-07.56.17-750x509.jpeg 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-12-at-07.56.17-1140x774.jpeg 1140w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p><strong>PROSESNEWS.ID</strong> – Sebuah rumah di Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, ludes dilalap api pada Rabu (11/09/2024) sekitar pukul 17:28 WITA. Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian material yang cukup besar.</p>
<p>Pelaksana BPBD Kabupaten Gorontalo, Udin Pango menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui dari teriakan anak-anak yang bermain di sekitar lokasi.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan informasi dari Pak Agus, api baru diketahui ketika anak-anak yang sedang bermain di sekitar rumah tersebut berteriak &#8216;kebakaran &#8211; kebakaran&#8217;,&#8221; ungkap Udin via pesan WhatsApp Grup.</p>
<p>Udin menambahkan, kebakaran baru dilaporkan ke pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) setelah 20 menit kebakaran berlangsung, sehingga api sudah membesar dan sulit dikendalikan.</p>
<p>Meski kronologi pasti penyebab kebakaran belum diketahui, kerugian yang dialami pemilik rumah, Ibu Erni Usman (46), cukup besar. Rumah beserta isinya, termasuk pupuk jagung, batok kelapa, dan ampas jagung, habis terbakar.</p>
<p>Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material ditaksir mencapai angka yang cukup besar.</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/satu-rumah-di-tibawa-ludes-terbakar-kerugian-material-ditaksir-besar/">Satu Rumah di Tibawa Ludes Terbakar, Kerugian Material Ditaksir Besar</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/satu-rumah-di-tibawa-ludes-terbakar-kerugian-material-ditaksir-besar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saling Menolong, 3 Anak Malah Tenggelam Bersama</title>
		<link>https://prosesnews.id/saling-menolong-3-anak-malah-tenggelam-bersama/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/saling-menolong-3-anak-malah-tenggelam-bersama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2019 13:45:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Trending]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Dunggala]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Tibawa]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=730</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID &#8211; Tidak tega melihat teman tenggelam, tiga anak yang sedang mandi di sungai Desa...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/saling-menolong-3-anak-malah-tenggelam-bersama/">Saling Menolong, 3 Anak Malah Tenggelam Bersama</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>PROSESNEWS.ID</strong> &#8211; Tidak tega melihat teman tenggelam, tiga anak yang sedang mandi di sungai Desa Dunggala, Kecamatan Tibawa, Gorontalo malah tenggelam bersama. Kejadian itu Senin, (27/5) sekitar pukul 11.00 Wita.</p>
<p style="text-align: justify;">Ceritanya menurut pengakuan saksi Pasya (9), saat itu dia bersama tiga kawannya sedang bermain dan mandi di sungai Desa Dunggala. Saat mandi, Alif mencoba untuk mandi dan melompat di tempat yang cukup dalam, kemudian Alif tenggelam.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat Alif yang tenggelam, kemudian Topa, juga langsung melompat dan menolong Alif, namun sayang Topa pun ikut tenggelam bersama Alif.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat kedua anak tersebut tenggelam, temannya Nijan, ikut membantu kedua temannya yang tenggelam itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena sungai cukup dalam hingga akhirnya Nijan, yang akan membantu Alif dan Topa itu, turut tenggelam bersama-sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Pasha yang melihat ketiga temannya tenggelam, langsung melaporkan kejadian itu pada warga sekitar yang tidak jauh dari lokasi kejadian.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan cepat masyarakat, datang dan menolong ketiga korban tersebut dan langsung dilarikan ke Puskemas Tiba.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun sayang, nyawa ketiga korban itu tidak tertolong lagi dan meninggal dunia.<strong>(Hel)</strong></p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/saling-menolong-3-anak-malah-tenggelam-bersama/">Saling Menolong, 3 Anak Malah Tenggelam Bersama</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/saling-menolong-3-anak-malah-tenggelam-bersama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
