<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita SDN 15 Tibawa Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<atom:link href="https://prosesnews.id/tag/sdn-15-tibawa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://prosesnews.id/tag/sdn-15-tibawa/</link>
	<description>Konsisten, Aktual, Independen</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Jun 2026 10:47:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2024/01/icon-prosesnews-75x75.png</url>
	<title>Berita SDN 15 Tibawa Viral Terkini - Prosesnews.id</title>
	<link>https://prosesnews.id/tag/sdn-15-tibawa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menyusul Masalah Sapu di SDN 15 Tibawa, Kepsek Akui Keterbatasan Dana BOS</title>
		<link>https://prosesnews.id/menyusul-masalah-sapu-di-sdn-15-tibawa-kepsek-akui-keterbatasan-dana-bos/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/menyusul-masalah-sapu-di-sdn-15-tibawa-kepsek-akui-keterbatasan-dana-bos/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 10:47:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[berita gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Bos]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumpulan Sapu Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Polemik Sapu]]></category>
		<category><![CDATA[SDN 15 Tibawa]]></category>
		<category><![CDATA[SDN 15 Tibawa Tibawa]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Dasar Negeri 15 Tibawa]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa Ditolak Sapu Bekas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=72489</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID – Pengumpulan sapu yang diduga dijadikan sebagai syarat penilaian ujian mata pelajaran muatan lokal...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/menyusul-masalah-sapu-di-sdn-15-tibawa-kepsek-akui-keterbatasan-dana-bos/">Menyusul Masalah Sapu di SDN 15 Tibawa, Kepsek Akui Keterbatasan Dana BOS</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-72490" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-09-at-14.06.13.jpeg" alt="" width="828" height="692" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-09-at-14.06.13.jpeg 828w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-09-at-14.06.13-300x251.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-09-at-14.06.13-768x642.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-09-at-14.06.13-750x627.jpeg 750w" sizes="(max-width: 828px) 100vw, 828px" /></p>
<p class="isSelectedEnd"><strong>PROSESNEWS.ID</strong> – Pengumpulan sapu yang diduga dijadikan sebagai syarat penilaian ujian mata pelajaran muatan lokal (mulok) di SDN 15 Tibawa menuai polemik dan menjadi perbincangan di media sosial.</p>
<p class="isSelectedEnd">Persoalan ini mencuat setelah beredar informasi bahwa salah satu siswa ditolak saat menyerahkan sapu karena dianggap sebagai barang bekas. Kejadian tersebut kemudian viral dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menanggapi hal itu, Kepala SDN 15 Tibawa, Risna Auna Nur, mengatakan bahwa permintaan pengumpulan sapu bukan merupakan kebijakan resmi sekolah, melainkan inisiatif guru di tingkat kelas.</p>
<p class="isSelectedEnd">“Sebenarnya dari pihak sekolah tidak pernah menyuruh, Pak. Tapi kalau sudah di kelas itu hak guru,” ujar Risna saat dimintai keterangan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Menurut Risna, kebutuhan perlengkapan kebersihan di sekolah masih cukup tinggi. Sementara itu, anggaran yang tersedia melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dinilai belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan tersebut.</p>
<p>“Sepertinya sapu yang saya bagikan itu tidak cukup. Biaya perlengkapan kebersihan itu biasa cuma Rp200 ribu sampai Rp300 ribu dan itu tidak hanya sapu, tapi juga ada sabun cuci tangan, jadi tidak memadai,” tandasnya.</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/menyusul-masalah-sapu-di-sdn-15-tibawa-kepsek-akui-keterbatasan-dana-bos/">Menyusul Masalah Sapu di SDN 15 Tibawa, Kepsek Akui Keterbatasan Dana BOS</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/menyusul-masalah-sapu-di-sdn-15-tibawa-kepsek-akui-keterbatasan-dana-bos/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Usai Keluhkan Anak Menangis Terkait Sapu, Ortu Siswa Mengaku Mendapat Tekanan</title>
		<link>https://prosesnews.id/usai-keluhkan-anak-menangis-terkait-sapu-ortu-siswa-mengaku-mendapat-tekanan/</link>
					<comments>https://prosesnews.id/usai-keluhkan-anak-menangis-terkait-sapu-ortu-siswa-mengaku-mendapat-tekanan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 06:41:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[berita gorontalo hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pendidikan Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan Tekanan Orang Tua Murid]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus SDN 15 Tibawa]]></category>
		<category><![CDATA[Keluhan Orang Tua Murid]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Tua Murid Mengaku Ditekan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan kabupaten gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[SDN 15 Tibawa]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa Menangis di Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Viral Sekolah Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://prosesnews.id/?p=72484</guid>

					<description><![CDATA[<p>PROSESNEWS.ID – Seorang siswa kelas III SDN 15 Tibawa berinisial H mengalami peristiwa yang membuatnya...</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/usai-keluhkan-anak-menangis-terkait-sapu-ortu-siswa-mengaku-mendapat-tekanan/">Usai Keluhkan Anak Menangis Terkait Sapu, Ortu Siswa Mengaku Mendapat Tekanan</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="140" data-end="492"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-72486" src="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/06/SDN-15-Tibawa.jpeg" alt="" width="1600" height="1192" srcset="https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/06/SDN-15-Tibawa.jpeg 1600w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/06/SDN-15-Tibawa-300x224.jpeg 300w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/06/SDN-15-Tibawa-1024x763.jpeg 1024w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/06/SDN-15-Tibawa-768x572.jpeg 768w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/06/SDN-15-Tibawa-1536x1144.jpeg 1536w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/06/SDN-15-Tibawa-750x559.jpeg 750w, https://prosesnews.id/wp-content/uploads/2026/06/SDN-15-Tibawa-1140x849.jpeg 1140w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p data-start="140" data-end="492"><a href="http://PROSESNEWS.ID"><strong data-start="140" data-end="157">PROSESNEWS.ID</strong></a> – Seorang siswa kelas III SDN 15 Tibawa berinisial H mengalami peristiwa yang membuatnya sedih setelah sapu yang dibawanya ke sekolah untuk keperluan penilaian mata pelajaran muatan lokal (mulok) dikembalikan oleh guru. H disebut menjadi satu-satunya siswa yang sapunya dikembalikan dengan alasan sapu tersebut merupakan barang bekas.</p>
<p data-start="494" data-end="643">Peristiwa itu membuat H pulang ke rumah dalam keadaan menangis. Orang tua H, Nurain Yunus, mengaku terkejut saat mengetahui apa yang dialami anaknya.</p>
<p data-start="645" data-end="855">Nurain mengatakan sapu yang dibawa anaknya sebenarnya masih dalam kondisi baru. Menurutnya, ia membeli dua sapu sekaligus, satu digunakan di rumah dan satu lagi diberikan kepada anaknya untuk dibawa ke sekolah.</p>
<p data-start="857" data-end="1004">“Masih baru, Pak. Saya beli dua, yang satu saya pakai di rumah dan yang satu saya suruh bawa oleh anak saya,” ujar Nurain dengan mata berkaca-kaca.</p>
<p data-start="1006" data-end="1358">Meski harga sapu tersebut hanya sekitar Rp25 ribu, Nurain mengaku barang itu dibeli dari hasil jerih payahnya sendiri. Karena merasa sedih atas kejadian yang menimpa anaknya, ia kemudian mengunggah keluhannya di media sosial tanpa menyebut nama guru maupun sekolah. Menurutnya, unggahan itu dibuat agar kejadian serupa tidak terulang kepada siswa lain.</p>
<p data-start="1360" data-end="1558">Nurain mengaku setelah unggahan tersebut viral, dirinya didatangi guru yang bersangkutan sebanyak dua kali. Namun, ia menolak bertemu karena masih merasa kecewa atas perlakuan yang diterima anaknya.</p>
<p data-start="1560" data-end="1724">“Besoknya, Ibu Kep datang bersama Ibu Herlina dan meminta saya datang ke sekolah. Awalnya saya menolak, tetapi karena terus diminta, akhirnya saya datang,” katanya.</p>
<p data-start="1726" data-end="1896">Saat tiba di sekolah, Nurain mengaku mendapati sejumlah guru, pengawas sekolah, dan Koordinator Wilayah (Korwil) pendidikan telah menunggunya untuk melakukan klarifikasi.</p>
<p data-start="1898" data-end="2201">Menurut Nurain, awalnya klarifikasi direncanakan dilakukan bersama guru yang bersangkutan dalam bentuk video yang akan diunggah ke media sosial. Namun, ia mengaku kecewa karena pada akhirnya hanya dirinya yang direkam saat memberikan klarifikasi dengan membaca naskah yang telah disiapkan pihak sekolah.</p>
<p data-start="2203" data-end="2440">Selain itu, Nurain mengaku merasa mendapat tekanan dalam forum tersebut. Ia menyebut sempat mendengar pernyataan yang menurutnya mengarah pada ancaman pelaporan atas dugaan pencemaran nama baik jika persoalan tersebut terus dipersoalkan.</p>
<p data-start="2442" data-end="2624">“Pengawas menyampaikan kalau mau saling melapor, saya juga bisa kena. Di situ saya sudah takut, akhirnya saya menandatangani surat pernyataan yang sudah ditempel materai,” ungkapnya.</p>
<h4 data-section-id="15o9q8k" data-start="2626" data-end="2647">Tanggapan Sekolah</h4>
<p data-start="2649" data-end="2775">Kepala SDN 15 Tibawa, Risna Auna Nur, membenarkan adanya peristiwa pengembalian sapu oleh guru kepada siswa yang bersangkutan.</p>
<p data-start="2777" data-end="2980">Namun, Risna menjelaskan pengembalian sapu itu dilakukan karena guru khawatir sapu tersebut dibawa tanpa sepengetahuan orang tua siswa. Karena itu, sapu tersebut diminta untuk digunakan kembali di rumah.</p>
<p data-start="2982" data-end="3084">Terkait tudingan adanya paksaan terhadap Nurain untuk datang ke sekolah, Risna membantah hal tersebut.</p>
<p data-start="3086" data-end="3123">“Tidak ada paksaan,” ujarnya singkat.</p>
<p data-start="3125" data-end="3420">Mengenai klarifikasi yang disebut dilakukan secara sepihak, Risna mengatakan sebenarnya pihak sekolah telah menyiapkan klarifikasi bersama antara orang tua dan guru yang bersangkutan. Namun, menurutnya, proses tersebut terkendala masalah teknis pada telepon genggam yang digunakan untuk merekam.</p>
<p data-start="3422" data-end="3561">“Sebenarnya ada klarifikasi bersama, tetapi mungkin karena ponselnya hang atau bagaimana, sehingga yang terekam hanya orang tua,” jelasnya.</p>
<p data-start="3563" data-end="3715">Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Tibawa, Vonim Yasin, membantah adanya pernyataan bernada ancaman seperti yang disampaikan Nurain.</p>
<p data-start="3717" data-end="3781">“Tidak ada, Pak. Tidak ada pernyataan seperti itu,” tegas Vonim.</p>
<p>The post <a href="https://prosesnews.id/usai-keluhkan-anak-menangis-terkait-sapu-ortu-siswa-mengaku-mendapat-tekanan/">Usai Keluhkan Anak Menangis Terkait Sapu, Ortu Siswa Mengaku Mendapat Tekanan</a> appeared first on <a href="https://prosesnews.id">Prosesnews.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://prosesnews.id/usai-keluhkan-anak-menangis-terkait-sapu-ortu-siswa-mengaku-mendapat-tekanan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
