Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Usai Keluhkan Anak Menangis Terkait Sapu, Ortu Siswa Mengaku Mendapat Tekanan

Editor by Editor
9 Jun 2026 14:41
in Peristiwa

PROSESNEWS.ID – Seorang siswa kelas III SDN 15 Tibawa berinisial H mengalami peristiwa yang membuatnya sedih setelah sapu yang dibawanya ke sekolah untuk keperluan penilaian mata pelajaran muatan lokal (mulok) dikembalikan oleh guru. H disebut menjadi satu-satunya siswa yang sapunya dikembalikan dengan alasan sapu tersebut merupakan barang bekas.

Peristiwa itu membuat H pulang ke rumah dalam keadaan menangis. Orang tua H, Nurain Yunus, mengaku terkejut saat mengetahui apa yang dialami anaknya.

Nurain mengatakan sapu yang dibawa anaknya sebenarnya masih dalam kondisi baru. Menurutnya, ia membeli dua sapu sekaligus, satu digunakan di rumah dan satu lagi diberikan kepada anaknya untuk dibawa ke sekolah.

“Masih baru, Pak. Saya beli dua, yang satu saya pakai di rumah dan yang satu saya suruh bawa oleh anak saya,” ujar Nurain dengan mata berkaca-kaca.

Meski harga sapu tersebut hanya sekitar Rp25 ribu, Nurain mengaku barang itu dibeli dari hasil jerih payahnya sendiri. Karena merasa sedih atas kejadian yang menimpa anaknya, ia kemudian mengunggah keluhannya di media sosial tanpa menyebut nama guru maupun sekolah. Menurutnya, unggahan itu dibuat agar kejadian serupa tidak terulang kepada siswa lain.

Nurain mengaku setelah unggahan tersebut viral, dirinya didatangi guru yang bersangkutan sebanyak dua kali. Namun, ia menolak bertemu karena masih merasa kecewa atas perlakuan yang diterima anaknya.

“Besoknya, Ibu Kep datang bersama Ibu Herlina dan meminta saya datang ke sekolah. Awalnya saya menolak, tetapi karena terus diminta, akhirnya saya datang,” katanya.

Saat tiba di sekolah, Nurain mengaku mendapati sejumlah guru, pengawas sekolah, dan Koordinator Wilayah (Korwil) pendidikan telah menunggunya untuk melakukan klarifikasi.

Menurut Nurain, awalnya klarifikasi direncanakan dilakukan bersama guru yang bersangkutan dalam bentuk video yang akan diunggah ke media sosial. Namun, ia mengaku kecewa karena pada akhirnya hanya dirinya yang direkam saat memberikan klarifikasi dengan membaca naskah yang telah disiapkan pihak sekolah.

Selain itu, Nurain mengaku merasa mendapat tekanan dalam forum tersebut. Ia menyebut sempat mendengar pernyataan yang menurutnya mengarah pada ancaman pelaporan atas dugaan pencemaran nama baik jika persoalan tersebut terus dipersoalkan.

“Pengawas menyampaikan kalau mau saling melapor, saya juga bisa kena. Di situ saya sudah takut, akhirnya saya menandatangani surat pernyataan yang sudah ditempel materai,” ungkapnya.

Tanggapan Sekolah

Kepala SDN 15 Tibawa, Risna Auna Nur, membenarkan adanya peristiwa pengembalian sapu oleh guru kepada siswa yang bersangkutan.

Namun, Risna menjelaskan pengembalian sapu itu dilakukan karena guru khawatir sapu tersebut dibawa tanpa sepengetahuan orang tua siswa. Karena itu, sapu tersebut diminta untuk digunakan kembali di rumah.

Terkait tudingan adanya paksaan terhadap Nurain untuk datang ke sekolah, Risna membantah hal tersebut.

“Tidak ada paksaan,” ujarnya singkat.

Mengenai klarifikasi yang disebut dilakukan secara sepihak, Risna mengatakan sebenarnya pihak sekolah telah menyiapkan klarifikasi bersama antara orang tua dan guru yang bersangkutan. Namun, menurutnya, proses tersebut terkendala masalah teknis pada telepon genggam yang digunakan untuk merekam.

“Sebenarnya ada klarifikasi bersama, tetapi mungkin karena ponselnya hang atau bagaimana, sehingga yang terekam hanya orang tua,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Tibawa, Vonim Yasin, membantah adanya pernyataan bernada ancaman seperti yang disampaikan Nurain.

“Tidak ada, Pak. Tidak ada pernyataan seperti itu,” tegas Vonim.

Tags: berita gorontalo hari iniDinas Pendidikan GorontaloDugaan Tekanan Orang Tua MuridKasus SDN 15 TibawaKeluhan Orang Tua MuridOrang Tua Murid Mengaku Ditekanpendidikan kabupaten gorontaloSDN 15 TibawaSiswa Menangis di SekolahViral Sekolah Gorontalo
ShareTweetSendSharePin

Berita Terkait

Menyusul Masalah Sapu di SDN 15 Tibawa, Kepsek Akui Keterbatasan Dana BOS

by Editor
9 Jun 2026
0

PROSESNEWS.ID – Pengumpulan sapu yang diduga dijadikan sebagai syarat penilaian ujian mata pelajaran muatan lokal (mulok) di SDN 15 Tibawa...

Penamatan PAUD di Limboto Jadi Sorotan, Orang Tua Keluhkan Iuran 350 Ribu

by Editor
3 Jun 2026
0

PROSESNEWS.ID – Sekolah PAUD Menara Ilmu menjadi sorotan setelah rencana kegiatan penamatan siswa disebut akan dilaksanakan di luar sekolah dengan...

Tilang Manual di Gorontalo Hanya Dilakukan oleh Perwira Bersertifikasi

by Editor
20 Jan 2026
0

PROSESNEWS.ID, Gorontalo – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Gorontalo Kota mempertegas aturan mengenai prosedur penindakan di jalan raya. Dalam arahannya,...

Pemprov Gorontalo Siap Rekomendasikan Peningkatan Kelas Basarnas

by Editor
16 Jan 2026
0

PROSESNEWS.ID - Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya peningkatan status Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas Gorontalo) agar...

Oplus_131072

Korsleting Listrik Diduga Hanguskan Rumah di Telaga

by Editor
15 Jan 2026
0

PROSESNEWS.ID – Satu unit rumah di Perumahan Griya Rima, Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, hangus dilalap si...

Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Peristiwa

Menyusul Masalah Sapu di SDN 15 Tibawa, Kepsek Akui Keterbatasan Dana BOS

by Editor
9 Jun 2026
0

PROSESNEWS.ID – Pengumpulan sapu yang diduga dijadikan sebagai syarat penilaian ujian mata pelajaran muatan lokal (mulok) di SDN 15 Tibawa...

Usai Keluhkan Anak Menangis Terkait Sapu, Ortu Siswa Mengaku Mendapat Tekanan

9 Jun 2026

PT Persero PLN Baubau Cq ULP Mawasangka Disomasi Warga, Ini Sebabnya

13 Jul 2024
Pertunjukan I La Galigo yang mengisahkan mitos penciptaan suku Bugis yang terabadikan lewat tradisi lisan dan naskah-naskah. DJARUM Foundation.

Lontara, Aksara Mendunia dari Bugis

8 Mar 2021

Mewakili Gorontalo dalam OSN 2023, SMAN 1 Dungaliyo Bantah Stigma Sekolah Favorit

10 Jul 2023

AMPG, BM PAN, Angkatan Muda Ka’bah Dukung Koalisi Indonesia Bersatu

5 Jun 2022

TERBARU

Iuran Pembangunan Aula, Wali Murid Merasa Dipungut dan Terbebani

9 Jun 2026

Menyusul Masalah Sapu di SDN 15 Tibawa, Kepsek Akui Keterbatasan Dana BOS

9 Jun 2026

Usai Keluhkan Anak Menangis Terkait Sapu, Ortu Siswa Mengaku Mendapat Tekanan

9 Jun 2026

Ancaman Ekosistem Laut Disikapi Mahasiswa Biologi UNG dengan Aksi Nyata

8 Jun 2026

UNG Seleksi 170 Kandidat Beasiswa ADik 2026, Perluas Akses Pendidikan Tinggi Daerah Afirmasi

8 Jun 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2025 Prosesnews.id. All Rights Reserved.