
PROSESNEWS.ID – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui partisipasinya dalam Seleksi Beasiswa Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Tahun 2026, UNG membuka peluang bagi putra-putri terbaik dari berbagai daerah afirmasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih masa depan yang lebih cerah.
Kegiatan seleksi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi tersebut berlangsung di Hotel Bigland Bogor pada 8–10 Juni 2026. Seleksi diikuti oleh seluruh perguruan tinggi penyelenggara Program ADik dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Universitas Negeri Gorontalo.
Pada pelaksanaan seleksi tahun ini, UNG menerima 170 kandidat pendaftar yang terdiri atas 81 peserta pada Seleksi Tahap I dan 89 peserta pada Seleksi Tahap II. Seluruh kandidat merupakan calon mahasiswa penerima Program ADik yang berasal dari berbagai daerah afirmasi di Indonesia.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., mengatakan bahwa Program ADik merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri terbaik dari wilayah terdepan, terluar, tertinggal, serta kelompok masyarakat yang memerlukan dukungan khusus untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“UNG berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Program ADik sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerataan akses pendidikan tinggi yang berkualitas. Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, UNG berharap dapat menjaring calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik serta motivasi kuat untuk menyelesaikan studi,” ungkap Hafidz.
Keikutsertaan UNG dalam seleksi ADik 2026 diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi calon mahasiswa dari daerah afirmasi untuk mengenyam pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi diri melalui berbagai program studi yang tersedia.
Melalui Program Beasiswa ADik, para penerima tidak hanya memperoleh dukungan biaya pendidikan, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan karakter yang akan menjadi bekal dalam membangun daerah asal mereka di masa depan.
“Dengan tingginya minat calon mahasiswa pada Program ADik tahun ini, UNG optimistis dapat berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap mendukung pembangunan nasional dan daerah secara berkelanjutan,” terangnya.
Seleksi ADik Tahun 2026 dilaksanakan melalui beberapa putaran yang melibatkan seluruh perguruan tinggi penyelenggara. Berdasarkan jadwal kegiatan, proses seleksi berlangsung selama tiga hari, meliputi pengantar program, seleksi putaran I hingga III, penyusunan berita acara, serta penutupan kegiatan.
Partisipasi UNG dalam Program ADik menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di wilayah afirmasi sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang.













