
PROSESNEWS.ID – Perekrutan anggota Polri tahun 2020, saat ini masih sementara berproses. Dimana prosesnya tersebut, sudah masuk pada tahap verifikasi online. Sesuai dengan jadwal pelaksanaan verifikasi online tersebut, dijadwalkan akan berakhir pada 29 Mei 2020.
Kapolda Gorontalo melalui Kabag Daplpers, AKBP Kurniawan Ismail,S.H,S.I.K M.I.K menjelaskan, saat ini proses sudah masuk ke tahapan verifikasi online. Kegiatan verifikasi itu sendiri akan berlangsung sampai 29 Mei 2020 dan selanjutnya menunggu peteunjuk dari Mabes Polri untuk jadwal pelaksanaan tahapan selanjutnya.
“Untuk pendaftaran online jumlah pendaftar mencapai 1.696. Jumlah itu terbagi dari Bintara PTU dan Bakomsus sebanyak 1.537 pendaftar, Akpol 42 pendaftar dan Tamtama 117 pendaftar,” paparnya.
Dikatakan AKBP Kurniawan, dari berapa orang yang belum verifikasi, pihaknya sudah mencoba untuk menghubungi, ada yang sudah datang dan sebagian lagi ada yang terkendala di tinggi badan. Ada juga yang sudah dihubungi dan menyatakan mundur dan ada pula yang tidak ada respon atau hanya mencoba-coba. Tapi dari panitia tetap mencoba menghubungi para peserta.
“Untuk kegiatan tahap berikutnya, kami menunggu petunjuk dan jadwal dari Mabes Polri. Ini masih menunggu, karena berkaitan dengan wabah covid-19, sehingga belum ada penentuan atau jadwal selanjutnya. Tapi untuk proses verifikasi online akan berakhir pada 29 Mei 2020,” kata AKBP Kurniawan.
Ada perbedaan untuk tahapan kali ini kata AKBP Kurniawan. Pada awal tahun, pada saat adanya wabah covid-19, Mabes Polri sudah mengadakan video conference, dimana disampaikan bahwa akan dirubah polanya, karena tidak bisa menghadirkan masa begitu banyak. Jadi akan dibuat bergelombang, agar tidak berkumpul. Polanya tetap mengikuti protocol kesehatan. Mulai dari mencuci tangan, penggunaan masker dan lain sebagainya.
“Untuk tahapan test yang sudah dilaksanakan, Bakomsus perawat dan bidan sudah dilaksanakan lebih dahulu dan telah dinyatakan lulus tiga orang. Perwat dua dan bidan satu orang. Testnya, khusus untuk test kesemaptaan jasmani, untuk renang ditiadakan. Namun yang lain masih sesuai dengan aturan serta mekanisme,” ujarnya.
AKBP Kurniawan berharap, bagi yang lulus, tentunya tidak bereuforia, tetapi harus menyiapkan mental untuk menghadapi pendidikan. Bagi yang gagal, jangan berkecil hati. Bagi yang masih ada peluang, kiranya bisa mempersiapkan diri.
“Proses seleksi itu bukan untuk menyulitkan, tapi untuk mencari orang yang siap mengikuti pendidikan. Kami mencari orang yang sehat, mentalnya lebih baik, psikologi yang baik, sehingga mereka siap. Seandainya mereka mempersiapkan diri dengan baik, maka mereka bisa lulus,” tandas perwira dua bunga dipundaknya ini. (Helmi)












