
PROSESNEWS.ID – Direktorat Samapta Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo menggelar simulasi pengamanan aksi unjuk rasa guna meningkatkan kemampuan anggota dalam penanganan unjuk rasa saat tahapan pemilu berlangsung.
Simulasi yang digelar di lapangan terbuka pada Senin (28/8/23) ini melibatkan 1 kompi dalmas awal, 1 kompi dalmas lanjut, satu peleton raimas dan tim negosiator serta massa aksi.
Selain itu, kendaraan taktis berupa satu unit water cannon, satu unit pengurai masa, satu unit Apc, 1 unit K-9, dan beberapa slmatsus dalmas Direktorat Samapta Polda Gorontalo turut dilibatkan dalam simulasi kali ini.
Direktur Samapta Polda Gorontalo, Kombespol Moh Zamroni menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan anggota dalam menangani aksi unjuk rasa, serta bertujuan untuk memastikan anggota memahami cara menangani berbagai situasi, mulai dari kondisi aman, rawan, hingga potensi kerusuhan yang dapat terjadi dalam unjuk rasa.
“Kita permantap semua agar kedepannya, tiba saat adanya aksi unjuk rasa, personil Samapta sudah tahu mengambil langkah-langkah taktis,” kata Moh Zamroni.
Ditambahkannya pula, dalam kegiatan simulasi ini, personil Samapta ditekankan wajib menguasai peralatan berupa body protector, tameng dalmas, tongkat dalmas, hingga flash ball.
“Semua personil kami bekali ilmu, dan wajib tahu cara penggunaannya peralatan,” tambah Moh Zamroni.
“Meski aksi unjuk rasa berlangsung tegang, kami menekankan anggota agar tetap mengambil langkah-langkah humanis, sehingga tidak terjadi kericuhan,” pungkasnya.
Reporter: Jun












