
PROSESNEWS.ID – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mulai memasifkan penyebaran informasi terkait Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2026. Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak partisipasi masyarakat untuk melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sekaligus memastikan calon mahasiswa mendapatkan akses informasi yang valid.
Agenda sosialisasi dan promosi SNPMB 2026 tersebut menyasar seluruh sekolah di Provinsi Gorontalo, yang puncaknya digelar pada Senin (19/1) di Ballroom Hulonthalo. Kegiatan ini mempertemukan pihak universitas dengan para kepala sekolah dan operator sekolah sebagai garda terdepan dalam mendampingi peserta didik.
Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (Karo AKP) UNG, Darman, S.Kom., M.Ap., mengungkapkan bahwa pertemuan ini bertujuan membedah gambaran umum hingga detail teknis setiap tahapan seleksi. Menurutnya, kesiapan sekolah dan siswa sejak dini menjadi kunci keberhasilan dalam menembus persaingan masuk perguruan tinggi.
“Kami berharap informasi yang disampaikan melalui para kepala sekolah dan operator dapat diteruskan secara menyeluruh kepada siswa, sehingga mereka dapat mengikuti proses pendaftaran sesuai prosedur dan jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Darman.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., yang hadir mewakili Rektor, menegaskan pentingnya pemahaman mendalam terhadap sistem SNPMB. Ia menekankan komitmen UNG dalam mengawal proses pendaftaran agar kendala administratif atau rendahnya literasi digital tidak menjadi penghambat masa depan siswa.
“Jangan sampai kesempatan berharga mendaftar ke PTN hilang begitu saja hanya karena kurangnya pemahaman atau terjadi kekeliruan saat melakukan pendaftaran. Peran sekolah sangat sentral untuk mengarahkan siswa agar melangkah dengan benar di setiap tahapan,” tegas Hafidz.
Melalui sinergi ini, UNG mendorong pihak sekolah untuk berperan aktif sebagai mentor bagi siswa dalam menentukan program studi dan pengisian data. Dengan transparansi dan edukasi yang masif, angka partisipasi pendidikan tinggi di Gorontalo diharapkan mengalami peningkatan signifikan pada tahun ini.













