
PROSESNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menetapkan pembangunan di bidang keagamaan dan budaya sebagai salah satu prioritas utama dalam masa kepemimpinan Bupati Sofyan Puhi dan Wakil Bupati Tonny S. Junus.
Hal ini ditegaskan sebagai landasan dalam persiapan perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Gorontalo Tahun 2026.
Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, menjelaskan bahwa MTQ bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan instrumen penting untuk mengukur keberhasilan pembinaan keagamaan di setiap wilayah. Ia menargetkan delegasi yang lahir dari kompetisi tahun ini mampu berprestasi di tingkat provinsi hingga nasional.
“Pembangunan di bidang keagamaan dan budaya ini menjadi salah satu prioritas kita, dengan target pencapaian prestasi hingga ke tingkat provinsi,” ujar Tonny saat memimpin Rapat Persiapan MTQ di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo, Senin (9/3/2026).
Dalam rapat koordinasi bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) tersebut, diputuskan bahwa Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Nawir Tondako, ditunjuk sebagai Ketua Panitia MTQ 2026. Fokus utama saat ini adalah percepatan administrasi, kesiapan anggaran, serta dukungan penuh dari seluruh camat.
Selanjutnya, Asisten I Nawir Tondako memaparkan bahwa perhelatan religius ini akan resmi dimulai pada 1 April 2026 dengan mempertandingkan 25 cabang lomba. Pihaknya juga menginstruksikan LPTQ tingkat kecamatan untuk segera melakukan inventarisasi dan pendaftaran peserta mulai esok hari.
“Secara teknis MTQ dimulai tanggal 1 April, dan akan ada 25 cabang yang akan dilombakan. Insyaallah besok, teman-teman dari LPTQ tingkat kecamatan sudah bisa mulai melakukan inventarisasi sekaligus mendaftarkan peserta,” jelas Nawir.
Rapat strategis ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gorontalo, para camat, serta jajaran Bagian Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Gorontalo.
Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu menjamin pelaksanaan MTQ 2026 berjalan lebih meriah dan memberikan dampak substansial bagi pembentukan karakter masyarakat yang religius.













