
PROSESNEWS.ID – Suasana buka puasa bersama keluarga besar HMI–KAHMI dan FORHATI di Graha KAHMI, Minggu (9/3/2026), menjadi momentum penting bagi masa depan pendidikan Islam di Gorontalo.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Bupati Gorontalo Utara Thoriq Modanggu, mantan Wali Kota Gorontalo Marten Taha, mantan Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, serta Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali.
Dalam kegiatan itu, semangat mendorong perubahan status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) kembali menguat.
Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar Ismail menegaskan bahwa alumni HMI memiliki karakter berpikir yang khas, yakni visioner, berorientasi pada karya, serta selalu membawa semangat pembangunan. Menurutnya, karakter tersebut menjadi semacam “kartu pengenal” yang membuat sesama alumni HMI dapat saling mengenal, meskipun sebelumnya belum pernah bertemu.
Pernyataan yang lebih mengejutkan datang dari Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Prof. Dr. Ahmad Faisal. Dalam ceramahnya, ia mengungkapkan bahwa selama ini hanya satu kepala daerah yang paling gigih memperjuangkan peningkatan status IAIN menjadi Universitas Islam Negeri di tingkat pusat, khususnya di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
“Kami harus jujur mengatakan, Gubernur Gusnar Ismail adalah sosok yang paling ngotot memperjuangkan perubahan status ini,” tegasnya di hadapan ratusan kader dan alumni.
Bagi pihak kampus, dukungan tersebut bukan sekadar simbol politik, melainkan bentuk komitmen nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia di Gorontalo. Rektor menilai langkah Gusnar Ismail dalam memperjuangkan transformasi IAIN menjadi UIN merupakan investasi besar bagi masa depan pendidikan, riset, dan peradaban Islam di daerah tersebut.













