
PROSESNEWS.ID – Di tengah derasnya arus informasi yang bergerak tanpa jeda, para Jurnalis di Gorontalo memilih untuk berhenti sejenak. Bukan untuk diam, melainkan untuk kembali menata arah, merawat integritas, dan menguatkan peran Pers di tengah tantangan era digital yang terus berubah.
Lima organisasi pers yang tergabung dalam konstituen Dewan Pers di Provinsi Gorontalo akan menggelar “Temu Jurnalis”, sebuah ruang perjumpaan yang bukan hanya mempertemukan wartawan dari berbagai media, tetapi juga mempertemukan gagasan, pengalaman, dan semangat menjaga marwah jurnalistik.
Kegiatan yang diinisiasi bersama oleh Aliansi Media Siber Indonesia (AMSI) Gorontalo, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) itu mengusung tema “Jurnalisme Cerdas, Kritis, dan Berintegritas.”
Ketua Panitia Temu Jurnalis, Lukman Polimengo, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari kegelisahan yang sama: bagaimana menjaga kualitas jurnalisme di tengah banjir informasi yang kerap bergerak lebih cepat daripada verifikasi.
Menurutnya, jurnalis hari ini tidak cukup hanya mampu menulis berita dengan cepat, tetapi juga harus memiliki kesadaran etik, tanggung jawab sosial, dan keberanian menjaga kebenaran di tengah tekanan informasi digital.
“Kami ingin agar jurnalis di Gorontalo tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kesadaran akan etika dan tanggung jawab sosial dalam pemberitaan,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Temu Jurnalis itu dirancang bukan sekadar seremoni organisasi. Di dalamnya akan ada diskusi panel, workshop, hingga simulasi liputan lapangan yang berangkat dari pengalaman nyata para pewarta di lapangan.
Suasana yang dibangun pun diharapkan menjadi ruang belajar bersama, tempat para jurnalis saling bertukar perspektif tentang tantangan profesi, mulai dari disinformasi, tekanan media sosial, hingga pentingnya menjaga independensi di tengah perubahan lanskap media.
Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi jembatan kolaborasi antara media dan pemerintah daerah dalam mendorong keterbukaan informasi publik serta memperkuat literasi masyarakat.
Di tengah dunia digital yang bergerak cepat, solidaritas antar media dinilai menjadi salah satu kekuatan penting agar pers tetap berdiri sebagai penjaga akal sehat publik.
Sekitar 100 peserta dari berbagai media di Gorontalo, mahasiswa, hingga siswa dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran lintas generasi itu diharapkan melahirkan diskusi yang lebih kaya, sekaligus menanamkan semangat jurnalisme yang sehat kepada generasi muda.
Temu Jurnalis Gorontalo akan berlangsung pada Jumat-Sabtu, 12-13 Juni 2026, di Wombohe Jurnalis, Jalan Taman Hiburan, Kota Gorontalo.
Di tempat itu nanti, para pewarta tidak hanya datang membawa kamera dan catatan. Mereka datang membawa harapan, bahwa di tengah dunia yang semakin bising, jurnalisme yang cerdas, kritis, dan berintegritas tetap akan menemukan jalannya.













