Prosesnews.id
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis
No Result
View All Result
Prosesnews.id
No Result
View All Result
Home Opini

Haornas Tanpa Perayaan, Tanpa Penghargaan: Harusnya Ini Hari Mereka

Editor by Editor
9 Sep 2026 21:20
in Opini
Yasin

Oleh: Yasin (Wartawan Olahraga)

PROSESNEWS.ID – 9 September seharusnya bukan sekadar tanggal di kalender olahraga. Hari Olahraga Nasional (Haornas) mestinya menjadi hari ketika atlet, pelatih, wasit, pembina, hingga seluruh pelaku olahraga berdiri di panggung kehormatan. Hari untuk mengingat perjuangan, menghargai pengorbanan, dan merayakan prestasi.

Namun, suasana Haornas tahun ini di Gorontalo terasa berbeda.

Tak seperti daerah lain yang menyambut Haornas dengan berbagai kegiatan, seremoni dan penghargaan, momentum yang seharusnya menjadi “lebarannya” insan olahraga itu justru terasa berjalan biasa saja.

Tak ada kemeriahan yang berarti. Tak ada panggung penghargaan untuk mereka yang selama ini mengharumkan nama daerah. Yang terdengar dan terlihat hanya ucapan Haornas dari sejumlah tokoh di media sosial.

Tentu, efisiensi anggaran menjadi bagian dari kondisi yang harus dipahami. Namun, efisiensi semestinya tidak berarti menghilangkan penghargaan terhadap perjuangan para atlet dan pelatih.

Sebab, mereka tidak pernah meminta diperlakukan istimewa. Mereka hanya ingin perjuangannya dilihat. Mereka ingin prestasinya dihargai. Dan yang paling penting, mereka ingin tahu bahwa daerah ini masih memiliki kepedulian terhadap masa depan mereka.

Mereka yang Membawa Nama Gorontalo

Coba kita lihat apa yang telah diberikan insan olahraga kepada Gorontalo.

Gorontalo bukan daerah yang miskin potensi olahraga. Justru sebaliknya, daerah ini memiliki banyak talenta yang mampu berbicara di tingkat nasional, bahkan internasional.

Sepak takraw adalah salah satu bukti paling nyata.

Dua dekade lalu, Gorontalo mungkin masih berada di bawah bayang-bayang daerah lain, termasuk Sulawesi Selatan. Tetapi hari ini kondisinya berbeda. Gorontalo telah menjelma menjadi salah satu kiblat sepak takraw Indonesia.

Atlet-atletnya tampil di tingkat nasional dan Asia. Pelatih-pelatihnya dipercaya membina atlet di level lebih tinggi. Nama Gorontalo pun ikut terangkat bersama prestasi mereka.

Itu bukan prestasi yang lahir dalam semalam. Ada latihan panjang, keringat, air mata, pengorbanan keluarga, biaya, bahkan masa muda yang dikorbankan demi mengejar prestasi. Dan semua itu dilakukan dengan satu kebanggaan: membawa nama Gorontalo.

Bukan Hanya Sepak Takraw

Wajah olahraga Gorontalo tentu tidak hanya sepak takraw. Taekwondo dalam satu dekade terakhir menunjukkan perkembangan yang sangat menjanjikan. Atlet-atlet Gorontalo mampu bersaing di PON, kejurnas, bahkan mendapatkan kepercayaan memperkuat tim nasional.

Begitu pula karate. Gorontalo kini memiliki atlet yang mampu menembus persaingan dunia di kelompok junior. Prestasi internasional telah diraih dan nama daerah ikut disebut di pentas global.

Belum lagi cabang olahraga lainnya seperti pencak silat, atletik, renang, tenis meja, menembak, anggar dan berbagai cabang olahraga yang terus melahirkan atlet berprestasi.

Mungkin tidak semuanya mendapatkan sorotan media. Namun satu hal yang sama: mereka berjuang membawa nama daerah.

Prestasi Ada, Apresiasi yang Dipertanyakan

Di sinilah pertanyaan besar Haornas tahun ini seharusnya muncul. Apakah kita sudah cukup menghargai mereka?

Gorontalo sebenarnya tidak kekurangan potensi. Persoalannya adalah bagaimana memastikan potensi itu mendapatkan ruang untuk berkembang dan setelah menghasilkan prestasi, mereka mendapatkan penghargaan yang layak.

Kita pernah memiliki cerita tentang atlet berprestasi yang mendapatkan apresiasi melalui program pemerintah, termasuk kesempatan menjadi aparatur sipil negara.

Program semacam itu bukan sekadar soal pekerjaan. Bagi seorang atlet, itu adalah bentuk penghargaan negara atas pengorbanan yang telah mereka berikan. Sebab karier atlet memiliki batas waktu.

Hari ini mereka berjaya di arena. Namun beberapa tahun kemudian, mereka harus memikirkan kehidupan setelah pensiun dari dunia kompetisi.

Karena itu, apresiasi terhadap atlet seharusnya tidak berhenti ketika mereka berdiri di podium dan menerima medali.

Haornas Harus Menjadi Titik Balik

Mungkin Haornas tahun ini memang tidak dirayakan secara besar-besaran.

Mungkin keterbatasan anggaran membuat banyak kegiatan harus disederhanakan. Tidak apa-apa. Namun jangan sampai semangat olahraga ikut disederhanakan.

Justru momentum Haornas 2026 harus menjadi titik balik bagi Gorontalo untuk kembali menata sistem olahraga secara lebih serius.

Bukan sekadar bagaimana melahirkan juara. Tetapi bagaimana memastikan atlet memiliki masa depan. Bagaimana pelatih mendapatkan penghargaan yang layak. Bagaimana wasit dan tenaga pendukung olahraga mendapatkan ruang. Bagaimana pembinaan usia dini diperkuat. Dan bagaimana prestasi olahraga bisa dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Olahraga hari ini bukan hanya soal menang dan kalah. Olahraga bisa menjadi industri. Bisa menjadi sport tourism. Bisa membuka lapangan pekerjaan. Bisa menggerakkan UMKM. Bisa mendatangkan wisatawan. Dan tentu saja bisa menjadi alat diplomasi daerah untuk memperkenalkan Gorontalo kepada Indonesia dan dunia.

Saatnya Bergandengan Tangan

Karena itu, Haornas 2026 jangan hanya menjadi peringatan tahunan. Mari jadikan 9 September sebagai start baru olahraga Gorontalo.

Pemerintah, KONI, federasi olahraga, klub, sekolah, dunia usaha, media dan masyarakat harus berjalan bersama.

Tidak perlu saling menyalahkan. Tidak perlu mencari siapa yang paling berjasa. Yang diperlukan adalah satu tujuan: membangun ekosistem olahraga Gorontalo yang sehat, berprestasi dan mampu memberikan masa depan bagi para pelakunya. Sebab di balik setiap medali ada atlet yang berlatih. Di balik setiap kemenangan ada pelatih yang membimbing. Di balik setiap pertandingan ada wasit yang menjaga sportivitas. Dan di balik setiap prestasi ada keluarga serta masyarakat yang memberikan dukungan.

Mereka mungkin tidak meminta panggung. Tetapi pada Haornas, setidaknya jangan biarkan perjuangan mereka berlalu tanpa penghargaan.

Selamat Hari Olahraga Nasional ke-43, 9 September 2026.

Semoga Haornas bukan hanya tentang olahraga yang membuat masyarakat sehat dan bugar, tetapi juga tentang bagaimana olahraga mampu membuat atlet sejahtera, menggerakkan ekonomi rakyat, membuka pintu sport tourism, dan mengangkat nama Gorontalo lebih tinggi lagi.

Karena hari ini seharusnya memang menjadi hari mereka, para pejuang olahraga Gorontalo.

Tags: Haornas ke-43OpiniYasin
ShareTweetSendSharePin

Berita Terkait

Rahayu Kaino, S.Pd

Perempuan dan Ruang Kekuasaan: Menelisik Penonaktifan Ramla Djafar dari Perspektif Gender dan Demokrasi

by Editor
25 Jul 2026
0

Rahayu Kaino, S.Pd Oleh: Rahayu Kaino, S.Pd Ketua Umum PAPMIBG Periode 2023-2025 PROSESNEWS.ID - Keputusan Bupati Bone Bolango menonaktifkan Kepala...

Gunawan Rasid

Menilai IMI Fest Berpotensi Korupsi Adalah Pandangan Dangkal

by Editor
10 Agu 2025
0

Gunawan Rasid Oleh : Gunawan Rasid PROSESNEWS.ID - Polemik dana Rp 100 juta dari pos Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo untuk...

Molo’opu, Mololopu dan Peringatan Bencana Bagi Kepala Daerah

by Editor
8 Mar 2025
0

Dr. Funco Tanipu, ST., M.A (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo) PROSESNEWS.ID - Kepala Daerah dan Wakil...

Gean R.B

Kali Kedua Rachmat Gobel ‘Tantang’ Prabowo Subianto Di Gorontalo

by Editor
15 Okt 2024
0

Gean R.B Penulis : Gean R.B PROSEDNEWS.ID, OPINI - Siapa sangka Pilpres 2024 kemarin Rachmat Gobel (RG) mendatangkan Calon Presiden...

Pelakor: Perubahan Pola Pikir Perempuan Zaman Now

by Editor
20 Mei 2024
0

Sitti Rachmi Masie (Dosen Fakultas Sastra dan Budaya, UNG)  PROSESNEWS.ID - Beredarnya banyak kasus melalui media berita, merisaukan perempuan dari...

Load More

Komentar DonkBatalkan balasan

Trending

Pemprov Gorontalo

Gorontalo Jadi Tujuan Kunjungan Wamen P2MI, Ini Agenda yang Dibahas

by Editor
9 Sep 2026
0

PROSESNEWS.ID – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyambut kedatangan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad...

Melampaui Polemik Rumah Jawatan Kantor Pos

9 Sep 2026

Seorang Pengacara di Gorontalo Jadi Tersangka Dugaan Penipuan, Berkas Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

7 Sep 2026

Sehari Bisa 4 Kali Kebakaran, Damkar Kabgor Catat 75 Kasus

10 Sep 2026
Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo ke-103 yang berlangsung di ruang paripurna, Senin (7/9/2026).

DPRD Gorontalo Dorong Tambang Rakyat Teratur, IPERA 7 Persen Disetujui

7 Sep 2026

HARFEST x GKK 2026 Buka Pasar Baru bagi Karawo dan UMKM Gorontalo

9 Sep 2026

TERBARU

Gusnar Kejar Legalitas Tambang Rakyat, ESDM Pastikan 14 Blok WPR Segera Disahkan

10 Sep 2026

Sehari Bisa 4 Kali Kebakaran, Damkar Kabgor Catat 75 Kasus

10 Sep 2026

Gorontalo Bakal Punya BLK Pusat, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp75 Miliar

10 Sep 2026

Wagub Idah Dorong Muhammadiyah Terus Berkontribusi bagi Gorontalo

10 Sep 2026

HARFEST x GKK 2026 Buka Pasar Baru bagi Karawo dan UMKM Gorontalo

9 Sep 2026
  • Home
  • Tentang
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

©2026 Prosesnews.id. All Rights Reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Tenggara
    • Sumatera Utara
    • Jawa Timur
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Traveling
  • Opini
  • Infografis

©2026 Prosesnews.id. All Rights Reserved.