
PROSESNEWS.ID — Kasus kebakaran di Kabupaten Gorontalo meningkat selama musim kemarau. UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gorontalo mencatat 75 kejadian kebakaran sejak Januari hingga September 2026.
Kepala UPTD Damkar Kabupaten Gorontalo, Farid Taha, mengatakan peningkatan kasus mulai terlihat pada Juni hingga Agustus 2026. Pada Agustus, jumlah kejadian mencapai 29 kasus.
“Dalam satu hari terkadang dua kali kebakaran, tiga kali kebakaran, bahkan ada yang empat kali kebakaran,” kata Farid saat diwawancarai.
Menurut Farid, kondisi cuaca panas selama musim kemarau menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi kebakaran. Selain permukiman, kebakaran yang terjadi juga banyak melanda lahan.
Data UPTD Damkar Kabupaten Gorontalo mencatat sejumlah wilayah dengan kejadian kebakaran lahan cukup tinggi. Kecamatan Limboto tercatat sekitar 10 kejadian, disusul Telaga Biru sembilan kejadian dan Tilango tujuh kejadian. Selebihnya tersebar di sejumlah kecamatan lainnya.
Farid mengatakan penanganan kebakaran sempat terkendala kondisi armada pemadam yang mengalami kerusakan. Dari empat mobil pemadam yang dimiliki, sebelumnya hanya satu unit yang dapat beroperasi.
Meski demikian, penanganan kebakaran tetap dilakukan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Pemerintah Kota Gorontalo, serta unsur TNI-Polri, kehutanan, dan PDAM.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah menyiapkan anggaran untuk memperbaiki dua unit armada pemadam kebakaran sesuai instruksi Bupati Gorontalo.
Menghadapi musim kemarau, Farid mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
“Kewaspadaan dini itu penting. Jadi tidak membakar lahan,” tegasnya.








