Berkat cerita Ibu Kumi, Pohuwato Jadi Fokus Pelaksanaan Pembuatan Film Dokumenter di Prov. Gorontalo

Selain mendapatkan Apresiasi dari berbagai pihak, Bupati Syarif juga mangajak agar kiranya, hal tersebut bisa diikuti ibu-ibu, terlebih dimasa pandemi covid-19, dengan memanfaatkan lahan atau pekarangan yang ada di rumah masing-masing, untuk mengurangi belanja untuk kebutuhan hidup.

PROSESNEWS.ID – Cerita dampak dari ibu Kumi Muhamad, mengundang perhatian dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.

Keberhasilannya dalam menekuni tanaman hidroponik, menjadikan ibu enam anak ini, didatangi tim syuting pembuatan video dokumentasi cerita dampak Perpustakaan Nasional.

Tim yang terdiri dari Faisal Karim, Yudi, dan Rangga, diterima Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga, bersama Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Lusiana Bouty, di rumah jabatan belum lama ini.

Selaku pemerinta daerah, Bupati Syarif mengucapkan terima kasih kepada Peprusnas RI, atas kunjungannya ke Desa Padengo Kecamatan Duhiadaa, sehubungan dengan pembuatan video cerita dampak transpormasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, yang telah dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pohuwato tahun 2020.

“Semoga dengan program transformasi ini, akan membantu ibu-ibu rumah tangga untuk lebih produktif dan bisa membantu suami,” ungkapanya pada Selasa, (22/09/2020).

Selain itu, Bupati Syarif Mbuinga menyempatkan waktu berdialog langsung dengan Kumi Muhamad, seputar keberhasilannya dalam memanfaatkan tanaman hidroponik.

Alhasil, keberhasilan ini adalah dari hasil membaca. Namun diakui ibu yang merawat 4 cucu ini, awal mulanya tidak percaya tanaman yang bisa hidup di air tanpa adanya tanah. Tapi karena selalu didampingi dan diyakinkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta rasa penasaran, maka usaha itupun berhasil.

“Alhamdulillah berkat usaha ini, saya bisa menghidupi empat orang cucu yang saat ini, sedang mengenyam pendidikan di SMK Integral Hidayatullah dan MTs Hidayatullah, Buntulia. Juga selain dikonsumsi, hasilnya juga dijual di pasar, serta ada yang datang untuk membeli tanaman yang ada,” ungkapnya.

Selain mendapatkan Apresiasi dari berbagai pihak, Bupati Syarif juga mangajak agar kiranya, hal tersebut bisa diikuti ibu-ibu, terlebih dimasa pandemi covid-19, dengan memanfaatkan lahan atau pekarangan yang ada di rumah masing-masing, untuk mengurangi belanja untuk kebutuhan hidup.

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Pohuwato, Lusiana Bouty menambahkan, cerita dari ibu Kumi, adalah dampak transformasi, bagaimana program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial itu, bisa benar-benar dimplementasi untuk membantu meningkatkan ekonomi.

Jadi, ibu Kumi Muhamad ini, adalah salah satu contoh dampak transformasi, dengan program tranformasi yang di programkan oleh Perpusnas RI, dan juga diimplementasikan Dinas Perpustakaan Pohuwato. Maka Kumi Muhamad punya pendapatan Rp.300 ribu perhari dari hasil hidroponik sederhana, dengan menggunakan botol air mineral bekas.

Selanjutnya Kadis, Lusiana Bouty mengakui, cerita dampak Ibu Kumi Muhamad ini, mewakili Provinsi Gorontalo. Karena dari seluruh kabupaten/kota di provinsi gorontalo, pohuwato terpilih mewakili

“Alhamdulillah kabupaten pohuwato, menjadi titik fokus pelaksanaan pembuatan film dokumenter di provinsi gorontalo, setelah melalui beberapa tahapan,” tutupnya. (Iskandar Badu)

Komentar