
PROSESNEWS.ID – Anggota MPR RI Daerah Pemilihan Gorontalo, Jasin U. Dilo, menegaskan peran strategis perpustakaan dan arsip daerah sebagai penjaga identitas bangsa dalam menghadapi krisis literasi dan gempuran budaya asing.
Hal tersebut disampaikan Jasin saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Aula Perpustakaan Provinsi Gorontalo, hasil kolaborasi antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diapus) Provinsi Gorontalo dengan MPR RI. Kegiatan ini diikuti oleh pegawai perpustakaan serta mahasiswa pegiat literasi.
Dalam pemaparan utamanya, Jasin menilai Perpustakaan dan Arsip Daerah tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku dan dokumen, melainkan sebagai institusi strategis dalam menjaga jati diri bangsa, khususnya melalui pelestarian bahasa daerah.
“Salah satu kekuatan Bhinneka Tunggal Ika adalah keragaman bahasa kita. Di tengah gempuran budaya asing dan krisis literasi, Perpusda dan Arsip harus menjadi garda terdepan melestarikan bahasa daerah Gorontalo. Jangan sampai jati diri kita hilang,” tegas Jasin.
Ia juga mengajak komunitas literasi dan mahasiswa untuk kembali menggali nilai-nilai luhur bangsa yang tersimpan dalam naskah, arsip, serta kearifan lokal sebagai bagian dari pengamalan Pancasila.
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Gorontalo, Ridwan Hemeto, menyoroti rendahnya minat baca yang berdampak pada melemahnya wawasan kebangsaan. Menurutnya, pemahaman terhadap Empat Pilar MPR RI membutuhkan fondasi literasi yang kuat.
“Di era krisis literasi saat ini, ancaman terbesar kita adalah ketidaktahuan. Sosialisasi Empat Pilar ini sangat krusial sebagai fondasi ketahanan negara. Tanpa literasi kebangsaan yang baik, generasi kita akan mudah terombang-ambing informasi hoaks yang memecah belah,” jelasnya.














